
Setelah pulang sekolah aku langsung ke ladangnya Mak Ijah di sana banyak sekali pohon pisang berwarna dan aku.meminta beberapa untuk Mak Ijah karna aku ingin menanamnya di kebunku di belakang dan setiap pohon aku ambil 1 tanaman saja, pisang itu berwarna hitam, biru, merah, pink dan ada beberapa pisang hijau yang sangat banyak yaitu pisang berangan dan itu adalah pisang hias kata Mak Ijah dan pisang ini di gunakan untuk pengobatan alternatif bawalah beberapa karna akan sulit untuk hidup kata mak Ijah tetapi jangan kamu taman di belakang bawalah ke kebun yang khusus untuk menanam pisang berwarna ini dan setahun nanti kamu makan pisang tentunya selain pisang berangan dan ambon, ingat kata Mak jangan kamu tanam di depan rumah, karna akan di buang orang dan Mak Ijah juga terimakasih buat yang kemarin bapakmu kasih nak, ini cukup untuk sebulan dan tebang saja semua pisang kepok itu di jual di kota saja kalau sudah tua, iya Mak kataku, nanti aku akan membayar semua bibit ini Mak sekalian untuk semua pisang itu karna kata si mang kalau muda tidak di ambil, kita ambil bulan depan lagi ya, biar di semprot sama si mang sebelum pulang sebelum.oualng ke rumah kami membawa semua bibit pisang itu dan membawa ke belakang dulu dan di biarkan beberapa hari dulu biar di taman dan kamipun langsung membungkus semuanya dengan rapi.
Paman yang di kebun juga sudah pulang padahal semua sudah di kutip langsung di bungkus dengan kertas dan plastik agar tidak cacat kulitnya dan paman itu bekerja secara cepat dan lihat tanpa berbicara dan langsung menimbang punya mereka setelah mencacat semuanya ke kertas selama 2 jam mereka bekerja tanpa kata dan dengan hitungan jam saja mereka sudah selesai dan segera mandi di belakang dan sudah rapi dan ibuku dan kak Merry menyuguhkan kue - kue yang lezat sekali dan dengan tertawa mereka mengatakan kue - keu yang di suguhkan oleh ibu sangat enak sekali dan kalau di kota di jual sangat mahal apalagi bahanya alami begini, biasanya neng Merry cepat tanggap dan entah kenapa sekarang karna sakit lupa bahwa ada produksi kue yang sangat enak, ibuku hanya tertawa saja, jangan kata bapak, biarlah ibu nanti yang masakkan buat kalian sebulan lagi buat bukan ? Semuanya tertawa dan izin pulang ke bapak, karna mereka harus sampai ke pengiriman malam ini, waktu adalah uang untuk paman ini, jangan - jangan di mobil juga masih di sempatkan cari uang kataku, tidak dek! Di Mobil kami tidur saja karna harus ke pengiriman biar bis kasih bonus yang banyak kata mereka sambil tertawa dan benar saja, paman itu sudah pulang dan rumah menjadi sepi kayak kemarin lagi kata adikku yang bungsu.
Paman, untuk pembayaran nanti seminggu lagi akan. Di kirim bos ke rekening adik, paman tidak usah kuatir karna mereka sangat disiplin mengenai dengan janji dan kesempatan dan mungkin malam mereka sampai kita dan langsung di kirim ke kapal dan di terima lusa.
Bapak, bagaimana untuk bibi, bapak sudah meninggalkan untuk bibimu dan sudah mulai menghitam Minggu depan kita panen lagi dan bawa ke kota nanti sekalian bapak kirim ke kota dengan kamu saja sambil melihat rumah untuk kak Merry ya pak, bapak tersenyum, kamipun mandi sore, untuk makan malam kita bakar ayam aja pak sudah aku kurung ayamnya, bagaiman nenek suka ayam bakar kataku, nenek pun tersenyum dan kami mulai memotong ayam itu dan membumbui nya dan ibu sudah selesai mandi dan melanjutkan pekerjaan kami, kamipun mandi dengan bapak, bunga surga ini masih sangat wangi sekali berarti orang - orang baik tadi yang datang tadi bahkan jika satu orang saja yang datang bunga itu menjadi bau busuk yang amat sangat dan aku juga tidak tau mungkin karna aku mandi di pancuran bawah, jadi terasa sekali baunya.
Nenek kenapa ularnya sangat patuh pada nenek dan tidak mau pergi nek, itulah yang jadi pikiran nenek karna ular itu pasti tidak akan mau kembali dan akan ada orang yang akan menyalah gunakan ya karna jika dia baik baik pulang dia dan jika jahat maka dia akan lebih jahat, ular putih itu segera datang kepadaku walaupun seujung jari tetapi dia sangat lincah dan sungguh menarik sekali apalagi kalau jadi teman pasti menyenangkan, bapak mengatakan akan membantunya pulang dan mengembalikannya ke rumah tetapi sekarang bapak tidak bisa mengembalikannya karna bapak juga tidak mempunyai ilmu kebatinan dan lihatlah ulat itu bisa saja mengigit kita kata ibuku kemudian dan benar saja ibu berkata begitu dan lihatlah dia semakin besar saha jika dia lapar dan panjangnya pun menjadi semakin panjang kata ibuku lagi dan kamipun semakin takut di buatnya dan ketika dia sudah memakan sebuah tikus siluman.
Setelah memakan tikus siluman itu ular pun mengecil kembali dan benar saja dia mengantuk, katanya aku tidak akan memakan kalian karna aku sayang kepada kalian di sini banyak sekali makanan beda dengan di kota di tempat nenek malah tidak ada aku malah setahun sekali makan dan ini aku sudah kenyang aku tidur dulu ya katanya...