Game Setan

Game Setan
Bab 84


Tapi kenapa paman mengatakan kepadaku bapak, mati dan matilah kau, aku jadinya takut pak, kataku kepada bapak kembali, bapak hanya melihatku tersenyum, jangan binggung kata bapak nanti kita akan mengetahui apa yang akan mereka pikirkan dan mereka lakukan kepada desa kita, karna kita belum tau apa yang akan terjadi sekarang dan apa yang mereka mau, mungkin mereka mau membunuh kita semuanya warga kampung kita ini, tetapi awalnya cuma memberikan obat gatal saja dan lama - kelamaan akan dapat membunuh kita semuanya.


Aku mengerti apa yang di katakan oleh bapak, tetapi aku masih belum paham pak, mengapa mereka mau membunuh kita secara perlahan - lahan dan menginginkan kita dalam keadaan mati perlahan - lahan tentunya ada maksudnya bukan?


Aku masih belum mengerti pak, tetapi kayaknya paman itu terus saja kesurupan dan tidak berhenti mengucapkan sesuatu karna mulutnya terus komat kamit saja daritadi pak, kemudian setan - setan itu berdatangan dan mulai memakan kemeyan yang di bakar bapak dan kemudian segala setan dan jin itu pergi entah kemana.


Ada satu Jin yang besar dan sangat besar sekali bersuara seperti harimau tetapi bukan harimau, kulitnya hitam dan besar sekali pak, mengaum keras dan kedengarannya seperti marah akan sesuatu tetapi aku tidak tau dia marah kenapa? apa karena sesuatu yang tidak sesuai dengan keinginannya.


Nah, pada saat itu paman berhenti komat - kamit dan membakar kemeyan dan terakhir suara yang mengaum itu tidak kedengaran lagi kataku kepada bapak.


Paman menceritakan kepada kami bahwa dia menyuruh kami agar segera pergi dari desa kami ini karna desa kami ini akan di kirim teluh, agar setiap orang terkena wabah gatal yang makin lama makin membusuk, kemudian kami juga harus segera pergi karena para dukun yang di kirim untuk menghanguskan desa kami ini besok akan datang ke desa dengan segala santet dan dengan segala kemampuan mereka supaya setiap warga pergi meninggalkan desa ini sampai benar - benar pergi dan kita juga akan di buatkan semua aliran mata air dan sumber makanan di usahakan agar tidak sampai ke desa, sumber air minum itupun akan di buatkan menjadi wabah gatal di seluruh tubuhnya dan makanan yang bergizi pun tidak akan ada lagi kata paman itu.


Kenapa paman? Apakah ada sesuatu sehingga kami di gusur di desa kami sendiri dan untuk apa paman kami di usir, apakah ada sesuatu yang membuat kami di usir dan apa yang membuat mereka mengusir kami paman?


Katanya di desa kalian ini ada harta Karun yang tidak akan pernah habis dan itu terletak di kebun durian dan tanah bapakmu, kalau tidak salah ada emas yang ada di dalam kebun bapakmu dan ada orang kaya yang akan membeli kebun itu dengan harga mahal dan tentu saja kalian juga akan pindah ke tentu saja dari desa ini.


Paman, belum mengatakan siapa yang menyuruh paman untuk melakukan ini semuanya, tentu saja orangnya pasti sangat kaya sekali sehingga bisa sampai ke kampung kami ini paman, paman tau bahwa kampung ini banyak ular yang berukuran besar dan sangat beracun sekali dan jika orang luar datang kemari tentu saja nanti kalau terkena racunnya kalian juga memerlukan kami karna hanya kami yang tau obatnya kataku dan juga apakah uang untuk membeli tanah kami ini harus sangat banyak sekali paman, apalagi tanah bapak paman di mana yang kata paman disana ada emas yang tersimpan di dalam tanah dan paman yakin disana ada emas paman ?


Itu bukan emas paman, mungkin kelihatan itu emas tetapi sebenarnya bukan, kalau sudah lama di biarkan tanahnya akan menghitam dan jika itu emas dari dulu maka sudah lama kebun kami itu di beli orang dan yang menyesatkan mereka saling membunuh karna hal yang bodoh paman dan kalaupun ada harta Karun pasti itu sudah lama habis dan di ambil paman, bahkan ada beberapa pembongkaran tanah emas tetapi berhenti, kalau paman mau silahkan bongkar biar kami jual tanahnya ke kota dan aku akan membeli lagi tanah pertanian paman dengan tidak melakukan pembongkaran tanah liar dan menumpuk disana dan disini tanah itu sehingga nanti tidak bisa di tanam dan kita sama - sama untung paman, bagaimana paman ?


Baiklah, aku akan membicarakan dengan mereka dan kami akan kembali lagi ke desa kalian tentunya dengan truk - truk dan aku juga akan membicarakan jika mereka saja yang menjual tanah itu ke kota dan sebagai balasannya kami akan memberikan uang dan untuk sementara kami akan pulang ke kota lagi, bagaimanakah?


Paman, tanah itu sudah pernah di ambil sampelnya di setiap sudut dan sudah kami kirimkan ke luar negeri dan sudah kami catat ke lembaga pertanahan dan tentunya jika adapun emas di dalam pasti akan terdeteksi paman dan tidak mungkin para ahli pertanahan berbohong dan lagian tanah itu juga sudah kami tanan perkebunan buah tetapi hasilnya tidak terlalu memuaskan paman, jika paman membelinya juga tidak apa, aku sangat senang sekali paman kataku kepadanya.


Para dukun juga di datangkan ke desa kami paman dan seolah desa kami ini adalah desa yang kaya padahal dari dulu desa kami ini selalu saja ada yang datang paman untuk mengambil sampel tanah dan membongkar tanah itu sampai dalam tetapi tidak di temukan apapun, maksudnya aku kalau paman tidak keberatan tolong di bongkar saja tanahnya nanti aku jual dan ganti dengan tanah yang sudah humus paman dan tolong di sampaikan paman kepada paman yang di kota itu dan juga aku minta obat gatal yang paman berikan kepada warga yang kalian kasihkan bibit gatal ke mata air atau sumur paman.


Kasihan paman, mereka sudah tua dan tidak bisa ke kebun lagi gara - gara paman dan lihatlah mereka semua paman berikan obat tidur lagi, bapakku juga paman berikan dan lagipula disini tidak akan menpan paman setan atau jin yang paman kirimkan, takutnya mereka kembali ke paman, apakah paman tau disini banyak kelahiran keturunan penolak bala dan jika paman mengirimkan teluh atau santet maka apa yang paman kirimkan akan kembali ke pada paman sendiri dan aku sudah mengatakan kepada paman.