
Lusifer si Sehan yang jahat entah kenapa sekarang lebih banyak berada di kampung kami dan tepatnya di rumah bibiku juga sangat ramai yang berobat dan sekarang sudah banyak rumah - rumah yang di datangi oleh pasien karna ingin berobat saja dan sudah muncul rumah - rumah baru yang di datangi oleh orang - orang malas bekerja serta ingin mendapatkan uang dengan cepat ataupun ingin di hormati dan ada juga yang mencari jodoh ke dukun padahal mereka cuma memakai daun sirih saja dan jika ada yang kemasukan mereka memberikan air pohon bidara, air rebusan bidara di campurkan dengan bahan - bahan lainnya dan kemudian di minum untuk beberapa hari ke depan kalau lebih enak dan badan sudah terasa sembuh total maka kita juga akan membayar mahar, sama dengan dukun patah itu maka kita akan membawa minyak goreng sebagai ganti minyak untuk di bawa pulang kemudian membawa rokok tentunya jadi jika kita punya uang tentu saja mereka tidak bisa memberikannya minyak di campurkan dengan tulang manusia yang sudah mati dan aku lihat di Lusi senang sekali melihat banyaknya pengunjung ke rumah bibiku dan ke rumah tetanggaku yang lainnya dan nampaknya si Lusifer pasti akan memberikan bibiku dan yang lainnya bonus seperti yang Lusi katakan sebelumnya dan benar saja kehidupan bibi dan yang lainnya sudah mulai berubah mereka kelihatannya sudah lebih kaya dan rata - rata tidak susah lagi seperti dulu lain dengan kamu bapak sudah kelihatan tua saja dengan kesusahan yang di alami bopak tetapi bapak tetap pada pendiriannya dan biarlah aku mati dengan Tuhanku saja katanya.
Aku.melihat paman itu datang ke rumah bibiku dan paman yang menggendong anak kuntilanak dan demit itu di katakan oleh bibiku jika tidak datang cepat maka diapun akan segera mati karna orang yang mengirimkan guna - guna supaya pamanku ini cepat mati dan tidak akan pernah kembali tetapi paman diberikan minuman rempah dan setelah tiga hari harus kembali lagi ke rumah bibiku untuk menebus obat itu dan kata pamanku dia sudah lumayan semenjak minum obat itu tetapi bapak menyarankan agar paman segera berobat ke dokter di rumah sakit terkenal di kota dan pemeriksaan rutin di lakukan untuk jantung dan sebagainya agar paman cepat sehat dan tentunya ada obat - obatan yang di tebus dengan uang, tetapi pamanku ini tidak mau karna kalau mengunakan uang yang banyak sayang sekali katanya jadi pamanku tidak ke dokter malah akan ke rumah bibiku lagi untuk mengambil obat minum rempah padahal isinya cuma daun bidara dan daun - daun kampung lainnya dan pamanku tidak mau berobat ke dokter dan kami juga sudah menyerah untuk menasehati paman karna kami tau pamanku ini sangat pelit sekali dan jikapun bapak berbicara rasanya sia - sia pamanku pasti akan tidak mendengarkannya dan kulihat bapak menarik napas dalam, katanya jika disuruh memilih ke rumah bibiku maka bapak memilih akan ke rumah sakit saja bagaimanapun di rumah sakit kita bayar dengan bpjs dan disini kita harus bayar mahar tetapi belum tentu juga kita akan sembuh dan pamanmu itu katanya lemas dan tidak kuat bekerja lama - lama dan jika bapak lihat pamanmu ini sakitnya di jantungnya dan bukan karna anak Kunti yang di gendong atau guna - guna dan bapak juga sungguh tidak mengerti pamanmu ini malah malas disuruh berobat ke rumah sakit kata bapak kepadaku.
Hari ini ibuku masak sambal terasi yang sangat enak dan ada juga opor yang baru dimasak ibu di rumah bibiku karna banyak tamu yang berobat disana maka ibu sering sekali membantu memasak atau mencuci pakaian pasien itu bapak sudah marah jangan lagi mencuci ataupun meminta apapun kesana katanya karna bapak tidak makan uang yang datangnya dari orang - orang yang mencari jalan singkat dan untung juga bibiku bukan ahli guna - guna dan juga bibiku bukan pemuja si lusifer tetapi aku heran kenapa Lusi sering sekali tersenyum disana dan sejak kutanyakan kepadanya setan itu juga harus baik tetapi tidak yang baik sekali karna setan itu tetap aja setan katanya dan yang di lakukannya tetap aja untuk memuja setan jadi untuk membantu hajat orang - orang yang jahat maka harus ada doa orang baik juga katanya kepadaku dan aku hanya heran saja.
Tetapi kami mau pulang saja bibi kata kak itu dan aku sudah merasa sehat dan ibuku juga mempunyai uang yang banyak untuk bayar mahar dan rumah bibi disana juga masih banyak orang yang mau berobat dan jika kami menunggu tentu akan sangat lama kami akan tinggal disini bibi dan jika paman dan bibi berkenan maka besok.kamimpulang ke kota kata kakak itu dan pesan bapakku jangan menjadi perempuan sombong hormati bapak dan ibumu dan juga saudara - saudaramu bekerjalah dengan hati yang tulus dan jangan lupa ibadah yang baik dan lakukanlah pekerjaan yang baik dan jangan menyakiti hati orang karna kamu akan di hantu i lagi setan itu dan jangan suka termenung tetap bersyukur kepada Tuhan dan jika ada rejeki tetap berbagilah buat sesama dan pesan bapakku itu sangat sederhana sekali anak kecil sering sekali berbau ketulusan dan keikhlasan.