
Karna sudah banyak dukun yang baru dan banyak orang yang berobat ke rumah bibiku tetua sepertinya tidak diperhatikan lagi dan mungkin tetua tidak cocok dengan si lusifer karna tetua tidak pernah mau untuk di bayar dan di paksa pun mereka tidak akan mau untuk menerimanya dan benar saja kasihan nasib tetua kampung kami 6ang sekarang ini mereka hanya makan ubi rebus saja itupun di minta dari warga sekitar sedangkan kehidupan bibiku sudah mulai meningkat saja dan dilihat dari penghasilan bibiku sangat berbeda sekali dengan tetua yang sungguh nasibnya sangat miris bahkan untuk makan saja mereka susah, bapak masih berkeluarga dengan tetua itu dan tentu saja bapak memberikan bantuan semampu bapak dengan membawa ikan dan beras karna kami memiliki padi yang baru panen dan bapak memberikan itu kepada tetua itu satu persatu - satu sehingga tetua itu paling tidak merasa mempunyai teman di kampung ini bukan malah di asingkan dan mereka tidak mempunyai lahan dan tetua itu memang haruslah di rumah dan menjaga hutan tetapi dengan keadaan sekarang ini kalau tetua tidak bekerja tentu saja mereka pasti tidak akan makan kalau hanya mengandalkan alam saja kata bapakku dan bapakku kini mencangkul di belakang rumah tetua untuk menanam keladi atau ubi sebagai gantinya untuk tetua tentunya dan tetapi mengatakan panjang umur dan sehat selalu kedepannya katanya kepada bapak dan setiap hari bapak begitu jika ladang atau sawah kami sudah di kerjakan bapak maka bapak bisa membantu para tetua yang sudah sepuh itu.
Hari ini kami akan membantu membersihkan kebun tetua yang sudah kami tanam dan akan kami tanam ubi yang baru, ubi yang lama sudah tinggal sedikit saja karna tetapi sudah membuat menjadi singkong rebus untuk penyambung hidup mereka dan tetua juga sudah meminta padi saja karna mereka yang akan menumbuknya menjadi beras karna bapak juga membantu para tetua lainnya beserta ibu jadi mereka meminta padi saja dan bapak sangat senang sekali kerjaan bapak bisa berkurang dan sebahagian padi itu ditanam di belakang rumah tetua dan supaya tetua juga tidak bosan bisa menyiangi sedikit demi sedikit pohon padi itu dan benar saja anak - anak tetua sangat rajin sekali dan menambah padi - padi menjadi lahan yang berkembang dan mereka tidak kesulitan lagi lauk untuk makan dan kadang kami juga dapat sayuran yang bagus dari tetua tentunya.
Bapak pernah berpesan kepada jangan menjadi sombong ketika kita mampu tetapi jadilah orang baik saja karna hidup cuma sekali dan mati, aku banyak dapat pelajaran hidup dari bapak bahwa hidup ini adalah bekerja keras dan berdoa kemudian minta kepada Tuhan agar kita di berkati supaya berkat itu selalu ada katanya bukan mengandalkan iblis ataupun minta petunjuk kepada dukun ataupun orang pintar katanya dan aku juga mengatakan kepada bapak mengapa bapak membantu tetua dan bapak mengatakan tetua itu tidak pernah meminta uang ataupun berbicara bohong kepada orang - orang dan tetua tidak pernah membusuk kan orang lain, tetua itu hanya mengajarkan adat dan tentang apa yang dari dulu kita dapatkan dari alam dan tetua percaya pada Tuhan dan bukan mengandalkan iblis makanya hidup tetua itu begitu saja kata bapak kepadaku.
Aku.melanjutkan jalanku dan kulihat si Lusfer di iblis juga sedang berjalan dan sepertinya dia akan berjalan ke kuburan dan ada seperti orang meninggal dan kenapa tidak pemberitahuan juga ada yang meninggal dan sekilas aku melihat ibuku disana dan tidak ada bapakku dan orang kampung juga tidak banyak menemani dan kemana yang lainnya apakah mereka sudah pulang ke rumah masing - masing dan kulihat acara penguburannya juga seperti aneh sekali si Lusi senyum saja dan tidak ada komentar karna sudah mau malam akupun segera pulang dari sana karna aku takut bapakku mencariku lagi.
Di tengah perjalanan aku bertemu dengan seorang gadis kota yang menaggis dan bajunya juga penuh dengan darah dan dia mengatakan kepadaku mau pulang ke rumah ibunya yang di kota, memang aku tidak mengenalnya dan sepertinya dia juga bukan orang kampung kami dilihat dari pakaiannya sepertinya orang luar daerah, kak mau kemana dan kenapa nanggis disini kalau mau ayo pulang kerumah kami dan besok kami antar ke kota kataku kepadanya dan dia mengatakan tidak karna menunggu temannya dan teman kakak dimana aku soalnya harus segera pulang juga nanti bapakku marah air mandi di belakang belum kuisikan kak, kalau kakak mau dan tidak punya tempat tidur mari kataku dan kakak cuma menaggis saja ya sudah ya kak aku pulang dulu karna sudah sore, kalau ada apa - apa kakak bisa ke rumah bapak itu dia nanti yang akan membantu kakak karna bapak itu tertua di kampung ini kataku dan diapun menundukkan kepalanya dan akupun melanjutkan perjalananku pulang dan tiba - tiba di Lusi ada di dekatku dan mengatakan kakak itu adalah hantu dan tidak bisa pulang karna masih menunggu orang tuanya membawa mayatnya untuk pulang dan mayatnya belum di temukan kata Lusi dan kenapa dia meninggal juga kan tidak ada orang yang meninggal harinini Lusi kataku dan si Lusi mengatakan ada barusan mobil mereka kecelakaan akibat supirnya yang mabuk dan mayat mereka sudah masuk ke jurang dan ada yang sudah hanyut di sungai itu kata Lusi dan aku mengatakan kepada si Lusi sok tau kamu Lusi biasanya kamukan sukanya menyesatkan orang - orang dan kina malah kamu jadi baik dan maksud kamu apa Lusi kataku, si Lusi hanya tertawa dan lihatlah mahamu memerah dan gigimu menghitam Lusi dan pasti ada rencana yang kamu sembunyikan dan pastinya kamu juga Lusi yang membalikan mobil mereka itu bukan? dan si Lusi mengatakan manusia yang sudah banyak dosa tidak usah di biarkan lama hidup dan aku juga membunuh mereka karna mereka tidak ada yang benarnya dan mereka serakah kata Lusi kepadaku.