
Terus bagaimana, apakah Tetua akan menunggu bapak aku pulang atau nanti kamu akan ke rumah tetua sekalian mengantar bahan - bahan yang akan di berikan ke tetua, kira - kira jam berapa bapakmu akan pulang nak, tetapi tetua akan menunggu saja karna kalau tetua pulang sangat susah sekali rasanya , apa yang mau tetua belum bisa tetua katakan kepada bapakmu dan mungkin besok wabah ini semakin merajalela dan tidak ada yang sehat lagi.
Kalau begitu kita ke sawah aja tetua daripada nanti tetua lama menunggu, aku antarkan ke sawah saja, tapi itu bapak sudah pulang tetua dengan ibu dan kakak serta adikku, tetua mengapa tau mereka tadi sudah datang dan mari kita masuk ke dalam dan menunggu di dalam saja tetua, kami masuk ke dalam rumah sambil menunggu bapak dan ibu.
Wah ! Ada tamu rupanya kata bapak, ada apa tetua kenapa tetua datang ke rumah sepertinya ada hal yang penting untuk di bicarakan.
Aku melihat banyak hal yang tidak mungkin disini terjadi, jin berkeliaran di mana - mana dan wabah belum juga berhenti dan wabah itu juga malah bertambah banyak dan bau nanah di tubuh yang terkena semakin bau saja, aku yakin pasti ada campur tangan dari jin atau setan sehingga sangat bau sekali kata tetua.
Aku juga melihatnya jin di sepanjang jalan dan memakan bangkai busuk, mungkin mereka mendapat makanan dari yang memelihara karna sudah berhasil mencapai target apa yang di suruh kata bapak lagi, untuk apa kemeyan pak? Apakah untuk makanan jin tersebut ? Paman membelinya banyak kemarin waktu aku ke kota.
Pamanmu mungkin membuat wabah untuk supaya orang - orang datang kepadanya berobat dan supaya terkenal ke seluruh desa dan tentu saja supaya paman di kenal, paman sekarang sudah tamak dengan uang, mungkin juga ada hal lain yang di sembunyikannya!
Betul, kalau itu aku yakin pak, paman menyembunyikan sesuatu kepada kita, mungkin paman akan mengambil sesuatu, mungkin tumbal atau pesugihan yang mengorbankan nyawa seseorang, untuk pemujaan ke siluman ular kata tetua.
Tetapi mengapa paman melakukannya disaat orang lain melihatnya, bukankah itu sangat patal pak, paman tidak mungkin tau tetua pasti bisa melihat jin itu dan bapak juga, paman tidak tau kami bisa melihat jin, yang dia tau hanya untuk kepuasannya saja, mungkin lebih baik kita diam saja dulu dan tidak usah banyak bicara kita dengarkan apa kata mereka.melalui jinnya, dan ini sudah malam mari kita antarkan tetua sambil membawa bahan makanan ke rumahnya.
kamipun mengantarkan tetua ke rumahnya sambil berjalan saja kata bapak, tetapi aneh semua jin itu tidak kelihatan lagi, aku binggung mengapa jin itu pada tidak kelihatan padahal ini sudah mau malam dan biasanya jin itukan keluarnya malam, karna malam adalah siangnya mereka tetapi tidak ada satupun yang kelihatan dan Lusifer juga tidak pernah kelihatan, ya sudahlah terserah paman saja paling paman nanti yang terkena akibatnya karna ulahnya sendiri bermain dengan setan, setan juga tidak akan menggangu orang yang baik, setan takut mengganggu orang yang baik.
Paman, mau ngapain gedor pintu belakang kami, apakah ada sesuatu yang membuat paman datang tengah malam begini, bukankah ini sudah malam paman ? Ini jam istirahat dan lihatlah masih dini hari dan paman sudah membuat aku tidak bisa tidur kataku kepadanya, aku perlu dengan bapakmu mau minta tolong untuk pinjam pisaunya katanya lagi, paman bisa pinjam besok saja ini sudah malam, aku menutup pintu dan segera ke kamar kulihat mereka masih di luar, bagaimana tuan , apakah tuan bisa masuk ke dalam dan mengambil bunga surga itu kata jin itu kepada paman, tidak aku tidak bisa masuk, sekarang mari kita pulang saja, paman pun pulang dan lihatlah pagi ini dia sudah datang bertamu ke rumah kami.
Ada apa kata bapak, kenapa kamu datang pagi begini ? Aku saja belum sarapan dan belum lagi mandi, lho paman lagi, kemarin jam 12.30 paman datang pak ke rumah pada saat aku ke kamar mandi dan katanya meminta pisau bapak, ini paman datang lagi kataku dan paman mau pisau lagi kah?
Untuk apa pisau tengah malam, bukankah kamu punya? Pisauku juga pisau biasa yang biasa kubawa ke ladang untuk potong bambu, kalau mau biar kuambil kan, jadi biar ku ambilkan kata bapak.
Sebenarnya aku mau minta bunga surga dan bunga dapat bang karna aku membutuhkannya untuk ritual ku makanya aku datang malam ke rumah abang, bunga itu ada di hutan bukan di rumahku dan jikapun aku punya pasti susah berbunga kita harus melakukan kebaikan yang banyak baru bunga itu berbunga dan jikapun berbunga akan sangat sulit mengambilnya, aku pernah menanam bunga itu tetapi bunga itu hilang dan mungkin ada disini tetapi tidak mau memperlihatkannya kepada kita kata bapak.
Tetapi jinku mengatakan bunga itu ada disini karna baunya rumah kalian sangat wangi dan tidak bisa di tembus oleh jin, jadi kamu sudah menembus rumah kami dengan jin, kamu tau sendiri bahwa turunan kami tidak bisa di tembus oleh apapun, makanya kamu sendiri yang datang untuk menembusnya ! Ada - ada saja kalian ini.
Kalau mau bunga itu pergilah ke hutan dan carilah di sana, mudah - mudahan bunga itu berkembang dan aku tidak bisa mengantarmu karna aku tidak perlu bunga itu karna siapapun yang memerlukannya harus mendatangi sendiri dan jika kita kesana berarti bunga tidak menampakkan dirinya, kamu yang perlu maka carilah kata bapak kepada paman.
Tapi bang, aku sudah kesana tetapi aku tidak mendapatkannya, kalau niat kamu baik maka bunga itu akan menolong, jika niat kamu jahat maka sampai kapanpun tidak akan bisa menemukannya jadi ambilah bunga itu untuk kebaikan bunga sapa yang wangi banyak tumbuh sepanjang jalan ke ladang.