Game Setan

Game Setan
Bab 32


Malam harinya kami akan mengantarkan makana. Cemilan yang di buat oleh kakak dan sudah jam sepuluh malam dan tentu saja kami harus menyeduh kopi kembali, karna kopi di rumah sudah habis makan kamipun menumbuk kopi itu bersama - sama.


Lewat jam sepuluh malah kamipun mengantarkan bersama - sama karna adik kalau di tinggalkan katanya takut walaupun dalam keadaan tidur, sesampainya di balai desa orang - orang kok semakin banyak dan untuk kopi dan teh yang kami buat untuk semuanya masih cukup dan tentu saja lebih.


Bapak dan ibupun datang dan kemudian meminum teh terlebih dahulu dan kemudian kopi serta mengambil ubi goreng yang baru masak dan rasanya enak kata ibu dan kemudian ibu menyuruhku memberikan kepada paman dan kali ini adikku tidak mau ikut minum dengan bapak lagi katanya gak mau pak sudah kenyang dan setelah ini, nanti jam tiga pagi kalian antar lagi teh dan kopi ya nak, apakah masih ada untuk stok kalian dan jangan lupa nak buat cemilan lagi, jangan gorengan untuk jam tiga pagi kata ibu kembali.


" Apa kamu gak heran dek kenapa kita yang menyiapkan makanannya ? "


" Tidak apa kak, kita juga memberikan untuk bapak dan ibu dan paman juga ? "


" Kenapa harus kita dek, kita lakukan saja kak, jangan mengeluh ? "


" Kakak tidak mengeluh ataupun bilang capek ? " Cuma.aneh saja dek, habis mengantarkan makanan kita langsung di suruh pulang buat makanan lagi.


" Ayo kak, kita jalan saja pulang ke rumah ya ? "


Bang, adek melihat sesuatu di jalan itu, banyak ulatnya bang, makanya abang bilang ayo jangan mikir yang lain


Tapi ulat itu banyak di jalan bang, ulatnya kayak belatung di jalan bang dan aduh bau bang.


Sudah jalan aja, jangan mengeluh ya, biar gak lihat apapun, untung masih ulat dek.


Kamipun langsung sampai di rumah dan langsung mempersiapkan lemet ubi, yang kami antarkan Jan tiga pagi nanti, aku berserta saudaraku dan kami mengerjakannya sampai jam 12.00 malam dan aku menyuruh kakak dan adikku tidur sedangkan aku masih menumbuk kopi yang akan kami seduh sambil memasak air panas.


Jam 02.00 dini hari mataku sudah melihat hal - hal yang aneh akibat mengantuk dan segera ku buat kopi tentu saja dan segera membangunkan kakakku karna sudah jam setenggah tiga pagi.


Kamipun menyusun semua cemilan itu dan segera membawa ke balai desa. Aku juga tidak tau kekuatan apa yang kami punya sehingga adik dan kakak tidak mengeluh lagi dan sampai di balai desa nampak ibu dan bapak yang lemas sekali.


Aku melihat banyak sekali orang yang di balai desa padahal sudah jam tiga pagi, apa mereka tidak pulang dalam hatiku dan apakah makanan yang kami buat itu cukup dan setiap kami mengambil tantang semuanya habis dimakan.


Kata bapak apa yang ada di dalam kedai saja, untuk besok pagi kami sudah di beri telor dan mie untuk di goreng serta sayur mayur nya untuk sarapan pagi, tetapi kopi yang mau di buat masih kurang gulanya saja serta teh.Untuk sarapan pagi ini aku harus ke kedai mana lagi yang terbuka seperti kata bapak kami harus membeli atau boleh utang saja.


Sampai di rumah sudah subuh dan aku mengatakan kepada kakak untuk membangunkanku dan aku cuma tidur di kursi biar cepat bangun dan jangan sampai mereka menunggu pagi.


Tiba - tiba kakekku membangunkanku dan cucu kakak ayo bangun sudah mau pagi kasihan ibu dan ayahmu katanya cepat pergilah ke kedai kata kakek.


Akupun terbangun, kakak dan adik ku pun ikut tertidur dan akupun membangunkan mereka dan mengatakan segera masak air panas dan segera merebus mie dan telor mata sapi ya kataku dan kami membagi tugas masing - masing.


Kak aku pergi sebentar membeli gula ya ke warung sebelah soalnya cuma warung ini yang terbuka soalnya yang lain masih tutup kataku, beranikan kakak di rumah bersama adik lagian cuma sebentar itu kelihatan dari sini kak, kakak menganggukkan kepalanya dan akupun pergi ke warung.


Sampai di warung aku meminta gula serta kopi jika ada kataku dan bibi warung langsung memberikan gula yang banyak dan aku mengatakan cuma sedikit aja bik kurangnya bawa saja manatau untuk siang nanti soalnya acaranya sampai siang dan bawa saja tidak usah di bayar dan ini roti untuk siang nanti dan telor untuk siang juga soalnya sore tidak lagi kata bik warung itu.


Terimakasih bik kalau begitu, aku membawa barang itu ke rumah dan langsung mengaduk teh kopi dan teh manis serta sarapan pagi dan kamipun mengantarkan ke bapak dan ibu di balai desa.


Aku melihat bapak serta ibu lemas sekali dan aku juga mengatakan akan ikut ke kuburan mengantarkan mereka dan bapak mengatakan jangan nak, kamu buat sambar telor yang di kasih di warung mudah - mudahan acara sore selesai dan siang ini bapak dan ibu tunggu dan kalian pulanglah dan apa yang di rumah bawa semuanya kemari karna kami akan persiapan ke kuburan dan selesai jam dua siang dan tunggu ibu dan bapak dan nanti kamu ambil kelapa muda dan buat seperti yang bapak buat buat dan ambilah kira - kira tujuh buah kemudian bawa kemari dan selesaikan masakan siang kalian walaupun ngantuk tahan dulu.


Ambil kelapa hijau yang muda di samping rumah saja kalau sudah tua cari yang di kebun belakang ada beberapa yang masih muda pendek nak, ayo segera kalian persiapkan semuanya jangan sampai telat kata bapak lagi.


Kamipun pulang dan segera melakukan apa yang di katakan bapak, mengolah semua makanan sisa dan membawanya ke balai desa lagi tetapi bapak dan ibu belum datang sedangkan kepala yang di minta tujuh sudah kami buat bahkan di balai desa tidak ada siapapun bahkan orang kampung juga gak ada kelihatan, mungkin mereka ke kuburan dek kata kakak, kita sudah nunggu kak jam dua kata bapak, yang sudah ayo kita bersihkan saja meja dan semuanya peralatan ini dan ketika mereka pulang nanti tidak ada yang kotor kata kakak.


Sudah satu jam kami menunggu tetapi bapak dan ibu serta yang lainnya belum ada yang datang, bagaimana ini Tuhan dan seketika aku melihat paman yang datang dengan lelah sekali dan sepertinya kehilangan tenaga.


" Paman bapak dan ibuku dimana ? "