
Desaku jauh dari kota tetapi bukan desa tertinggal karna sekarang sudah ada televisi dan penerangan lainnya, untuk kulkas masih jarang yang punya ada tetapi penduduk lebih suka ke sungai untuk mencuci, masyarakatnyapun masih suka ke dukun ataupun apa namanya ya orang pintar padahal kalau dilihat biasa2 saja orangnya, tapi yah kepercayaan orang kita tidak tau dan tidak bisa memaksa.
Hari ini nenek kami meninggal karna sudah tua sekali dan untuk meninggal harus dibuat beberapa ritual mengeluarkan isi dari badannya katanya, aku disana masih kecil melihat apa yang terjadi dan dengan mata yang tak pernah berkedip, kulihat ada piring batu jaman dulu dan di atas ada jeruk purut serta daun sirih, dan entah benar atau tidak kalau ritual ini dilakukan maka akan banyak yang akan meninggal begitulah kata tetua dikampung kami, aku melihat bagaimana tetua itu mengeluarkan tetapi yang kulihat di mataku tidak melihat apa2, yah benar saja kata tetua itu susah untuk di cabut karna sudah mendarah daging.
semua tetua itu mengucapkan doa bersama2 dan nenek kami itupun pergi dan di kuburkan di perkuburan desa kami, belum lagi malam balai desa sudah ada lagi yang meninggal, kamipun lanjut ke balai desa melihat siapa yang meninggal dan ternyata adalah bibik kami akarnya minum racun, kenapa bibik itu meninggal padahal.masih gadis, aku yang masih kecil mendengarkan saja apa yang dibicarakan tetua itu, mereka berbisik bisik saja, malampun tiba anjing melolong jauh dan keras sampai aku mendekap ibuku, kata ibu kalau kamu ngantuk pulang saja dulu walaupun aku nakal untuk pulang ke rumah saat ini aku juga takut, karna bapak dan ibu masih dibalai desa, yah jangan sampai 7 orang yang meninggal baru aman kampung kita ini kata tetua itu, kita lihat nanti saja bagaimana besok kata tetua yang lain, tengah malam kami pulang ke rumah, suara anjing yang melolong panjang dan sangat menganggu, karna sudah malam akupun tidur karna besok aku harus ke sekolah, ibu dan ayah juga sudah tertidur, pagi ini kami semuanya ke sekolah dan karna pulang sekolah sudah tengah hari Kamis tidak diperbolehkan ke balai desa lagi, karna jarak balai desa ke rumahku itu lumayan jauh untuk berjalan kaki, jadi kami dirumah saja, masih jam 14.00 tetapi orang sudah berteriak ada yang meninggal hanyut di sungai anak kecil karna ayahnya sedang berjudi anaknya main di aliran air dan hanyut, dan sebentar juga kedengaran ada yang meninggal di kota dibawa pulang ke rumah dan belum menikah, semuanya tetua itu saling pandang siapa lagi yang akan di ambilnya kata mereka, ini sudah yang muda dan anak, mereka menghembuskan napas, aku diam saja pulang karna kuyakin mati adalah takdir Tuhan bukan manusia, dan jika ada yang meninggal tentu saja karna sudah tua ataupun sakit atau teledor, 3 malam sudah berlalu dan semua sudah di kuburkan di tempatnya masing2 dan benar saja semuanya tertidur dan aku cuma mendengarkan lolongan anjing itu panjang sekali dan entahlah rasa percayaku mulai berkurang dan entah apa yang terjadi besok dan besok, dan malam ini rumah rumah sepi tidak seperti biasanya sunyi sekali..dan lagi lolongan anjing kampung kami sangat panjang dan menyayat, kata nenekku kalau begitu anjing menggonggong tajam ada mahlup kasat mata yang lewat, karna mereka yang bisa melihat katanya, tapi aku melihat keluar dan tidak ada siapapun diluar, aku berdoa menghilangkan takutku dan bisa tidur dengan nyenyak malam ini dan lagi anjing itu seperti ada yang mau di sampaikan entah apa.