Game Setan

Game Setan
Bab 74


Pergi kemana paman? Ke laut pesisir Jawa karna mereka berasal dari sana bukan? Kalau memang ada jangan kamu sembunyikan nak, pulangkan lah ke habitatnya karna itu akan membuat dukun seantero dunia ini datang mencarinya kata paman, paman itu cuma bau parfum yang aku beli di kota dan cium lah, mereka tidak salah mencium sesuatu kata paman lagi, ita paman kemarin bapak mengambilnya di tempatnya dan membawa pulang untuk mengobati ibuku yang sakit tetapi sudah habis paman, bila bapak pulang coba paman tanyakan lagi soalnya bapak masih menjual buah persik ke kota bersama paman said kataku, ya sudahlah kalau begitu paman pula g dulu, paman masih ada pasien di rumah.


Aku melihat paman pergi dan aku yakin paman pasti kembali ke rumah lagi dan memastikan apa.yang kukatakan kepada bapak lagi nanti dan paman ini memang susah untuk di beritahukan kalau masalah begitu pasti di cari sampai dapat dan paman lebih percaya kepada demit nya daripada kepadaku dan aku hanya tersenyum saja untuk itu, bukan urusanku juga bukan?


Bapak pulang dari kota dengan membawa berbagai makanan dan tentu saja dengan paman said dan aku yakin bapak letih sekali, belum lagi ke sawah sore hari lagi dan bapak menyuruhku memberikan uang kerja paman said dan tentu saja sudah uang bersih dan bibi juga menitipkan baju seragam untukku dan kakak dan adikku juga serta berbagai macam peralatan sekolah dan itu membuatku semangat untuk belajar dan bibiku juga sudah memberikan rumah lagi untuk katanya bapak sudah atas namaku, bibiku juga memberikan hasil penjualan buah itu secara berkala dan aku tidak melihat bibi mengambil keuntungan buatnya dan sudah sering mengatakan kepada bibi agar mengambil bagiannya tetapi bibiku sudah menganggap aku anaknya katanya begitu selalu dan selalu.


Bapak sudah memasukkan ke sebuah toko di kota nak karna permintaan buah itu semakin banyak tetapi orang kampung belum juga ada yang mau memetik dan bapak tidak bisa mengiyakan untuk buah itu Minggu depan, kamu juga sekolah bukan dan mungkin depan bapak akan membantu pamanmu said mengutip buah saja sana dengan buah beri liar itu juga di minta karna sekarang banyak yang terkena covid 19 jadi untuk buah itu pesanan membludak dan tadi saja mereka bayar untuk 1 kg sangat mahal, bapak sudah memberikan no rekening kamu nak, untuk belanja saja dan sekolah kakak dan adikmu saja


Paman aku sudah mengirimkan beberapa buah untuk di perlihatkan ke pada temanku di luar negri karna disini banyak sekali buah yang masih di produksi, biasakan paman dan sadik mengirimkan ke sana, nanti aku akan mendatangkan yang mengutip untuk setiap produk paman dari kota dan temanku sudah membayar mahal dan akan mengirimkan langsung pembeli kemari dan mungkin besok akan datang dan buah - buahan itu tidak akan busuk di pohon karna ke dengar dari adik buah itu akan busuk kalau tidak segera di panen dan nanti akan di kirim ke nomor rekening adik untuk pembayarannya paman, mereka akan datang tiga mobil besar dan dengan 10 orang bantuan dan paman tidak usah khawatir karna mereka yang bayar temanku itu daripada buah itu busuk di pohon dan tidak usah di berikan makan siang paman, mereka sudah membawa semua perlengkapan serta minum yang banyak karna mereka bisanya juga mengutip kopi, paman dan adik menemani saja begitu juga paman said dan mereka akan mengutip itu dengan sangat cepat tentunya sebelum sore sudah selesai dan mereka berangkat subuh nanti dari kota dan tidurnya di mobil paman.


Aku kasihan melihatmu adikku dan juga paman dan kakak terkahir memang sudah biasa punya pekerja dan biarkan mereka bekerja membantumu dek, bair hasil buah tidak terbuang dan pohon itu akan berbuah terus karna akan di potong cabangnya dan setelah memetiknya mereka akan menyerangnya kembali suka bulan depan buahnya sudah lebih banyak dan tenang saja itu sudah di bayarkan dan kami sangat sulit untuk mencari buah itu dan perusahaan kakak bergerak di semua bidang dan kalian tidak usah kuatir akan hal itu, doakan saja kak Merry ini sehat selalu dek.


Aku mencium bunga itu dek dan aku melihatnya mekar dan melayang di sekitarku dek, baunya sangat harum sekali dan membuatku harum sepanjang hari, aku tidak ingin lancang kepada kalian sekeluarga dan aku bersyukur kalian sudah menyembuhkan ku dan kini aku tau bunga surga itu melayang di bawa awan bahkan saat aku tidur dia menjagaku dek, mengikutiku sampai aku terjaga, tetaplah menjadi baik kak Merry dia akan mengikuti kak Merry kemanapun dan jangan membiarkan orang lain mengambilnya jika sudah tidak bersamamu berarti aura jahat lah yang mengikutinya kak Merry.


Setelah menyatu dengan dirimu maka kamu akan sembuh kak dan kak Merry bisa pulang, tidak akan ada yang bisa teluh atau santet atau apapun begitu juga dengan ibu kak Merry, karna itu jangan serakah dan lakukan yang baik kataku sambil memberi makan ayam kami dan aku menangkap tiga ekor di potong nanti malam.


Bapak memanggilku dan kulihat paman dengan jinnya tidak bisa masuk ke rumah kami dan paman mau untuk buah akan di beli oleh pasiennya karna masih ada sisa di rumah aku memberikannya secara gratis kepada paman dan paman ribut dengan bapak karna durian ungu juga mau katanya dan bapak mengatakan kepada paman jika makan durian itu maka paman akan mabuk dan sengaja itu di sembunyikan di kebun karna akan membuahkan dan besok akan di bawa ke luar negeri untuk setiap buah di hitung satu biji aja dan di bawa ke kota kata kak Merry kataku.


Merry siapa yang kesurupan itu ya, yang ku antarkan kepadamu nak dan aku menolak mengobatinya karna miskin tetapi kamu mengobatinya bang ? Sungguh memang dasar orang miskin katanya lagi, untuk apa kamu obati orang bapaknya yang mau dia mati dan seluruh harta ibunya jatuh ke tangan bapaknya, kata bapaknya kepadaku di suruh bunuh aja tetapi kamu sembuhkan bang ? Pantesan bapaknya masuk rumah sakit, teluh yang di kirimkan kembali kepadanya. ....