
Setelah beberapa lama kak Merry juga sudah pulang ke kota, karna kak Merry memang sudah sembuh dan tidak akan terkena gangguan santet lagi, karna memang jiwa kak Merry dan ibunya bersih dan tidak pernah menganggu orang orang lain bahkan kak Mery selaku membantu orang yang kesusahan, maka.kak Merry cepat sekali sembuhnya dan lihatlah kak Merry begitu cerahnya ketika vidio call dengan kami dan kami tidak menyangka bahwa kak Merry memang orang kaya dan pamanku jika tau saja kak Merry adalah orang yang sangat kaya maka tentu akan segera menjadikannya pasiennya.
Hari ini memang cuaca panas sekali, aku juga juga di rumah saja karna matahari terik sekali, kami akan mengutip buah ke kebun, kelihatan di rumah paman mobil - mobil mewah kembali banyak dan paman mulai lagi bersinar kembali semenjak banyak pasien paman membeli daging ke pasar yang lumayan jauh dari desa kami dan sering sekali juga paman meminta di bawakan oleh pasiennya makanan yang di inginkan dari kota dan lihatlah sombongnya paman sekarang, bahkan jika lewat dari rumah kami tanpa menyapa atau menegur lagi.
Bapak hanya diam saja, mungkin karna merasa masih suami adiknya dan paman tidak mau ribut dengan paman karna bagaimanapun anak - anak paman masih ada kaitan dengan ibu adiknya bapak, jadi walaupun paman selalu menghina bapak, bapak kami selalu diam dan tidak pernah melawan kata - kata paman, karna di balik sipat bapak yang diam dia sangat menyayangi anak - adik bibi kami yaitu adik kandungnya bapak.
Sekali ini kami juga membagikan beras dan makanan ke warga kampung karna kak Merry berpesan agar membantu Mak Ijah dan yang lainnya yang sedang dalam kesusahan, kasihan kata kak Merry dan kami tidak menyangka di saat dalam.kesusuahan saja kak Merry masih mengingat mak Ijah dan untuk hidupnya sehari - hari saja Mak.ijah.mengantingkan hidupnya dari jualan pisang itu, untunglah pisang itu di hargai oleh kak Merry dengan harga yang lumayan tinggi.
Hari ini aku ke kebun untuk memetik buah dan si Lusifer mengatakan bahwa akan ada banyak wabah yang akan dikirim oleh pamanku ke dalam sumur warga yang menkonsumsi air umum kecuali yang mandi di rumahnya sendiri dan mengkonsumsi air itu maka akan tumbuh bisul dan jika di buat untuk mencuci maka akan Gatak - gatal hindarilah air sungai atau air sumur kalau pancuran tidak akan gatal kata si Lusifer.
Kenapa kamu baik sekali Lusifer bahkan kamu memberitahukan gatal ke pada badan yang akan mandi atau.menyuci di sana dan obatnya apa Lusifer kataku, kamu cari sendiri saja anak kecil jika aku memberitahukan obatnya berarti kamu adalah pengikutku bukan? Kamu cari sendiri saja, aku mau makan buah dulu, katanya kepadaku lagi
Aku hanya tersenyum, apalagi yang akan kamu lakukan paman dan si Lusifer, tidak pernah puas kah kalian membuat masyarakat kampung kami ini sedih dan lihatlah kalau terjadi apa - apa paman kamu tidak akan ada yang menolong, dengan cepat aku mengatakan kepada paman said untuk tidak mengambil air di sumur kampung dan ingatkan warga lainnya kataku dan mandi dan mencuci di air pancuran yang airnya dari mata air .
Tetapi paman juga mandi disana nak, habis pulang ke rumah karna memang di rumah kami tidak ada air dan minum di sana juga, paman ambil minum di pancuran bawah yang tidak jauh rumah ya dan mandi juga disana, paman lihat saja nanti jika ada warga yang gatal atau bisul berarti mandi di tempat umum kataku.
Malam hari Mak Ijah datang ke rumah kami karna badanya gatal semuanya katanya dan aku menyuruh mandi dan ganti baju dengan baju ibuku, kebetulan bapak sedang ke kota dan untuk seluruh badannya kami balurkan dengan kunyit, sekalian Mak Ijah juga meminum air kelapa hijau yang ada di di belakang rumah kami.
Mak Ijah ambil minum di rumah saja, mandi juga di sini saja sampai tidak gatal lagi dan ini ada obat gatal sementara dari pak mantri kataku kepadanya, kita masih nunggu salepnya dari bapak saja Mak, nanti Mak Ijah tidur di sini kalau sudah belum sembuh dan untuk air nanti aku usahakan mengalirkan dari pancuran rumah ke rumah nenek kataku kepadanya dan benar saja gatal di seluruh nenek Ijah sudah berkurang tentunya setelah minum air dari rumah kami.
Siang harinya aku mengambil Sekang di gudang dan mengalirkan air dari rumah kami ke rumah nek Ijah karna memang rumah kami dan rumahnya bersebelahan cuma nek Ijah belum punya sumur jadi masih ke balai desa ataupun ke pancuran cuma kalau ke pancuran harus menimba dan kadang kalau musim kemarau airnya kering, untunglah di buat kan tabung air oleh bibiku dan setelah di tampung airnya tinggal di putar saja air itupun akan mengalir dan siapa saja boleh mandi dan mencuci di sana.
Bapakku pernah mengatakan jika membantu orang jangan setenggah - tengah bantulah dalam waktu yang panjang sehingga bermanfaat buat orang itu, kebetulan ada di gudang tabung air dan triplek bambu dan akupun menyuruh tukang untuk membuatkan kamar mandi yang layak buat nek Ijah, kasihan juga nek Ijah sudah tua tidak punya keluarga lagi dan cuma kami lah tempatnya untuk mengadu ketika punya masalah.
Setengah hari kamar mandi itu sudah selesai, aku tinggal membayar tukang dan memberikan beberapa besar dan mengucapkan terimakasih banyak
Nek Ijah sudah mulai sembuh sejak di berikan salep tambahan oleh pak mantri dan obat yang di kirimkan oleh kak Merry, kak Merry sangat mengasihi nek Ijah dan sering sekali bertanya keadaan dari si nenek, hingga saat ini banyak sudah warga yang menderita hal sama dengan nen Ijah dan semuanya berobat ke rumah pamanku dan benar saja pamanku memberikan obatnya dan harus di tebus dengan membayar dengan uang tentunya.
Hari ini pasien yang gatal - gatal bukan hanya di dari kampung kami saja tetapi sudah mewabah ke kampung yang lain dan pasien paman menjadi banyak ......