
Setelah beberapa hari di rumah, kak Merry pengen ikut ke kebun dan sawah bapak yang menguning di ladang dan entah mengapa wajah kak Merry begitu senang dan bahagia melihat sawah, kemudian kamipun melanjutkan ke kebun untuk memetik buah untuk di bawa pulang, tiba - tiba saja kak Merry teriak dan teriak kembali, kemudian mencoba mencelakai dirinya , kami sangat terkejut semuanya lalu memberikan bantuan untuk kak Merry, tetapi tenaga kak Merry sangat kuat melebihi tenaga laki - laki, akupun.minta tolong kepada bapak.
Mengapa kak Merry bisa kambuh lagi padahal ini sudah beberapa hari harusnya kak Merry sudah sembuh tetapi ini kak Merry kambuh dan benar seluruh badannya kaku dan matanya keluar melihat orang, tunggu aku melihat kak Merry ini mirip seseorang ketika hidup dulu dan benar saja ini adalah jin yang sering berada di rumah paman.
Jin pergilah kalau tidak kamu akan kesakitan nanti kebetulan di sini banyak obat pengusir setan, kamu mau ketika meminumkan kepanasan kataku kepadanya, jin itu malah melotot kepadaku , mengatakan sambil teriak kamu itu anak kecil suka mengurusi hidup orang lain dan aku memang untuk datang untuk merusak hidupnya karna suruhan pamanmu.
Tetapi pamanku bukan yang meminta untuk membunuhnya tetapi kami mengapa kamu ingin membunuhnya, bapaknya sendiri yang ingin menjadikannya tumbal di kerajaan ratu dan ratu sangat menyukai gadis ini dan jika kamu ikut campur maka kamu juga akan di usik anak kecil.
Pergilah jin kataku dan kak Merry mulai menari di kebun dan menyanyi suaranya bagus dengan bahasa Jawa medok membangunkan seluruh setan yang di kebun yang tidur di pohon - pohon besar, obat yang kuberikan tidak bisa di minumnya dan selalu di semburkan dan tidak terminum sama sekali , kemudian dia menyapa semua setan dan demit di kebun dan memang di kebun kami masih di kelilingi hutan.
Haus katanya aku memberikan air campuran bunga sorga dan rempah yang kudapat di ladang dari jauh kulihat bapak membawa kelapa muda hijau beberapa dan bapak.memberiakan kelapa muda itu kepada akak Mery dan benar saja kak Merry menyukainya mungkin setannya menyukai air kelapa muda dan akhirnya akupun mengambil buah - buahan sekedarnya saja dan membawa kak Mery pulang.
Kamu tau dek, di desa kamu ini banyak emas kata nenek itu kepadaku, di bawah kebun durian kalian dan cobalah kamu bongkar katanya emas itu banyak sekali, tetapi kami tidak tertarik kak , sudah sering di gali oleh pendatang datang malah mereka semuanya mati dan tidak bisa kembali dan itu sudah terjadi sejak dulu, kemarin juga ada yang datang katanya untuk berwisata di kebun buah terakhir kerasukan seperti kak Mery dan mereka kembali dengan yang sangat dalam seperti di cakar oleh makhluk buas.
Menurut mereka di cakar harimau padahal kami juga tidak pernah bertemu dengan harimau apalagi harimau putih yang mereka katakan, di bawah itu ada sebuah telaga biru yang sangat indah tetapi jika kak seperti ini aku takut kak Merry akan hilang karna di telaga biru itu banyak orang yang sudah mati dan jin yang menunggui telaga itu selalu saja mengambil tumbal padahal jin itu adalah jin paman supaya makin sukses ke depannya.
Aku tidak mau kak, untuk hidup itu harus di nikmati dan bukan untuk di sakiti dan kak Merry lihat di desa kami ini sudah banyak barang moderen yang di bawa dari kota dan mungkin lusa kami akan memasang listrik ke kota dan meminta 8untuk memasangnya sampai kebun dan tentu dengan pembayaran karna di sana masih banyak warga yang tidak mempunyai lampu sering sekali meraka gelap - gelapan, aku kasihan melihat penduduk desaku ini tetapi niatku ini selalu di salah artikan oleh mereka.
Tetapi yang kalian lakukan itu membuat mereka malas dek, kamu lihat untuk metik buah saja merek tidak mau kecuali paman Said, tetapi beras dan uangnya mereka mau dan kamu lihatlah desa kalian seperti desa orang kaya tetapi tidak bangun dari tidurnya karna banyak orang yang memberikan mereka sumbangan dan terlebih lagi mereka malas bekerja dan hanya tidur saja.
Sebelum.kami memberikan sumbangan dulu kak tidak ada pria yang ada di kampung kami ini karna memang yang pria bekerja di kota dan sekarang sudah mulai banyak bekerja di kebun mereka masing - masing dan adat di desa kami inilah yang membuat mereka malas.
Kamu akan membuat mereka semakin malas dek, dengan semua fasilitas itu, lihatlah itu si nenek bekerja sedangkan anaknya yang laki - laki di mana dek, kamu membuat generasi kita yang malas dan tidak mau bangun mengejar mimpinya dan kini kita akan ketinggalan dan kembali ke zaman purba.
Rencana kak Merry akan membangun rumah sakit disini dek, cuma uang kak Merry belum cukup untuk bangunannya kalau obat mungkin kak minta bantuan sementara dari teman tetapi yang lainnya masih butuh kerja keras kayaknya.
Kenapa kak Merry punya rencana begitu, kita hidup di jaman yang sudah moderen tetapi kalian masih mengunakan obat tradisional disini, ampuh memang tetapi kerja obat itu lampah dan tidak efesien dek, kemarin kak sudah mengirimkan untuk di kirim obat melalui jasa pengiriman dari kota mungkin lusa datang, kak Merry sangat beruntung bisa.kamu obati walaupun kamu itu anak indigo, tetapi kamu tidak pernah sombong dek.
Ajari pemuda di desa ini untuk menyeimbangkan kebun buah - buahan hasil alam yang kalau di jual ke luar negeri sangat malas sekali tetapi tidak ada alasan kata malas dan terima bersih, kamu lihat bagaimana pekerja kak Merry ketika datang semuanya di hitung dengan waktu dan lihatlah pencapaian mereka, mereka bahkan sudah mempunyai rumah yang besar di kota.
Mereka tidak pernah mau di kasihani, iya untuk beras kamu berikan dek, bagaiman jika rumah mereka roboh dan atapnya terbang, apakah harus datang kembali meminta bantuan seng yang baru ? Atau sekalian buatkan rumah yang baru saja dan gaji per bulan....