
Bibiku yang kemarin meninggal itu sekarang sudah berbeda, bibiku itu sangat pintar sekali meramal masa depan orang dan orang - orang kota sekarang sering datang ke rumahnya dan setiap orang kota itu datang pasti membawakan banyak makanan mahal dan tentu saja aku senang karna bibiku itu tidak pelit sama sekali dan begitu juga tetangga dan sekelilingnya pasti di berikan makanan atau apapun yang bibiku dapat dan sekarang pamanku tidak usah lelah lagi ke ladang dan rumah mereka juga sudah di perbaiki dan semakin makmur saja hidupnya karna penghasilan dari mengobati orang bahkan bibiku juga bisa mengurut orang yang patah tangan atau kakinya dan tentu saja tidak di pungut biaya sama sekali dan bibiku cuma menerima seikhlasnya dari tetapi orang - orang selalu memberikan banyak dan yang paling aku heran kan bibiku juga sudah bisa memberi mobil pribadi untuk mengantarkan pasiennya dan tentu saja mereka sangat terbantu untuk itu.
Lama aku berpikir, ada apa dengan bibiku bukankah dia sebelum di nyatakan meninggal dulu tidak mengetahui tentang dunia ramal dan meramal dan menyembuhkan orang yang sakit patah tulang dan tentu saja bibiku dalam semuanya ilmunya ketika dia sudah sadar dari meninggal dulu dan bapak mengatakan kepadaku jangan menduga uang tidak - tidak jika bibiku salah didalam menyembuhkan orang berarti bibimu cuma pura - pura dan sekarang orang sudah banyak yang datang ke rumahnya dan kamu lihat sendiri bibimu sudah bisa membeli mobil pribadi dan sudah memperbaiki rumahnya biarlah rejeki bibi dan pamanmu ada disana kata bapak lagi dan aku hanya diam saja
Malam ini aku melihat si Lusi di atas genteng rumah bibiku dan menjilati genteng rumah bibiku itu dan tentu saja aku terkejut melihatnya Karana si Lusi ada di rumah bibiku dan mungkin saja tubuh bibiku bukan bibiku lagi melainkan roh atau jiwa yang lain tetapi bibiku masih bisa mengenali kami berarti bibiku masih bibiku yang dulu serta sifatnya masih sama dan kini bibiku lebih baik di bandingkan dengan yang dulu dan aku tidak tau kenapa si Lusi selalu mendampinginya dan semua orang juga tau bahwa di Lusi itu sifatnya iblis dan tentu saja di pikiranku mungkin si Lusi mengajari semua orang untuk menjadi baik padahal mereka sudah jatuh ke dalam dosa dan bukan ke dalam surga.
Aku masih melihat rumah bibiku dan sekarang jin setan lainpun berkumpul di atas genteng bibiku dan benar saja ada pasien bibiku yang sakit dan baru saja meninggal kata ibuku kedengaran ibu berbicara kepada bapak dan tentu saja ini membuatku jadi ngeri karna di atas genteng bibiku memang banyak sekali berkumpul segala makhluk halus lainnya dan untuk apa mereka berkumpul disana dan aku juga tidak tau mungkin mereka berebut untuk menjadikannya budaknya dan roh itu akan selamanya terpenjara dengan si Lusi dan tentu saja menjadi budaknya selamanya.
Aku ikut dengan bapakku untuk melihat mayat anak muda yang baru saja meninggal itu dan kelihatannya masih muda sekali baru berumur 20 puluh tahunan tetapi kenapa bisa meninggal kataku kepada bibiku dan bibiku menjawab dia kemarin kecelakaan dan datang kemari sudah sembuh tetapi bandel kemudian kecelakaan lagi dan begini jadinya tidak tertolong kata bibiku dan aku hanya diam saja.melihat anak muda yang ganteng dan katanya sangat kaya raya tersebut dan kukira orang tuanya kaya karna ikut menyerahkan dirinya kepada setan dan sejenisnya ya mungkin seperti si Lucifer makanya anaknya jadi korban keserakahan orang tuanya dan orang tuanya juga tidak peduli padanya buktinya dia tidak datang ketika anaknya meninggal dan bahkan lebih penting hartanya dan bisnis daripada menguburkan anaknya dan si anaknya belum juga di kuburkan.
Aku sedih sekali jika.bibiku dan si Lusi bergabung dan bahkan sekarang si Lusi semakin kuat saja dan sudah banyak orang yang menyembahnya dan meminta kepada si Lusi dan bibiku sebagai perantaranya sedangkan aku melihat bibiku setiap akan mengobati orang dan orang yang akan di obati percaya kepada bibiku dan apa yang di katakan oleh bibiku itu sungguh sangat benar sekali.
Aku tidak melihat apapun di rumah bibiku dan tidak ada Lusi dan setan yang lainnya di rumah bibi ataupun siluman yang mendatangi rumah bibi dan aku hanya mendengar bibi mengatakan beramal dan membagikan makanan kepada orang - orang yang membutuhkan dan setelah itu maka rejeki akan datang jika sudah datang bagikan lagi kepada orang yang membutuhkan kata bibiku kepada pasiennya.
Bibi memberi kami banyak sekali makanan kering yang di bawa oleh pasiennya dan bibi tidak bisa memakannya karna giginya sudah tak sanggup memakan makanan itu dan juga bibi mengatakan baju - baju itu untuk kami karna tidak ada yang memakainya dan bibi juga sudah membagikannya kepada tetangga dan kamipun pulang ke rumah dan membawa semuanya yang di berikan bibiku.
Usaha bibiku ini semakin maju saja tidak saja datang dari kota kami dan desa kami sekarang sudah lebih diperhatikan lagi karna bibiku ini sangat pandai melihat masa depan dan jika ada pejabat yang datang ke bibiku minta untuk dilihat ke depannya bagaimana masa depannya apakah dia akan terpilih untuk kedepannya, jika bibiku mengatakan bagus maka pejabat itu akan memperbaiki jalan ke desa kami yang memang sungguh sangat jelek.
Jalan desa kami cuma batu aspal dan jika hujan jalan ini akan becek dan setiap orang susah jika mau ke desa kami dan sekarang desa kami sudah lebih baik ada jalan dan lampu yang menerangi jalan ketika malam dan kami juga menikmatinya kalau ada acara di balai desa kami tidak akan takut lagi kalau pulang jika tanpa ibu dan bapak juga.
Hari ini bibi mengobati seorang bapak yang jatuh karna kecelakaan di jalan dan bibi meramu rempah untuk di berikan kepada pasiennya dan tentu saja ramuan itu adalah minyak di campurkan dengan tulang manusia yang sudah mati dan minyak itu di balurkan ke seluruh pasiennya.