Game Setan

Game Setan
Bab 64


Setelah aksi bakar membakar bapak di rumah paman kamipun pulang sebentar untuk melihat ibuku karna waktu aku tinggalkan sebentar ke rumah paman kondisi ibuku juga dalam keadaan tidak baik dan tentu saja menjadi pikiranku dan juga bapak dan juga karna kondisi paman sudah lebih baik maka kamipun pulang dulu ke rumah sekalian makan malam karna tadi siang cuma makan ubi rebus karna nasi bungkus yang di beli oleh sepupuku itu tidak cukup karna yang jaga paman ramai sekali mulai dari tetua sampai semua dukun ada di rumah paman belum lagi warga yang melihat aku hanya berpikir mengapa sebegitu banyak orang tidak ada bisa menyembuhkan paman padahal mereka adalah sama juga seperti paman ahli santet dan pesugihan dan mereka sudah biasa berteman dengan hantu ataupun demit entah pun anak - anak dari si Lusifer dan aku hanya menghela napas dan yakin sekali jika paman sembuh maka akan lebih parah lagi memuja iblis itu karna kulihat tidak ada penyesalan di hati paman sama dengan bibi mungkin paman lah yang menghidupkan dan membuat bibi mati dan menjadikannya timbul agar bisa menjadi lebih terkenal dan sejujurnya mungkin bibiku sudah dari dulu meninggal cuma di gantikan oleh roh yang lain yang menetap sedangkan bibiku sudah lama meninggalnya dan kamipun sudah mengerti mengapa paman sangat berubah ketika tarap hidupnya meningkat dan ketika bapak bisa mengobati orang dengan keahliannya maka paman menjadi iri hati dan dengki dan mengirim kan ke ibuku dan sungguh paman kalau tidak ada bapak mungkin paman sudah mati tadi.


Kami sampai di rumah, ibu sudah kelihatan lebih baik dan masak untuk malam wajah ibuku kelihatan masih pucat dan kelihatan lelah tapi ibu paksakan juga, ibu pergilah istirahat di kamar karna ibu kelihatan lelah kataku kepadanya, tidak usah nak , ibu pengen menghabiskan waktu supaya tidak terasa karna kalau tidur maka nanti malam ibu tidak bisa tidur, kamu mandilah bersama bapak karna masih ada jin yang buruk mengikuti mu dan pamanmu juga masih butuh kalian kemudian habis itu makan lah mungkin kalian sudah capek pulang dari rumah paman kata ibuku lagi.


Setelah mandi dan makan kamipun duduk di teras depan, cuacanya enak sambil ngopi kata bapak sambil kami bercerita tentang paman yang perutnya membesar karna santet yang di kirim ke ibu kembali ke pada paman dan santet itu tidak bisa di kirim lagi dan sudah mendarah daging ke paman, ibu mengatakan bahwa mungkin kalau paman tidak kuat akan kesusahan menahannya kata ibuku, entah apa yang merasuki pamanmu dan begitu iri dengan ibu karna kebun durian yang di berikan oleh bibimu yang di kota kepada ibu padahal ibu juga tidak pernah meminta kepada bibimu untuk memiliki kebun itu kata ibuku lagi, bapak mengatakan kepada ibu jangan terlalu memikirkan nya karna paman pasti akan berbuat sama kembali ketika sudah sehat dan mati serta hidup di tangan Tuhan.


Bapak memang selalu bijaksana setiap memberikan keputusan dan aku tau bapak hanya menyembunyikan statusnya sebagai orang yang tidak mengerti tentang penyembuhan secara alternatif dan bapak tidak mau dipusingkan dengan orang - orang yang sibuk untuk mencari harta dengan pesugihan dan bapak hanya mau menjadi orang biasa dan tenang seringkali bapak yang membantu tetua meracik obat untuk pasiennya dan bahkan bapak lah yang menyembuhkan pasien - pasien tetua itu dan sering kali bapak berbicara dengan jin atau genderuwo dan bapak hanya sekedar saja dan setiap kutanyakan kepada bapak hanya berkata sudah lah kita hidup untuk di nikmati bukan untuk di hormati selagi kita bisa membantu. Orang lain mari kita bantu dengan setulus hati kita dan jika kita mengharapkan sesuatu maka jangan lakukan kata bapak kemudian.


Tetapi apakah emang betul itu uang yang kalau kita minta sama setan bisa di belanjakan pak, di dunia mereka kan tidak ada uang, kenapa orang - orang pada minta uang atau emas ke si Lusifer ya pak, padahal kan di Lusi juga uangnya daun kataku dan mengapa orang - orang juga sukanya menyembah si Lusi kayak paman di rumahnya juga banyak sesembahan, ada kemenyan, bunga rampai serta ada juga pisau yang katanya ada jin yang menunggui dan jika kita sembarang berbicara maka jin itu akan membunuh kita kataku kepada bapak, tidak usah dipercayai itu semuanya toh itu juga akan balik jika tidak dengan bekerja tulus, buktinya pamanmu sampai sakit begitu juga tidak ada yang bisa menyembuhkan padahal pamanmu dukun yang paling hebat di kampung kita ini, sampai - sampai orang kota juga datang untuk di obati dan minta sesuatu kepada pamanmu dan jika pamanmu hebat sudah tentu dia biss menyembuhkan dirinya sendiri kata bapak kami lagi.


Dulu waktu bapak kecil bapak sering di kasihkan uang oleh mereka tapi sama kakekmu di suruh buang dan rupanya itu cuma daun kering, kata kakek kalau kita mau uang dan makanan yang enak harus bekerja dan mengumpulkan uang, bukan minta kepada setan karna apa yang di berikan oleh setan itu pasti minta balasnya. Bagaiman dengan ibu pak yang di berikan hadiah oleh bibi kebun durian itu sehingga orang - orang iri pada ibu dan tidak hanya paman pak kataku kepada bapak.


Biarkanlah nak, biar waktu yang menjawab semuanya kalau memang milik kita maka akan jadi milik kita dan kita hanya mensyukurinya dan memelihara apa yang sudah di berikan oleh bibimu dan bisa juga membantu perekonomian warga serta bisa menikmati hasilnya kita bisa makan durian.