Game Setan

Game Setan
Bab 42


Sekarang aku di penguburan tetua kami yang kami karna semua anaknya sudah datang dan tetua akan di kuburkan dan wanginya kubur tetua seperti wangi bunga pinang yang harum sekali dan kamipun merasakan semuanya wangi mayat tetua dan mayat tetua itu utuh dan tidak seperti yang di katakan si Lusi.


Di pohon beringin ini ada sebuah mahkluk yang sangat menyeramkan dan duduk di atas pohon beringin itu memandang orang - orang di bawahnya dan aku sangat jijik melihatnya mungkin yang lain tidak lihat tetapi aku melihatnya dan lihatlah dia berubah menjadi panjang dan tidak punya mata dan mukanya gepeng seperti arwah bayangan saja dan sudah selesai penguburannya.


Kamipun pulang kembali ke balai desa untuk membersihkan sisa makanan dan minuman serta sampah yang busuk akan kami tanam di tanah dan yang bisa di bakar akan kami bakar.


langit di atas mendung dan hitam dan petir bersahutan dan seolah mau menerkam ku saja.


Kulihat si lusi tersenyum dengan bahagia dan mengatakan dia mendapat pengikut baru dan sudah mengajak bekerja sama dengan Lusi dan besok mereka akan membeli.mobil.keluaran yang terbaru dan besok kamu akan tau bocah kecil dan aku Lusi tidak berbohong.


" Apa kamu mengikat perjanjian dengannya Lusi dan sampai tujuh keturunannya pun kau di gadaikan dan kutuk sampai mati Lusi dan apakah kamu tau kalau mereka baik maka mereka tidak akan mengikuti mu Lusi dan satu hal jika mereka masih sadar dan masih kuat imannya maka kamu dan kaummu akan hilang untuk selamanya Lusi dan manusia lebih tinggi derajatnya dari pada kalian demit.


Kamu lihat saja anak kecil bendera pemersatu setan itu berdiri tegak di rumahnya dan tentu saja aku bahagia dan aku akan menurunkan hujan dan petir sebagai hadiah untukmu dan segala macam setan akan berkumpul untuk berpesta.


Gumpalan awan hitam itu manusia robot yang siap menerkam di bawahnya dan kami lari ke balai desa tentu saj supaya terhindar dari petir yang ganas itu dan api keluar seperti berlari - lari saja di sana dan memercikan apinya seperti kembang api saja padahal baru jam tiga sore sudah seperti malam saja.


Si Tala kemarin dia datang ke goa yang di hutan di tempat di hutan larangan dan meminta kekayaan dan kemakmuran dan sekarang dia malah mempunyai mobil dan sekarang dia sudah punya usaha di kota dan kemari mau mencari kayu gaharu untuk di jual serta damar. Kalau harganya tinggi aku akan menjualnya ke si Tala saja lumayan untuk nambah beli minyak goreng. Si Tala juga menjual banyak sekali barang yang di bawa dari kota dan di jual di rumahnya dan rumahnya akan di bangun kedai besar katanya kemarin.


Ibu - ibu ini ada - ada saja dimana - mana kalau duduk pasti kerjaannya gosip aja dan sukanya iri sama yang lainnya apalagi kalau sudah kaya dan benar juga kata si Lusi mungkin karna aku masih kecil dan tidak terlalu paham dengan arti uang, tetapi bapak juga tidak serakah dengan uang dan bapak selalu bersyukur dengan apa yang kami punya walaupun baju tiap lebaran tidak di ganti yang penting bersih dan tidak koyak dan masih layak di pakai.


Kenapa lagi ini, kenapa berkumpul lagi demit ini semuanya, lusifer kenapa kau kumpulkan lagi ini teman - temanmu sana main di luar di hutan dan kenapa pula si botak ini disini, Lusi cepat bawa pergi semuanya kataku. Banyak sekali demit kecil dan jahat dengan rambut yang berwarna orange dengan muka yang jelek dan tidak ada ekspresi senyum sedikitpun dan Lusi cuma tersenyum saja.


Semakin malam.mereka semakin banyak duduk di depan balai desa dan duduk dengan rapi serta dengan bola mata api yang merah dan berbau busuk serta berbau daging bakar dan akupun mau pulang saja daripada melihat prajurit si.lusiger ini dan kawanannya membuatku mual dan pusing dan bapak datang membawa payung untuk kami pulang.


Kenapa tidak pulang saja nak, bahaya kalau di sana lama kamu bisa kedinginan dan bisa deman nak, ayo biar minum teh di rumah dan makan pisang goreng yang di buat oleh ibumu dan bapak mencari kamu di kuburan tadi dan karna bapak kotor bapak pulang dulu ke rumah.


" Pak, apa bapak melihat pasukan tentara yang berbentuk tengkorak di depan balai desa dan mereka seperti menunggu perintah untuk menyerang, dan sepertinya Lusi marah dengan seorang yang sudah menjadi sekutunya tiba - tiba sadar dan kembali pada Tuhannya.


Aku takut pak, semua penduduk akan meninggalkan Tuhan pak dan Tuhan marah ke pada kita karna meminta sesuatu kepada setan dan bukan kepada Tuhan.


Sudah jangan banyak bicara lagi hujan juga dan masih petir juga dan banyak pikiran dan jangan menghayal tidak ada pasukan setan yang ada kamu dan para warga yang masih tinggal di balai desa. ' Ayo masuk dan mandilah dan segera ke meja makan ! " nanti bapak ceritakan sebuah cerita yang belum.pernah kamu dengar, bapak janji akan menceritakan semuanya.


Selesai makan aku menjumpai bapak seperti yang di ucapakan dan sudah beberapa hari Kamis tidak pernah bisa berbincang bersama karna ada saja kerjaan bapak dan bapak sekarang ada bersamaku dan bapak sepertinya banyak memikirkan sesuatu kataku kepadaku.


Dulu bapaknya bapak juga sering mengalami seperti apa yang kamu alami dan bapak juga begitu tetapi bapak.menvoba untuk tidak melihat mereka bahkan mereka mengajak bapak ikut dengan hadiah kekayaan dunia tetapi kakekmu pernah mengatakan kepada bapak bahwa semuanya hanya ilusi dan tidak pernah ada. Sama seperti zaman dulu kita tidak boleh mengalah kepada iblis.


Jangan pernah kamu melihatnya dan berjalan seperti manusia pada umumnya nanti kamu akan terbiasa dan tidak bisa melihat mereka lagi, jika kamu ikut mereka maka semua keindahan dunia akan di berikan kepadamu tetapi kamu akan tersiksa dikubur mu nak.


Bapak.mengatakan ini supaya tidak pernah takut lagi dan hanya tetua yang meninggal kemarin yang bisa menutup mata batinmu nak, bapak juga tidak bisa dan bapak yakin kamu pasti kuat.