Game Setan

Game Setan
bab 48


pagi yang cerah matahari bersinar terang dan kami juga sebagai pelajar harus ke sekolah walaupun di desaku ini banyak sekali orang tua ataupun kakek dan nenek kami tidak bersekolah tetapi bapakku marah jika kami tidak bersekolah karena katanya sekolah adalah untuk masa depan jika bapak miskin dan tidak punya apapun jangan biarkan nanti anak - anak kalian untuk tidak berpendidikan dan tentu saja di sekolah kami ada yang berbaju lengkap bahkan ada yang tidak memakai sepatu dan bahkan cuma punya peralatan seadanya cuma kertas selembar yang kami bagi - bagikan dan kertas itu kami simpan di dalam tas yang sudah kumuh.


Sering sekali guru mengajar kami ganti karn kurangnya pengetahuan orang tua tentang arti pentingnya bersekolah dan untuk apa pendidikan itu, seringkali mereka mengancam guru kami agar segera meninggalkan sekolah dan jika guru kami itu tidak kuat di dalam agamanya sering sekali mereka terkena kiriman santet, bahkan seringkali guru kami itu merasa tidak bisa membuka mulutnya ketika akan mengajar di kelas kami dan kata bapak sudah sewajibnya kami bersyukur karna masih ada guru kami yang berhati mulia untuk mengajar di desa kami ini, aku juga masih kurang di dalam membaca dan menulis apalagi di dalam berhitung dan seringkali kakakku mengajariku di rumah ketika kakak ada waktu.


Setelah selesai belajar di sekolah kamipun pulang dan langsung pulang ke rumah, hari ini sungguh sangat panas sekali, kami berjalan ketika akan pulang ke rumah kami dari sekolah lumayan jauh sekali apalagi jika panas begini dan hausnya minta ampun, aku dan teman - teman sudah sering sekali berhenti dan haus ini tidak akan hilang, terkadang kami mengambil buah pepaya yang sedang masak di jalan untuk menghilangkan haus tetapi sekarang buah pepaya itu sudah tidak berbuah, ada beberapa buah kelapa yang berpohon pendek tetapi tidak ada satupun berani yang mengambil karna itu adalah ladang orang jika kami mengambilnya otomatis kami tidak bisa pulang dengan pelan dan berjalan perlahan kami pulang dan besok kalau kebsekolah jangan lupa bawa air minum ya kataku kepada teman - temanku percuma saja aku bawa minum jika teman - temanku menghabiskannya padahal botol minuman itu sudah kuberikan satu persatu biar mereka membawa minum tetapi kadang sudah di ambil kakaknyalah atau emaklah kata teman - temanku, padahal botol minum itu aku juga di berikan oleh bibiku dari orang kota karna setiap yang datang pasti membawa minyak urut dan botol - botol minuman itulah tempatnya tentu saja botol - botol minyak itu di bersihkan dulu dan baru kami isi air yang di masak untuk di bawa ke sekolah dan kata bapakku jangan malu membawa minuman ke sekolah daripada haus nanti pasti akan lebih sulit untuk pulang dan memang benar di cuaca yang panas begini kadang kami kehausan sampai lemas rasanya dan tidak ada mobil gerobak yang lewat seperti biasanya.


Akhirnya kami sampai juga di ujung desa kami kami semuanya pada senag karna otomatis kalau sampai di rumah bisa minum sepuasnya. Melewati rumah bibiku banyak sekali orang yang berobat bahkan mobil orang kota itu sudah antri disana dan tentu saja sudah banyak jajan di sana, tetapi aku m


Elihat si Lusi di atas rumah bibiku dan aku tidak mau singgah ke sana.


Sebelum sampai di rumah Ake melihat seorang laki - laki yang punggungnya ada dua orang maklup di gendong oleh lelaki itu di atas punggungnya dan laki - laki itu kelihatan lemas dan lelah sekali tetapi jika aku kesana maka aku pasti akan pingsan karna aku sudah capek sekali dan pengen segera pulang tetapi laki - laki dewasa itu pasti bukan orang kampung kami karna baru kali ini aku melihatnya dan dua orang yang di gendong itu adalah hantu atau setan yang di kirim oleh orang lain agar orang itu cepat mati tentunya.


Sesampainya di rumah aku langsung minum air di dapur yang memang sudah di siapkan oleh ibuku di dalam ceret ataupun di lemari pendingin dan tentu saja aku meminum air 6ang di atas meja karna ketika minum air dingin maka aku akan deman besoknya dan tentu saja aku mau ke sekolah tanpa deman dan tentu saja dengan badan yang sehat tetapi perutku lapar sekali untungnya ibuku sudah memasak ikan goreng yang sangat lezat sekali dan akupun sudah kenyang dan pengen tidur sebentar karna lebih kaki berjalan.


Setelah menganti baju seragamku akupun langsung tidur karna ibu juga belum datang dan kakak dan adikku juga tidak ada tentu saja bapak pasti disawah jaga burung karna padi sudah berbuah dan bersantan kalau tidak kami jaga pasti buah padi - padi itu akan di makan oleh burung - burung itu tentunya dan akupun tidur dengan nyenyak karna capeknya.


Siang hari rumah sudah kembali bersuara dan aku bangun melihat bapak dan ibuku di meja makan dan sudah selesai makan dan aku bertanya kepada bapak dengan laki - laki yang kulihat di kedai itu kata bapak itu masih saudara kami dan bapak mengatakan itu pamanku dari bapak karna kakek mereka bersaudara dan paman itu mempunyai banyak sekali perkebunan disini dan setioankalai kemari pasti bagi - bagi uang untuk saudara - saudaranya tetapi pamanmu itu orangnya kasar kalau berbicara kata bapak sukasekaki.memyakitinhatiorang apalagi pamanmu itu tidak melihat dia itu apakah sudah tua atau muda selalu saja di marahi jika sudah salah dan cepat sekali emosi dan kata orang - orang juga pamanmu itu sombong padahal menurut bapak tidak, pamanmu itu selalu menghargai orang lain cuma ketika orang suka bekerja menipu ataupun sombong maka pamanmu selalu saja pandai melawan orang itu, sehingga orang banyak yang sakit hati kepadanya kata bapak.