
Ada Apa ini mengapa banyak sekali Begu ganjang berkeliaran disini, apakah sudah ada yang menyuruh lagi datang ke dada kamu dan lihatlah Begu ganjang itu semakin di lihat semakin tinggi saja dan benar saja seperti bayangan gelap saja dia dengan suara ring, ring , ring ketika berjalan dan aduh aku sampai tidak bisa menutup mataku sampai melihatnya ke atas dan dia hanya seperti bayangan dan oh dimana.dia menyembunyikan mata, hidung dan di mana bibirnya, oh baju ganjang ini membuatku semakin tidak bisa berpikir karna tidak punya mata dia dan lihatlah kemana mereka berjalan.
Pergi dan pergilah kau di dalam hatiku sambil berdoa dan mengapa si Lusifer membawa semua temannya kemari dan untuk apa Lusi dan kau lihatlah kampung kami ini sudah ada yang mati tetapi malah Begu ganjang yang datang mendampingi, apakah mereka yang memberikan makan Begu ganjang ini sehingga ketika tuannya mati maka Begu ganjang ini mengikuti dia juga padahal bapak ini masih berumur 40 tahun dan meninggal tertimpa papan penyangga kayu rumahnya ketika hujan badai tadi malam tetapi rumahnya di kelilingi oleh setan dan kenapa begini dan bapak ini juga tidak kaya , tetapi banyak sekali pengikut nya di alam gaib dan lihatlah pohon jeruk purut itu ada rumahnya tetapi orang - orang tidak ada yang melihat Begu ganjang ini dan aku masih merapatkan badanku ke bapakku karna dingin dan juga karna aku tidak 8ngin melihat Begu ganjang itu dan tentu saja itu tidak menarik untukku.
Di desa kami ini, belum lagi Begu yang menggangu, ular hitam siluman juga mencari mangsa kembali dan mungkin karna rumah - rumah mereka sudah di hancurkan dan di setiap jalan setapak kami harus berhati - hati karna bisa saja ular hitam kembali lagi mematuk dan mengigit sehingga jika penangan lama maka orang yang di gigit ular hitam itu mati dan tentu saja racun yang sudah masuk ke badan , tetapi semenjak orang luar negeri datang yang mencari harta Karun itu ular - ular itu sudah banyak mati dan mereka bahkan membakar Sampah padahal selama ini kalau di hutan tidak boleh membakar sampah karna jika ular mati maka akan terjadi bencana tetapi ini malah orang luar negeri itu mengatakan tidak boleh takut kepada apapun selain kepada Tuhan.
Pulang dari balai desa aku melihat si Lusifer sedang duduk di atas makan yang ada di pinggir jalan, itu adalah makam orang tua penduduk desa dan sengaja di kubur di atas tanahnya sendiri karna memang orang tuanya yang inginkan agar di makamkan disana supaya tanahnya tidak di jual, karna anak laki - laki bila di kampung kami mempunyai peran yang lebih penting daripada anak perempuan sehingga setelah orang tuanya meninggal anak laki - laki yang biasanya mengambil keputusan sering sekali menjual tanah warisan ketika orangtuanya meninggal dan bahkan tidak mengingat saudara perempuannya. Mungkin itulah yang membuat orang tua juga memikirkan anak perempuannya untuk mendapat warisan ketika sebelum meninggal di bagikan warisan peninggalan orang tuanya.
Lusifer, lagi ngapain disitu kataku, kamu kemana aja? Desaku hancur kamu yang buat bukan? Dasar kamu iblis yang kejam Lusi? Duniamu yang ada hanya dunia gelap saja, bahkan para Begu ganjang ini juga berkeliaran setiap waktu Lusi, lihatlah itu Begu ganjang jalan seperti bayangan hitam yang siap menyerbu manusia, apakah kamu yang menyuruh pasukan itu untuk menjadikan kami pesuruh mu?
Aku tidak ada menyuruh para Begu ganjang untuk menggangu mu dan bapakmu itu, mereka di panggil dan di pelihara oleh manusia itu untuk mencari sesuatu yang aku sendiri susah untuk melihatnya dan bukan hanya Begu ganjang saja bahkan banyak yang lain disana, tapi tidak mungkinkan tuyul yang disana? Dasar kamu bocah yang suka ikut campur., pulanglah para dukun akan memanggil ratu siluman ular dan sudah membuat sesajen disana dan mereka juga sudah memanggilku yang terhormat kepala iblis yang terganteng dan termasyur kata si Lusifer.
Bocah, kamu tau manusia itu harga dirinya tinggi dan tidak mau di injak - injak serta selalu memanfaatkan sesuatu yang rendah padahal mereka makhluk yang tinggi derajatnya, mereka menyembah kami, menyerahkan seluruh jiwanya kepadaku dan Begu ganjang itu mengingat mereka untuk jadi jaminan, manusia terus menjadikanku tuannya dan sepertinya bocah kamu juga percaya kalau aku hebat bukan sudah membuat bencana di kampung kalian ini dan belum lagi tulang - manusia itu berserakan di sana di gigit anjing liar.
Aku tak mengerti Lusifer apa yang kamu katakan, bukankah kamu hanya menyesatkan manusia saja dan lagi kata bapakku jangan percaya kepadamu karna kamu bukan manusia dan Begu ganjang itu juga adalah dirimu yang memang sengaja menyesatkan kami manusia agar kamu menjadi penghuni neraka dan kamulah rajanya disana dan kamu tidak bisa kuasa Tuhan Lusifer dan cukup sudah Langan lagi membuat orang mati dengan menjulurkan lidahnya keluar dan kamu juga akan di hukum Tuhan nantinya dan para malaikat juga akan membuatmu menyesal sudah menjerumuskan manusia.
Aku tidak menjerumuskan mereka bocah dan kamu lihat ini mereka yang menyembahku, padahal manusianya sudah mati dan kamu lihat bocah mereka meminta kepadaku bukan kepada Tuhanmu dan kamu lihat bocah pohon besar itu saja mereka sembah dan minta kekayaan dan aku ada disana dan mataku ada dimana - mana untuk menjerumuskan manusia kedalam dosa dan kamu lihat mereka mereka mencari harta dan harta tanpa sibuk memikirkan untuk generasi ke depannya, apakah aku harus mengasihani mereka?
Cukup Lusifer, tarik semua Begu ganjang ini dan semua pasukan mu dan carilah di dunia lain sana jangan disini karna orang - orang yang tidak bersalah juga terkena ulahmu dan mereka tidak bersalah Lusifer dan jangan bunuh dengan Begu ganjang itu, pulanglah kasihan mereka.
Bocah, aku tidak akan membunuh dan memakan manusia yang taat kepada Tuhannya dan jika mereka cukup iman kepada Tuhannya semut juga tidak akan mengigit jadi kamu jangan takut yang harusnya mati memang sudah waktunya, manusia yang baik Tuhan juga mengasihinya, bocah kamu pulang saja ke rumah, sudah lapar bukan? Cepatlah pulang ibumu sudah mengkhawatirkan!