
Rambutnya panjang sampai ke bawah ujung kakinya, bajunya putih seputih awan, matanya merah dan tampak garis putih di bawah matanya, tidak ada bola mata hitam di matanya hanya bola mata putih saja seperti tidak tidak ada darah di mata itu. Tangannya panjang serta kuku
yang tajam terawat, kakinya panjang dengan kuku hitam tak terawat dengan barisan gigi yang panjang ke bawah.
Ahh....sungguh mengerikan..
Dia melihatku dengan tatapan kosongnya, memperlihatkan baris giginya yang busuk dan berbau dan di perutnya itu seperti ada hewan yang keluar banyak sekali seperti belatung yang keluar dan " apakah mataku tidak salah lihat ? " bagaimana. Belatung itu ada di badannya dan baunya sungguh tidak enak...perutku...
Hoek...
Aku memuntahkan semuanya makanan yang ku makan tadi sore.
Apalagi lagi ini si iblis datang lagi....
" Kenapa kau terus menggangguku dan tolong jangan masuk ke rumah ? " tunggulah di luar saja karna bapakku akan menyuruhmu keluar nanti dan kamu itu mau apa ? "
" Dengarkan aku anak kecil, sudah kukatakan ke pada ayahmu bahwa desa kalian ini akan banyak manusia manusia hina yang akan menyembahku dan tentunya kalian akan di kucilkan dari sini makanya kamu dan keluargamu ikutlah denganku, " bagaimana kamu setuju bukan ? " hidup denganku enak dan masih banyak bonus untukmu kuberikan !
" Tidak , jika aku ikut denganmu maka aku akan mati ? "
" Mati, untuk apa kamu mati, belum ada katanya kamu mati, tetapi sebentar lagi tetua itu salah satunya akan mati karna sudah menjadi murid ku sejak lama, " apakah kamu mau menjadi murid ku ? Kata si iblis itu.
" Tidak , aku tidak menjadi muridmu iblis, tetapi namu siapa ya ? "
" Perkenalkan namaku Lusi, dan aku adalah murid dari yang tertinggi menjadi tinggi dan aku akan mencari orang - orang yang ingin menjadi sekutuku dan kalau bisa seluruh dunia menyembuhkan., semakin banyak yang hilang arah akan semakin hancur juga dunia ini dan mari kita lakukan melalui desa kamu dulu nak, " Apakah kamu mau menjadi temanku ? "
" Aku tidak mau Lusi, karna aku sangat sayang ke pada bapakku ? "
" Bagaimana kalau aku memberikan masa depan dan kamu bisa melihat masa depan orang dan kesuksesan untukmu sampai kamu tua dan sisanya semua keturunanmu menyembahku sampai tujuh turunan dan setiap turunan mu itu ketika meninggalkan dunia ini akan milikku seutuhnya
" Tidak , Lusi aku tidak memberikan turunan kami kepadamu karna Tuhanlah yang patut di sembah dan di puji dan ketika kita mati maka kita akan datang kepadanya yang maha agung dan mulia karna dialah awal dan akhir, " jadi kenapa dirimu harus kami sebut sebagai Tuhan ? "
" Aku si Lusi yang bisa memberikan apapun yang kamu mau, jadi ikutlah denganku ? "
" Tidak, maaf Lusi kami ini cuma hidup 70 tahun saja , " apakah sisanya mengabdi kepadamu ? " siapakah Lusi sebenarnya !
Dan semua kenikmatan dunia ini kalian dapatkan sisanya kalian harus menjadi sama denganku.
Sayup kudengar ibu memanggilku, bangun nak jangan tidur di sore hari, tidak baik tidur magrib cepatlah bangun dan bantulah ayahmu mengupas kelapa di dibelakang, suara ibuku lagi kudengar dan akupun terbangun dan tidak ada siapapun di kamarku.
" Ibu tadi membangunkanku ?"
" Iya, bantu bapakmu di belakang karna kelapa banyak mau di kupas ! " karena sudah mau lebaran otomatis banyak membeli kelapa kita dan antarkan ke rumah orang - orang yang pesan bawakan beko yang ada di belakang nak, dan coba tanya bapakmu, " apakah bapak mau minum ya ? "
Akupun ke belakang dan kulihat bapak dengan peluh membanjiri badannya walaupun sudah malam dan semua kelapa belum terkupas dengan baik ” pak istirahat dulu mau kopi tidak ? " biar ku ambilkan dulu ke dalam sekalian sama kudapannya pak, kataku kepada bapak dengan menggelengkan kepalanya.
Akupun masuk kedam rumah membuat kopi dan beberapa kacang tanah rebus serta mengambil kue lapis yang di buat ibu. Ibuku sangat pandai membuat kue dan masak memasak dan kini turun kepada kakakku kemudian aku membawa ke bapak yang di luar.
Nanti kamu bawa 40 buah kelapa ke rumah pamanmu nak dan sisanya besok pagi saja dan karna ini sudah malam setenggah saja untuk tanda jadi dan besok sisanya dan mintalah uangnya ke pamanmu dan berikan ke ibumu.
Nanti sisanya kelap yang lain akan di ambil besok pagi karna lebaran akan dua Minggu lagi dan bapak belum mengambilnya lagi di pohon, besok kita ambil sama - sama pagi hari setelah matahari muncul soalnya kalau pagi pohonnya masih licin dan bapak takut kita jatuh kebawah dan untuk makan ini antarkan saja semuanya ke rumah paman pilihlah kelapa yang sudah tua saja.
" Kenapa nak, belum paham juga, makanya jangan tidur menyelang magrib ? " bapak dulu kalau tidur jam segini malah ketemu setan kata bapak lagi.
Aku mimpi pak ketemu Lusi, katanya besok tetua akan meninggal karna memang sudah di segel oleh orang tuanya sedari kecil sampai tujuh turunan menjadi milik Lusi pak, mungkin besok akan di ambilnya pak, kataku kepada bapak.
" jangan percaya kepada setan ataupun jin ataupun yang lainnya mereka itu tidak nyata nak ! '
Pergilah antarkan semua ke rumah paman, jangan lagi ke tempat lain karna sudah malam dan setelah itu bantu bapak mengupas kelapa dan memasukkannya ke gudang .
Akupun mengantar kelapa itu dengan memakai Beko ke rumah paman, jarak ke rumah pamanku adeknya ibu lumayan jauh melewati kuburan kampung yang di sebelah dan bukan kuburan tua tempat para tetua kampung di desa kami.
Setelah mengantar kelapa itu ke rumah paman akupun meminta pulang karna di rumah paman juga belum ada kegiatan untuk membuat dodol karna itu di lakukan dua hari menyelang lebaran dan kamipun yang biasanya tidak ikut lebaran akan membantu paman yang ikut merayakan lebaran dan tentu saja aku juga ikut menggodok dodol itu sampai pagi
Kemudian aku kembali pulang ke rumah, jam masih menunjukan jam sembilan malam dan orang - orang masih banyak yang hilir mudik untuk keperluannya masing - masing.
Pergilah Lusi, kuku mu potong saja dan kuku mu itu beracun.kataku kepadanya karna daritadi mengikuti saja. " Apa kamu tidak punya kegiatan selain menggangu manusia ? " akupun menghardiknya, cepat pulang sana sudah malam aku juga mau tidur.
Aku tidak tidur nak, malam adalah duniaku dan aku memang untuk mengajak manusia bergabung denganku dan aku sudah mengatakan kepadamu nak dan mari ikut denganku, " kamu mau bukan ? "