
Seminggu yang lalu dirembukkan dengan keluarga bahwa akan ada pembersihan lahan makan desa di sebelah Utara dan jika ada keluarga yang mau memindahkan makan keluarganya ke makan keluarga sendiri dan tentu saja ke ladang sendiri.
Banyak orang rencana yang akan memindahkan makan kakek mereka ke lahan mereka dan kakek kami juga akan dipindahkan karna di lahan yang di tetapkan itu akan di bangun rumah oleh ahli warisnya dan Setiap kuburan di kampung itu harus di pindahkan.
Tetapi sebelum acara pemindahan dari kuburan akan dilaksanakan acara dengan tetua kampung tentunya dan pasti ada acara bunga tujuh rupa , kemenyan dan tentu saja ada daun sirihnya.
Daun sirih itu biasanya di makan supaya Gigi kuat dan bukan untuk acara sesembahan.
Setelah berembuk maka acara pengalian kuburan itupun dilakukan besok karna besok hari yang bagus dan jika cuaca bagus maka acaranya juga dilakukan di balai desa dan setelah itu ada acara gondang dan tentu saja musik kematian dan acara pemanggilan arwah yang sudah meninggal.
Aku sudah sering melihatnya acara ritual itu dan rasanya
begitu - begitu saja tidak ada arwah yang meminta uang ataupun makanan yang enak hanya menaggis dan meminta maaf kepada anak atau kerabatnya.
Pagi.menyelang ayah dan ibuku sibuk untuk persiapan acara itu mencari bahan - bahan mulai dari pisang muda yang entah apa namanya pohon pisang dipotong nanti dan dimasukkan ke dalam bunga tujuh rupa, telor ayam kampung, ayam hitam jantan dan masih banyak lagi sampai - sampai ibu membeli bahan itu sampai ke kota dan serta memasak makanan ayam gulai karna kakek suka gulai ayam kampung katanya.
Kemudian ibu juga membeli beberapa kain yang sangat baru sebagai pembungkus katanya dan beberapa buah - buahan untuk di sajikan di ritual itu.
Didalam.acara itu di rumah pamanku juga sudah banyak orang karna paman anak laki - laki jadi paman lah yang bertanggung jawab untuk itu dan saudara - saudara ibuku sudah ikut membantu memasak disana.
Kemudian kami ke balai desa kembali karna banyak orang ikut membersihkan balai desa untuk acara besok, memasang umbat kelapa muda di balai desa.
ibuku ikut membersihkan balai desa begitu dengan bapak kami setelah semuanya selesai kamipun pulang karna besok kami tidak bisa ke sawah seperti biasanya kata bapak persediaan makanan sapi harus selalu tersedia jangan sampai sapi itu tidak makan.
Aku sudah membuat persediaan untuk sapi - sapi itu agar besok acara ritual yang dilakukan untuk kakek kami tidak terganggu terutama ibu yang begitu sangat menghormati bapaknya walaupun sudah tidak ada lagi dan hanya tinggal tulang belulang saja ibu masih sangat menghormatinya.
Pagi hari menjelang kuburan di desa sudah banyak orang dan belum ada yang berani untuk mencangkul tanah kuburan itu sebelum karna nanti jika tidak ada acara ritual maka akan terjadi hal - hal yang tidak di inginkan begitu kata bapak kepadaku.
Setelah tetua mengucapakan ritual itu dan mengatakan jangan menganggu ataupun tidak senang jika rumahnya kami bongkar dan akan dipindahkan ke tempat yang lebih layak yaitu ke tanah masing - masing mereka punya dan tetap itu juga meminta maaf kepada arwah para leluhur itu
Perlahan dan pasti tanah itu sudah mulai di cangkul satu persatu dan sudah mulai terdengar tangisan dari pihak keluarga di sana dan disini dan tiba - tiba banyak terlihat histeris dan menjerit serta berteriak.
Kami tidak ingin kalian pindahkan tempat kami kami sudah senang disini kenapa kalian pindahkan kata seorang ibu disana dan kemudian berteriak lagi di sebelah sini kalian adalah cucu kami kami tapi kalian tega memisahkan kami katanya lagi......
Jangan di dengar kata bapak nanti kamu termenung nak lihatlah kemari dan bantu bapak ibu untuk mencangkul lebih dalam kalau takut pulang saja kata bapak kepadaku.
" Apa yang harus aku bantu pak ?" kataku kembali kepada bapak.
Sudah kelihatan tulang kakek dan sudah nampak putin keabuan di dalam tanah ada juga yang sudah menghitam karna sudah bercampur dengan tanah.
Kata ibuku kakekku adalah seorang yang baik hati semasa hidupnya dan selalu membantu orang yang kekurangan serta kakek cuma bekerja ke ladang saja.
Ibu serta paman memunguti satu persatu tulang belulang kakek dan di bersihkan kemudian di masukkan ke dalam peti kembali setelah tulang belulang itu di bersihkan dan di tutup dengan kain.outih yang bersih serta dimandikan dengan bunga kembang tujuh rupa dan buah jeruk purut yang wangi sekali sekali tetua mengatakan dan mengajari ibu serta pamanku.
Setelah semuanya selesai dan makan di tutup kembali dan peti pun di bawa ke balai desa untuk di gondang kan kembali seperti waktu meninggal dulu supaya bisa di kebumikan kembali ke tanah kakek bersama dengan yang lainnya.
Sampai di balai desa cuma peti kakek yang baru sampai sedangkan yang lainnya masih di kuburan dan entah kenapa mereka lama sekali padahal mereka duluan mengali dan aku penasaran tetapi ibuku mengatakan tidak usah mencampuri urusan orang lain sehingga akupun menunggu di balai desa.
Hari sudah sore sedangkan yang lainnya belum juga kembali dari perkuburan sedangkan tetua juga belum datang ke balai desa dan entah apa yang terjadi disana kami hanya menunggu sedangkan acara kakek sudah selesai dan kamipun akan menyusul tetua kata bapak peti kakek harus dikebumikan kalau tidak kita tidak bisa menguburkannya di tanah kakek kata bapak dan ini sudah jam tiga sore mereka belum juga kembali.
Paman pun datang ke balai desa tetua sudah menyuruh menguburkan kakak kata paman nanti keburu hujan dan tanah akan turun ke bawah kita juga akan susah nanti untuk kembali pulang karna tanah tempat kakek agak jauh dari kampung.
Kamipun berangkat ke ladang kakek dan mengucapkan selamat jalan kepada kakek dan kulihat ibuku menaggis sebelum jenazah kakek di kuburkan kemudian ibuku menyiram air tanda perpisahan dengan kakak dan kamu semuanya.
Setelah selesai perpisahan peti kakek pun di tutup dan perlahan - lahan tanah pun ditutup dan kamipun menyiram kembali tanah perkuburan kakekku dan menabur bunga serta daun pandan yang wangi di atasnya. Kakek pasti senang Bu kataku karna kuburnya sudah di dekat nenek.
Seharusnya nak karna kakekmu memang meminta untuk dikubur di dekat kubur nenekmu nak kata ibuku kembali.