
Aku berjalan menuju rumah paman untuk mengantarkan anak ikan arwana yang kuambil di hutan kemarin katanya anak ikan arwana tetapi menurutku ini bukan anak ikan arwana warnanya saja yang mirip sedangkan untuk hidupnya belum tentu sama dan anak ikan banyak sekali di sungai di kebun kami yang di hutan dan hampir semuanya adalah milik ibuku sekarang karna memang diberikan untuk ibuku dan di dalam hutan itu banyak sekali ikan dan buah - buahan yang memang sengaja di tanam dan aku juga sudah mengirimkannya ke kota waktu itu untuk di jual karna warga sudah bosan katanya karna setiap.aku memetik buah itu aku membungkusnya di balai desa dan sebelum di bungkus aku menawarkannya kepada warga dan bapak ibuku tidak pernah marah aku melakukan itu karna sering juga aku membantu warga kami yang kesusahan keuangan jika.berobat dan dalam kehidupan sehari - hari juga aku membantu mereka dan untuk apakah uang itu jika matipun tidak akan kita bawa bukan? warga selalu senang jika aku dan bapak - bapak pergi ke hutan untuk mengambilnya di hutan dan sebahagian sudah aku budidayakan sendiri di kebun dan tentunya kalian heran bukan mengapa aku melakukannya sekarang dan kenapa tidak dari dulu karna dulu kami sangat susah sekali dan kini apa yang sudah di berikan bibiku kepada ibuku agar berguna dan bibiku juga mendapat jalan yang benar dan tentunya usaha bibiku juga semakin lancar dan sering sekali bibiku lah yang membantu memasarkan buah - buahan di kota dan aku yang masih di sekolah dasar bisa belajar bisnis dengannya, bagaimana memasarkannya di mall yang di kota dan aku sangat berterimakasih kepada bibiku dan setengah uang hasil berjualan buah itu di berikan bibiku dan sisanya di tabungkan karna kami juga butuh masa depan untuk membangun desa kami ini agar menjadi desa yang sangat maju nantinya dan tidak ketinggalan zaman dan sering juga aku memberikan kepada pasien - pasien tetua ataupun pamanku yang lainnya karna buah - buahan jika sering di konsumsi akan menghilangkan penyakit dan meredakan nyeri dan permintaan buah itu semakin tinggi dan benar saja bibiku itu sangat pandai bahkan bisa menjualnya sampai ke luar negeri dan ketika aku mengatakan kepadanya banyak orang yang iri kepadanya bibiku hanya tersenyum dan mengatakan bibi sudah memaafkan semuanya nak, kamu pasti bisa menolong bibi karna di dalam setiap mimpi bibi kamu dan ibumu menolong bibi bahkan adik, kakak dan bapakmu melepaskan semuanya yang terikat di dalam tubuh bibi dan tanpa bantuan kalian bibi sudah lama mati katanya dan aku hanya melihat bibi tersenyum kepadaku dan jika belum waktunya maka bibi akan selalu ada buat kamu dan keluargamu, percayalah Tuhan akan melindungi bibi.
Aku sudah mau sampai ke rumah paman, tetapi si Lusi sangat menggangu penglihatan mataku dan kukatakan kepadanya Lusi jangan menghalangi langkah orang lain menuju nirwana dan Lusi hanya tersenyum dia mengatakan bahwa paman tidak akan ke nirwana tetapi ke neraka masih jauh katanya dan itu juga hukuman buat dia karna terlalu serakah kata Lusi lagi, kamu sudah jahat Lusifer kataku berikan orang kesempatan untuk memperbaiki hidup malah kamu abaikan dan tentu paman sudah kesakitan kataku kepada Lusi, lucu kamu nak ! Kamu mau pamanmu itu sembuh sedangkan kamu tau sendiri dialah yang mengirim santet itu kepada ibumu karna dia iri melihat ibumu dan keluargamu tetapi kamu malah mengatakan kepadaku agar jangan menyakitinya dan kamu lihatlah dia terlalu serahkan padahal aku sudah memberikan apapun bahkan semuanya kepada dia dan istrinya yang serakah tetapi kami masih memberikan dia pengampunan dan lihatlah jika dia hidup pasti akan terus meminta kekayaan dan ketenaran kamu lihat sendiri bukan dia sudah kaya dan terkenal serta tersohor di seluruh negeri tetapi masih iri saja untuk perkara yang kecil kata Lusifer.
Manusia selalu saja serakah dan tidak pernah mau susah, sangat malas untuk bekerja keras cuma mau menyembah iblis dan melakukan segala cara supaya bisa kaya, Nak pulanglah dia tidak akan pernah berubah, yakinlah sampai matipun harta dan uang lah yang ada di dalam hatinya jika aku mau aku sudah mengambil nyawanya dari dulu tetapi aku melihatmu pasti kamu mengatakan kepadaku berikan kesempatan dan kamu lihat dia serta keluarganya menyembahku padahal panglimaku sudah mengatakan bertobat dan berbuat baiklah dan bagikan rejeki mu untuk sesama dia malah menimbun segala kekayaan di dalam tanah dan jika aku mau aku akan membuatnya rusak dan di makan oleh tikus tanah tetapi aku masih memerlukan mereka untuk menambah budakku saja di seluruh penjuru dunia dan kamu tau nak kamu sudah kalah tanpa aku berusaha payah dengan tipu daya dan lihatlah dia sudah mau mati saja masih memikirkan hartanya dan kamu masih saja sudah untuk ku kendalikan kata si Lusifer, pergilah Lusi jangan mempengaruhiku dan setiap kamu.mempengaruhiku entah kenapa aku merasa kamu sombong dan kamu sok berkuasa melebihi kuasa Tuhan, jika kamu memang mampu lakukan saja Lusifer, aku hanya menjalankan kebenaran saja untuk sekarang.
Aku masuk ke rumah paman, sudah banyak orang berkumpul anak - anak paman sepupuku juga sudah pada menaggis dan tetua juga sudah banyak disana mencoba menghilangkan teluh yang coba paman kirimkan untuk ibuku, para dukun , tetua sudah mengucapkan mantra pelepasan setan tetapi tidak bisa kulihat perut paman besar, ulat bangkai itu masih mengelilingi paman mungkin saja paman sudah memakan ulat itu dan ulat itu seperti menari - nari di sana sambil berkeliling seperti melakukan perta menyambut kedatangan roh si tuan, aku melihat bibiku di sana di salah satu ulat itu kepalanya menari seolah ikut menyambut suaminya dan dukun serta tetua itu sudah menyerah dan membiarkan pamanku terkulai lemah dan tak berdaya hanya napas seperti ikan kurang air dan ku letakkan anak ikan arwana di kolam itu dan perlahan kulihat pamanku yang sudah kelelahan dengan keringat yang sudah membasahi bajunya, ulat kepala bibiku melotot kepadaku ..