Game Setan

Game Setan
Bab 75


Aku heran melihat kalian selalu saja membantu orang yang miskin dan anak itu juga sudah di buang bapaknya karna bapaknya juga mau menumbalkan dia kepada junjungannya, memang dia anak orang kaya tetapi ibunya adalah adalah anak orang berdarah biru jadi tidak bisa terkena teluh padahal bapaknya sudah mengirimkan santet kepadanya tetapi ibunya juga pandai mengobatinya dan sekarang ibunya juga di beri racun obat - obatan medis oleh istri muda bapaknya tetap saja sudah kalian sembuhkan dan kini nampak cantik sekali pasti banyak yang ingin memperistrinya kata paman lagi kepada bapakku.


Paman kan kemarin mengatakan bahwa paman tidak mau mengobatinya tetapi paman masih saja mengatakan bahwa mereka adalah orang yang miskin dan paman tidak mau mengobatinya dan untuk apa paman menceritakan semuanya toh kak Merry juga sudah menceritakan siapa dirinya dan kak Merry juga mengatakan kepadaku bahwa paman lah yang memintanya untuk datang kemari dan bukankah paman sudah menerima uang dari bapak kak Merry yang sudah di berikan kepada paman bukan? Kami tidak menerima uang transferan dari bapaknya Kaka Merry tetapi kak Merry janji akan membantu kami besok mengutip buah besok pagi dan jika paman kemari mau meminta uang dari bapak kami tidak menerimanya dan aku sudah tau maksud pamanku datang kemari karna dari aura gelap pamanku kulihat bahwa pamanku ini serakah dan awalnya paman juga tidak mau mengobati juga tetapi ngotot minta uang pengantaran dan paman ada - ada saja.


Bapak memberikan hasil penjualan buah kemarin kepada paman dan paman pun langsung pergi dari rumah, itu yang aku tidak suka dari paman sangat rakus sekali kepada uang padahal bapak sudah sangat baik kepada pamanku, selesai pamanku pulang, Mak Ijah datang ke rumah kami membawakan pisang yang di panen di ladang dan setiap kali Mak Ijah membawa pisang bapak memberikannya uang padahal pisang itu juga entah buat apa, kadang di buat gorengan dan di bagikan lagi oleh ibuku ke tetangga kami dan besok kan ada yang dari kota buatkan saja bolu dan gorengan untukmu bawa besok untuk ke kebun saja, tapi tunggu sebentar Mak, apakah ada buah pisang yang warna hijau dan merah begini mak.di.kebun kataku, ada mah nak, banyak sudah harus di potong dan di panen, kalau besok ada mak bawa ke Amri kata bapak nanti kami bantu jual kan dan ini besok berikan ke yang menebang, tapa pak tidak ada yang mau tebang di ladang Mak, karna waktu itu Sumit jatuh dan meninggal karna mencuri dan pisang itu jatuh saja kata mak Ijah ya sudah besok kami akan menebang habis saya pulang sekolah nek biar besok di bawa ke kota saja dengan mobil kak Merry, kasihan kata bapak, Mak Ijah itu baik sekali punya kebun buah banyak di kebunnya tetapi tidak ada yang ambil hasilnya, besok pagi kamu sekolah dulu dan bapak ke kebun bersama pengutip itu, kalau pisang kan cuma berbuah sekali saja, kamu untung dan Mak Ijah juga, bawakan sekalian mobil belakang biar gak susah sampai semua buah turun biar nanti di bantu kata bapak. Aku bisa bantu apa dek, tidak enak rasanya di rumah terus dan kayaknya main ke kebun pisang juga enak besok, bukannya kami menolak kak Merry membantu tetapi kak bantu ibu saja, jangan keluar dulu ya! Karna di sini banyak orang yang berilmu tinggi nanti malah kak Merry hilang sekejap kataku jika selesai pengobatan dan mata batin kak Merry terbuka kita akan main ke kebun, kak Merry hanya tersenyum kepadaku dan sepertinya kak Merry paham dan aku yakin kak Merry juga lebih dewasa memahaminya.


Pagi menyelang dan masih gelap rombongan sudah datang dan menepi di depan rumah kami, mereka sarapan di halaman samping dan bapak sudah menyiapkan teh dan kopi hangat serta cemilan gorengan Mak Ijah kepada mereka dan mereka sangat senang sekali dan ketua rombongan mengatakan bahwa mereka kelebihan 2 orang karna yang hadir 1 lusin bersama supir dan supir juga ikut bekerja sekalian karna itu gajinya dua kali pak ! kata yang lainnya dan mereka tertawa semuanya.


Baik, dan nak Merry memang kalian akan sampai pagi ini dan silahkan sarapan dulu nanti kami antarkan ke kebun dan sisa 2 orang ikut saya mengambil pisang di kebun Mak Ijah kalau sempat bantu kami bungkus pisang ya pak, jadi untuk membantu Mak Ijah dan orang lain juga menikmati buah - buahan desa kami, untuk membungkusnya biar kami saja pak, biar langsung di kirimkan saja nanti ketika sampai kita.


Kamipun berangkat bersama - sama dengan kakak dan adikku ke sekolah dan tak lupa mengatakan kepada bapak selesai pulang sekolah aku akan membantu di kebun Mak Ijah saja dan bapak pun menggelengkan kepalanya.


Semua pekerjaan sudah ke kebun, dua orang membantu di kebun bersama bapak dan paman said di kebun Mak Ijah, bukan kesenangan karna uang yang kami terima, tetapi kepercayaan warga kampung ini kepada bapak, bapak itu sangat baik sekali katanya uang hasil penjualan itu hanya di pakai untuk membantu warga kami agar bisa makan nasi, bapak selalu membagikan beras ketika pulang dari kota dan sebahagian juga kami belikan kebun di tempat yang berbeda supaya bisa membantu orang - orang yang membutuhkan pekerjaan.


Para pekerja itu cepat sekali mengutip buah - buahan itu walaupun dingin mereka semangat sekali, karna dari kak Merry mengatakan mereka di bayar per dolar dan hitungan jam dan bahkan buah untuk di timbang dan semuanya sudah di masukkan ke bus satunya dan mereka di bagi untuk membungkus pisang dan buah Persit serta beri dan buah - buahan lainnya dan ketika aku pulang sekolah sudah tersusun rapi dan benar saja kata Merry sebelum sore mobil itu sudah rapi.