
Aku yakin niat paman pasti jahat dan bukannya baik makanya paman pengen sekali bunga surga itu dan kulihat dari matanya paman hanya tipu daya saja yang dia lakukan agar bapak merasa kasihan tentunya.
Paman ingin menyembuhkan orang - orang yang terkena gatal - gatal itu dengan bunga surga karna paman mengobati pasien paman bahkan tidak ada yang menpan padahal sudah tidak.mandi di air sumur di balai desa itu kata paman lagi, bukankah paman yang menyebarkan bibit gatal itu? mengapa paman kesusahan untuk mengobati orang yang terkena akibat ulah pa.an sendiri, bukan nak ! Paman tidak pernah menyebarkan apapun ! Percayalah kepada pamanmu ini, sungguh paman di fitnah, kalau paman yang membuatnya untuk apa paman datang mengendap - mengendap kemari tadi malam.
Aku sudah pusing memikirkan kan bang dan aku sudah menyuruh semua jinku bahkan sudah memberikan mereka makan mayat busuk dan kemeyan untuk.mengetahui siapa yang mengirimkan bencana di desa kita, tetapi kami belum mendapatkannya bang, mohon bang bantuan abang.
Aku juga tidak tau siapa yang melakukan semua ini, mungkin cuma kamu dan tetua yang tidak terkena, kamu dan anak - anak juga belum terkena sedang anakku yang laki - laki sudah mulai merah terkena air sawah dan pulang duluan tadi karna merasa gatal - gatal dan kita lihat apakah anakku bisa menyembuhkannya. Pulanglah nanti kita cari jalan keluarnya bersama - sama dengan para tetua juga dan kita bicarakan di balai desa saja.
Aku ikut bapak kumpul di balai desa, aku melihat yang berkumpul mengapa banyak orang sedangkan kalau biasanya kumpul tidak penuh bahkan hanya setenggah saja yang berkumpul tetapi ini aneh sekali, banyak sekali orang yang berkumpul sepertinya banyak orang baru dan lihatlah cicak - cicak kecil juga sudah banyak kumpul di balai desa ini.
Bapak, hati - hati dan bapak jangan duduk di depan dan di belakang pak, kenapa nak ? kenapa bapak tidak boleh duduk disana di dekat tetua supaya bapak tidak di makan sama buaya kataku kembali dan lihatlah belum lagi acara dimulai burung - burung siluman pun sudah berdatangan ikut dalam pertemuan, apakah 8ni semua rencana paman? Aku yakin sekali bapak - bapak di suruh kumpul tetapi karna masih siang hari aku tidak terlalu takut karna ibu di rumah ada bersama kakak dan adikku juga.
Acara sudah di mulai, bagaimana terjadi ada musibah di kampung kita padahal selama ini kampung kita bersih dari orang - orang jahat kata tetua, menurut saya sebaiknya di usut dulu siapa yang menyehatkan bibit gatal itu ke aliran sumur dan air di kampung kita ini, kami mencurigai seseorang tetapi beliu mengatakan bukan dia bahkan beliu juga sudah membantu menyerahkan jin tetapi belum mendapatkan informasi mengenai hal ini, maka kita kumpul disini untuk mendapat hasil yang maksimal.
Jadi siapa yang membuat ulah di balik layar dan mengambil keuntungan, kalau memang paman yang membuatnya pasti paman tidak memperdulikan orang lain dan tentu saja paman akan diam saja di rumah dengan ritualnya dan aku juga yakin bahwa paman yang melakukannya dan aku juga melihat bayangan paman waktu itu berarti aku salah juga telah menuduh paman yang berbuat.
Di tempat ini tidak ada yang dicurigai selain paman, dan mungkin saja ada orang lain yang tidak menyukai paman, tetapi siapa dalam hatiku, tidak mungkin orang luar kampung kami sedangkan dia hapal kampung kami ini dan entah siapakah dia, sungguh kepalaku pusing memikirkannya.
Bapak, paman yang itu siapa yang pak, yang mulutnya komat kamit dari tadi, yang mana nak !.oh itu bapak juga tidak mengenalnya katanya saudara pamanmu yang datang dari jauh, dia juga dulunya kakeknya mantan orang sini, tetapi mereka semuanya sudah pindah ke kota dan tinggal disana.
Dia melihat bapak dan berhenti berbicara dan lihatnya semua anak buaya itu liar dan tidak bisa diam begitu juga jin itu dan paman ini di tugaskan hanya untuk komat kamit dan tidak boleh berbicara kepada orang lain.
Jin itu mulai gelisah dan buaya - buaya kecil sudah mulai gelisah berjalan kesana dan kesini seperti hewan liar saja, mungkin orang lain tidak melihatnya tetapi aku melihatnya, hewan - hewan itu mulai melihat manusia mana yang akan mereka terkam dan lihatlah mereka melihat kepadaku sepertinya.
Apakah aku yang akan di tumbalkan dan sepertinya memang benar orang asing ini ingin menguasai tempat ini buktinya tetua sudah mulai mengantuk.padahak baru siang hari tetapi mereka sepertinya sudah pada mabuk dan aku hanya sendirian dan ini bukan rapat namanya jika mereka tidur dan bapakku juga mulai mengantuk mungkin mereka minum dan makan makanan yang ada di suguhkan dan benar saja mereka mengantuk dan aku harus mengalihkan mereka .
Paman, aku tidak mengenal paman, apakah paman sudah lama disini ? Dan kenapa paman tidak tidur seperti mereka paman ? bukankah mereka tidur tapi paman sepertinya berbicara tetapi aku tidak tau apa yang paman bicarakan dan lihatlah bapakku juga sudah mengantuk paman , paman tidak pulang bukan? Karnanaku harus menunggu mereka bangun baru akan pulang paman.
Tetapi aku pernah melihat paman, sepertinya yang kemarin mencari dimana kuburan Mbah Rebu bukan? Apa paman sudah mendatanginya dan apak kata si Mbah kepada paman ? Apa paman bertemu dengan si mbah paman. Aku juga tidak mengenalnya paman tetapi orang - orang sering datang kesana untuk melihat ataupun meminta sesuatu dan apakah paman sudah mendapatkannya? Ya sudahlah kalau paman tidak mau berbicara kepadaku, mungkin paman lagi capek sekali bukan? Aku ke bapak dulu paman sepertinya bapak sudah bangun.
Jangan kamu bangunkan bapakmu, biarkan saja dia tertidur disana, dia akan bangun nanti malam dan akan menjadi budakku kata paman itu, bagaimana mungkin mungkin menjadi budak paman sedangkan bapakku itu manusia paman?
Kamu sudah sekali di bilang, pergi sana main atau pulang ke rumah saja, kamui mau melakukan ritual di balai desa ini, sebentar lagi akan banyak jin yang datang, pulanglah kamu jika tidak ingin celaka.