
Baru saja pulang dari kantor, Ennie dibuat mengelus dada sendiri melihat kamar seperti kapal pecah. Berantakan! Adakah babi yang tidur di sini? Enggak tapi Roni yang terkapar polos tanpa pakaian namun asetnya tertutup oleh selimut.
Padahal Ennie sangat lelah semalaman lembur, inikah yang dia dapat setelah pulang? Embusan nafas berat terdengar capek walaupun begitu Ennie tetap merapikan kamar.
“Hah baju siapa ini?” Glgumamnya mendapati baju wanita tapi bukan baju Ennie, jadi baju siapa? Kamar berantakan, ada baju wanita ditambah Roni yang tidur tanpa pakaian, ini seperti kasus perselingkuhan.
“Bangun!” gertak Ennie. Roni bangun mengucek mata menetralkan penglihatan.
“Kenapa?”
“Ini baju siapa!?”
“Itu bajumu”
“Aku enggak punya baju yang kaya begini! Siapa yang kau bawa ke rumah ini!”
“Ah itu bajuku.” Seketika suasana jadi hening, dari mana asalnya wanita ini?Wanita yang hanya memakai handuk keluar dari kamar mandi, sangat tidak tahu diri selingkuhan yang satu ini.
“Kau siapa?”
“Aku Minah, teman ranjang Roni jika kau tidak ada.” Dia mengulurkan tangan dengan senyuman di bibir merah bak darah, terlihat jelas dia ingin menggoda dengan tampilan seksi berbalut handuk.
“APA!”
“Tidak mau berkenalan denganku?”
Roni terperanjat kaget, Minah terlampau blak-blakan dia kira tadi wanita itu sudah pergi. Apa yang harus dikatakannya untuk mengelak?
“Kau!” tunjuk Ennie ke wajah Roni “Kau ini hanya beban yang hanya menadah tangan, pergi dari rumahku bangsat tak tahu diri.”
“Ennie dengar kan aku, kau salah paham. Minah jelaskan pada Ennie.” Kaki Roni bersimpuh di lantai, sedangkan Minah tak ada niatan untuk membuat alasan, itu bukan cara main Minah.
“Roni berdirilah, kau bilang ingin merebut kekayaan istrimu. Kalau hanya menurut kau tidak akan dapat apa-apa, bagaimana kalau kita paksa.”
“Ck memaksaku katamu, memangnya kau siapa. Bawa saja pria buncit itu aku tidak butuh dia lagi.”
“Namamu Ennie kan? Aku ke sini untuk menikmati hartamu, sudah lama aku dipenjara, setelah bebas mengepakkan sayap mana mau aku hidup miskin.”
“Urusanmu bukan urusanku.” Wanita itu sungguh aneh, dari mana Roni mendapatkannya?
“Maaf ya tapi kamu akan jadi korban keserakahanku di sini.”
Ternyata dia sadar kalau dia serakah, tapi apa yang ingin Minah lakukan. Tunggu-tunggu penjara katanya? Berarti dia orang yang bermasalah kan? Pikir Ennie.
“Roni kau bawalah wanita ini pergi.” Pada dasarnya Ennie sudah muak dengan Roni ditambah kelakuan pria itu di belakang Ennie bermain main api.
Minah membantu Roni berdiri. “Dasar bodoh!” umpatnya. Setelahnya wanita itu maju mendekati Ennie dan....
Bugh!
Minah memukul belakang leher Ennie hingga pingsan. “Roni angkat dia.”
“M-mau kau apakan dia?” paniknya, wanita bar-bar itu memang kasar.
“Ikuti saja langkahku percayalah semua akan lebih mudah.”
“Mau ditaruh di mana emang nya?” Roni sangat panik, ini pengalaman pertamanya. Ennie yang tidak sadarkan diri dibawa entah ke mana oleh mereka berdua.
Tbc.
Sebelum Lanjut biasakan Like terlebih dahulu.
Author sangat berterimakasih jika kalian menyempatkan untuk Vote atau hanya sekedar komentar.