
Putri kesal sekali tapi dia mendapatkan ilmu dari mantan sahabatnya itu. Koleksi pria kaya sepertinya bagus juga, aku lebih cantik dari Sesil pasti aku akan mendapat banyak ikan. batin Putri, di sinilah tempat yang tepat, tak masalah kalau tempat ini milik salah satu pacar Sesil yang penting dia harus dapat banyak uang.
“Baiklah kau diizinkan untuk mangkal di sini, nanti malam pakailah pakaian seksi aku akan perkenalkan kau dengan orang berdompet tebal,” kata pria itu.
“Iya, tapi berapa bayaranku?”
“Kau tentukan saja sendiri, itu tubuhmu. Tapi sebagai uang mangkal kau harus memberi 30% penghasilanmu semalam padaku. Makin banyak pria yang menidurimu makin banyak uangmu.”
“Baiklah aku mengerti.”
Putri undur diri, dia sudah tak tahan melihat raut mengejek Sesil. “Cari koleksi terlebih dahulu, nanti kalau ada kesempatan aku akan kembali mengejar Izana” Gumam Putri, dia masih belum menyerah. Izana adalah impiannya, setiap malam dia halu bercinta dengan Izana. Putri mesum pada tubuhnya sendiri, dia iri dengan Aria yang bisa bercinta dengan Izana sesuka hati.
Malamnya Putri berdandan seksi menggunakan pakaian yang seksi, ia harus tampak menggiurkan untuk menangkap mangsa. Dia duduk di antara wanita-wanita yang bekerja sama seperti dirinya.
“Kau anak baru ya?”
“Iya.”
“Cantik juga, semoga kau dapat pelanggan malam ini ya.”
“Jelas saja aku kan cantik, lihat saja pasti banyak yang akan melirikku,” sombongnya.
Tapi.. ternyata memang Putri mendapat perhatian lebih, para pria mendekatinya.
“Nona berapa taripmu?”
“100 juta untuk semalam.”
Pria itu mundur, dia tidak sanggup membayar segitu, lebih baik mencari yang lain. Banyak yang mendekati Putri lalu kemudian mundur, Putri jadi kesal sendiri.
“Putri taripmu kemahalan,” tegur Senior.
“Ya jelaslah, yang bisa tidur sama aku hanya orang yang kaya aja, mereka yang uangnya sedikit lebih baik mundur.”
>>>
Masih dengan egonya, Putri tidak menurunkan harganya. “Putri, mereka tidak akan membokingmu karena bayak wanita cantik yang murah di sini, lihat cewek itu, dia cantik kan? Harganya sejam 500 ribu. Ada yang lebih murah tapi tetap cantik contohnya aku cuman 250 ribu satu jam.”
“Dih percaya diri banget kamu! Kamu itu jelek cocok aja harga segitu!”
“Kau ini nyebelin banget ya, ya sudah terserah kau saja!” Wanita ini ngambek dan pergi dari situ, dia tidak akan memedulikan Putri lagi. Padahal niatnya baik untuk memperingati junior yang tidak laku.
>>>
Sudah seminggu tapi Putri tak kunjung mendapat pelanggan, akhirnya ia menurunkan harga dengan sangat drastis.
“Berapa dek satu jam?” Seorang pria menghampirinya, para wanita pekerja pada berbisik menggosip tentang Putri.
“Satu jam 700 ribu, mau?”
“500 deh.”
Putri berpikir sejenak, dia tak ingin seseorang kabur lagi setelah berhadapan dengannya. Dengan terpaksa Putri setuju.
“Baiklah, tapi 45 menit ya,”
tawar Lucy, dia masih ingin terlihat mahal walaupun beda 15 menit dari yang paling mahal di sini 500 ribu 60 menit.
“Ok, setuju.”
Putri pun pergi bersama pria itu, sedangkan para senior perl*ntean ternganga. Mereka tidak menyangka akhirnya kepala Putri melembutkan juga untuk memberi harga normal l*nte, mereka wanita bekas, pria mana yang mau membayar sampai 100 juta.
Tbc.
Sebelum Lanjut biasakan Like terlebih dahulu.
Author sangat berterima kasih jika kalian menyempatkan untuk Vote atau hanya sekedar komentar.