
Seperti apa yang dikatakan Adam, Putri benar-benar berniat ingin meminta Izana dari Ellya. Mereka bertiga mengumpul di kafe favorit tempat kumpul anak muda.
“Ellya, bisakah kau tinggalkan Izana?”
“Apa!” kejut Ellya.
Sesil juga tidak senang dengan penuturan Putri yang seenaknya, walaupun Sesil belum pernah melihat seperti apa rupa pacar Ellya dia tidak pernah berpikir menghianati teman untuk seorang cowok.
“Putri kau bercanda kan? Masa sih kau mau sama pacar temanmu sendiri, iya kan Ellya?”
“I-iya Putri bercanda tuh.”
“Enggak, aku serius. Kau memilih kehilangan aku atau pacarmu?”
“Kau sendiri memilih pacarku, bagaimana bisa aku memilihmu,” tolak Ellya, Putri memang Egois Ellya tahu itu tapi kalau begini persoalannya mana bisa dia terima.
Brak!
Putri berdiri menggebrak meja dengan telunjuknya mengarah tegas ke arah Ella. “Ok Fine! Kita enggak berteman lagi.” Kemudian Putri pergi meninggalkan dua temannya yang tidak ada niat menghentikan Putri.
“Ellya aku dukung kamu, kamu tidak salah Putri lah yang Egois.”
“Terima kasih ya Sil.”
Berikutnya Ellya bercerita tentang Putri pada Izana, Izana meyakinkan Ella kalau dia tidak akan beralih.
“Tapi Putri cantik, pasti kamu suka sama dia.”
“Kamu juga cantik, bahkan yang paling cantik di mataku”
“Janji ya, jangan suka sama Putri.”
“Iya janji.”
Enggak sampai seminggu sejak Ellya bercerita tentang Putri pada Izana, Papa Putri sudah datang berhadapan dengannya.
“Kau yang namanya Izana?”
“Kau tidak kenal aku?”
“Ini pertama kalinya aku melihatmu?”
“Menyedihkan, bahkan anak sendiri tidak kenal.”
Adam sadar sekarang, matanya memandang tidak percaya, ini pertemuan pertama mereka setelah sekian tahun. Dia tidak membesarkan anaknya, malah anak orang lain yang mendapatkan kemewahan untuk menikmati kekayaan yang seharusnya milik Izana.
“Izana ini kau?” Adam ingin memeluknya, namun Izana mendorong tubuh Adam hingga terpental ke belakang.
“Jangan mendekat!”
Adam diam di tempat, alasan Izana begitu dendam dengannya tidak perlu ditanyakan lagi semua itu sudah jelaskan?
“Kau datang ke sini untuk mengemis agar aku mau dengan anak kesayangan mu itu kan?” Dia menekan kata kesayangan di dalam kalimat yang terlontar.
“K-kamu jangan begitu Izana, kau tahu nama perusahaan milik papa itu sepenuhnya atas namamu. Kembalilah kita bisa hidup bersama lagi, kalau bisa kau berhubunganlah dengan Putri.”
“Tidak sudi, bye aku mau pergi. Suatu saat aku akan mengambil alih perusahaan itu dan membuat kalian sekeluarga menjadi gelandangan seperti aku. Nikmatilah dulu harta itu sebelum aku mengambilnya.”
Ya semua harta yang dinikmati oleh Adam adalah atas nama Izana, kakek Izana lah yang memberikannya saat Izana masih umur 5 tahun, dan itu tidak bisa diganggu gugat jika bukan Izana yang melepaskannya. Perlu ditekankan kalau Adam hanya sedang meminjam kekuasaan dari putranya.
“Bagaimana ini?” Gumam Adam fristrasi, dia jadi takut dengan ancaman Izana barusan. Ya, ke depannya Adam akan menjadikan Izana ketakutan yang luar biasa.
.
.
“Jadi dia Izana abang tiriku!” kata Putri setelah mendengar penjelasan Adam.
“Iya, lebih baik kau cari pria lain saja atau kita bisa hidup jadi gelandangan, semua kekayaan ini atas nama dia.”
“APA! Kalau begitu aku semakin tidak bisa melepaskannya, pokoknya aku mau sama Izana, Papa!”
Tbc.