Begal Terpaksa Menikah

Begal Terpaksa Menikah
Part 112


Tak lama kemudian Aria malah tidur, masih di posisi yang sama Izana membiarkan Aria yang tenang. Sebenarnya dia juga ingin tapi.. ah sudahlah susah dijelaskan.


Kreek~


Zin masuk. “Pak sebentar lagi meet-“


“Shuut jangan kencang-kencang,” ucap Izana sambil mengelus punggung wanita yang terlelap itu, dia sedikit terusik tadi tapi kembali tenang.


“Maaf Pak.”


Izana memindahkan Aria ke kamar yang ada di ruangan itu, dia harus pergi meeting sekarang. Sebelum pergi dia memastikan Aria tidak terbangun karena diangkatnya tadi.


“Kkkk~ beberapa hari ini kau membuat ku setres” Kekeh Izana kemudian dia menutup pintu.




Jam tiga sore Aria bangun, matanya melirik menelusuri ruangan. Di mana ini, apa aku diculik? Kamar ini belum pernah Aria lihat sebelumnya wajar saja dia tidak tahu.



Ketidaktahuan itu berakhir saat Aria keluar kamar. Oh jadi ini kamar di ruangan abang. Izana tidak ada, Aria juga bosan. Seakan lupa dengan janjinya sendiri, Aria pergi keluar seorang diri di jalanan.



Dia berjalan kaki menelusuri jalan, ada sesuatu yang sangat ingin ia lakukan. Apa itu? Memalak! Di saat ingin tapi takut, apalagi semua orang tampak kuat, Aria keliling mencari orang yang tampak lemah.



Ketemu!



Ada seorang kakek pemulung yang kurus kering berada di dekat depan gang tengah memungut sampah. Ini membuktikan sudah berapa jauh Aria melangkah.



“Heh kek! Bagi uangmu,” kata Aria dengan gaya tengil.



“Ahaha jangan mengerjai kakek tua ini Nak.” Siapa yang akan percaya wanita di depannya itu butuh uang? Dari atas sampai bawah juga sudah terlihat kalau dia orang berada.



“Berani ya kakek menertawai aku!” Aria mendorong kakek itu hingga dia jatuh. Kasihan? Tidak, dia bahkan tidak merasa bersalah sama sekali.



“HEEEI!” Aria diteriaki oleh orang yang melihat kejadian tidak punya hati itu. Mereka berbondong bondong mendekati Aria, hingga Aria takut dan berlari.



“Mampus aku mampus aku.” Dia dikejar oleh beberapa orang.



“Engga punya otak ya kamu kasar sama kakek- kakek pemulung,” makinya terus mengejar.



Brugh!



Sialnya aku Aria tersandung kaki sendiri hingga dia terjatuh dan terkejar.



“Cantik-cantik malakin orang tua, kamu kurang ajar binatang kamu ya!”



“Aw aw sakit lepaskan,” ringis Aria, ibaratkan sudah jatuh tertimpa tangga.



“Sudah ibu-ibuk kita bawa saja dia ke kantor polisi.”



“Jangaaan, aku minta maaf.”




Aria yang tidak mau jalan diseret oleh mereka, tangisannya tidak dapat meluluhkan orang-orang itu.


.


.


Habis meeting Izana sibuk mencari Aria, dia tidak menemukan Aria di kantor hingga resepsionis bilang Aria sudah keluar dari kantor. Izana pergi keluar untuk mencari, walaupun lagi marahan tetap saja Izana khawatir.



Di seberang sana ada segerombolan orang, tadinya Izana tidak peduli tapi dia dapat mendengar suara tangis Aria dari sana.



“Aria, Ariaa!”



“Abang tolong aku.”



Ada sahutan, Izana pun langsung menerobos gerombolan itu, yang benar saja ternyata Aria sudah babak belur.



“Astaga, Aria!” Sigap Izana menarik Aria dari mereka. Dia sangat marah melihat Aria yang seperti ini. “BANGSAT! Kalian apakan istriku hah!”



“Heh istrimu yang salah mengapa malah marah sama kami, dia tadi malakin kakek tua bahkan dengan teganya dia mendorong kakek itu.”



“Jangan omong kosong! Apa istriku terlihat miskin di mata kalian?”



“Penampilan tidak penting, yang jelas dia memang melakukan hal itu tadi.”



Aria mengangguk mengakuinya, Izana mati kutu tidak berkutik. “Sa-sayang jangan bercanda.”



“Huhuhu tapi aku memang memalak kakek itu.”



“Kau ambil duitnya?”



“Enggak, keburu dikejar mereka,” tunjuk Aria pada segerombolan orang itu. Izana menepuk jidatnya sendiri, sungguh dia malu.



“Ibu-ibu bapak-bapak tolong maafkan istri saya, dia sedang mengidam jadi kelakuannya aneh-aneh. Saya akan ganti rugi.” Izana bicara asal untuk menyelamatkan Aria, lalu dia mengeluarkan uang dari dompet, kemudian memberikan mereka uang untuk tutup mulut.



“Oh mengidam ya, aduh dek aneh-aneh aja permintaan anakmu. Kami juga minta maaf ya sudah mukul kamu,” kata mereka setelah menerima uang.



Tbc.



Sebelum Lanjut biasakan Like terlebih dahulu.



Author sangat berterima kasih jika kalian menyempatkan untuk Vote atau hanya sekedar komentar.