
Seorang pria berpakaian tertutup datang membawa dendam, dia sudah tidak perduli lagi apa kata dunia dan apa hukuman yang akan dia terima setelah ini. Dia adalah Roni, pria yang sudah kehilangan akal sehat.
Kemana para petugas yang menjaga pasien? Roni begitu mudah masuk ke dalam ruangan Ennie.
“Ennie, kau tidur begitu nyenyak ya. Kau tau semua yang aku renggut dari mu sudah hilang, sekarang aku terjerat hutang sana sini” Roni berujar sambil tangan nya menyuntikkan sesuatu pada infus Ennie.
Kemudian Roni duduk di kursi menatap wajah terpejam itu. “Aku benci sekali dengan Izana, apa yang harus ku lakukan pada menantu mu itu? aku juga membenci mu, kenapa tidak kau nikahkan saja aku dengan Aria hahah apa kerna aku tua? cinta itu tidak mengenal usia tau!”
Tak sadar diri atau memang sejak awal Roni gila, jelas jelas Aria tidak menyukai nya kenapa dia sangat memaksa.
Sudah cukup pengakuan nya, Roni mengambil bantal yang menahan kepala Ennie, kemudian dia menindihkan bantal ke wajah Ennie dengan menekannya kuat.
“Mati kau!”
Brak!
“Apa yang kau lakukan!” Jerit Suster yang berhasil mendorong Roni. Kebetulan dia baru datang.
“Sialan! kau mengacau!”
“Tolo-” Saat suster ingin berteriak minta tolong Roni menyerang suster itu dengan mencekiknya, suster berusaha memberontak. Dia melawan tenaga Roni sekuat tenaga.
“Le-paskan uhuk!”
“Saksi mata harus di singkirkan, kau begitu sial bertemu dengan ku hari ini” Roni benar benar sudah kehilangan akal sehat. Hutang melilit dan Aria adalah salah satu faktor utama yang memo nya seperti ini.
Brug!.
Suster berhasil menendang selangk*ngan Roni kerna kakinya menjuntai bebas tadi. Roni kesakitan dengan tangan yang memegang aset nya. suster lepas.
Baru suster ingin berlari keluar Roni kembali menahan. “Mau kemana kau sialan” Dari belakang Roni memeluk tubuh suster agar tidak bergerak.
“TOLOONG!!
“Shuut diam!”
“Lepaskan aku sialan!”
Dalam bekapan Roni suster berusaha mundur membawa tubuh Roni untuk di benturkan ke dinding.
Prang!
Mungkin kerna tidak melihat suster malah membawa tubuh Roni ke jendela kaca yang mudah pecah.
“Aaaaaaaa!” Jerit Roni.
Entah sebuah mukjizat atau musibah, suster tergantung di jendela dengan tangan yang berusaha menahan beban tubuh sendiri, sedangkan Roni sudah jatuh ke bawah.
“Suster!” Tariak satpam yang datang membantu suster naik.
“Pak~ hiks” Suster menangis, dia ketakutan kerna dirinya pria itu sudah tidak mungkin bernyawa lagi.
“Apa yang terjadi sus?”
“A-aku hanya mencoba menyelamatkan pasien, di sini ada CCTV bapak bisa melihat nya sendiri apa yang sebenarnya terjadi huhuh, aku tidak sengaja pak~”
Di malam hari ini rumah sakit menjadi gaduh mengurus mayat baru di bawah sana. Suster banyak di interogasi membuat nya merasa tertekan.
“Pak aku beneran tidak sengaja hiks”
“Iya suster tenang dulu, mereka sedang mengecek CCTV”
“Aku di penjara gak nanti pak?”
“Sa-saya tidak tau, walaupun alasan mu untuk menyelamatkan pasien tapi kau malah membuat pria itu meninggal”
Suster semakin pusing, tak henti hentinya dia menangis.
Tbc.
...Sebelum Lanjut biasakan Like terlebih dahulu...
...Author sangat berterimakasih jika kalian menyempatkan untuk Vote atau hanya sekedar komentar....