Begal Terpaksa Menikah

Begal Terpaksa Menikah
Part 38


“Hem hem hem~ 🎶” Putri bersenandung mencatat hariannya, dia adalah tipe yang suka menceritakan harinya ke dalam catatan sebagai kenangan, kebiasaan itu sudah berlangsung sejak kecil.


“Ada apa ini? Putri papa kayaknya senang banget” Tegur papa putri yang bernama Adam.


“Papa kenapa enggak ketuk pintu dulu?”


“Sudah tadi, makanya headphonemu dilepas.”


“Hihihi oh iya.”


“Jadi.. ceritakan pada papa apa yang membuatmu senang?” Adam begitu menyayangi anaknya, apa pun yang Putri inginkan pasti akan dia turuti. Adam begitu bahagia dengan pernikahannya dengan ibu Putri dibandingkan istrinya yang pertama, maka dari itu Putri bagaikan permata baginya.


Putri tersenyum tipis melihat tulisan di buku hariannya, dia menoleh sebentar ke papanya lalu menutup buku. Dia berjalan ke ranjang dan duduk di tepinya begitu juga dengan Adam yang mengikuti langkah Putri.


“Tadi di kuburan Ellyana aku berjumpa dengan gadis cantik pah, tatapannya teduh seperti tatapan mendiang Elly. Walaupun wajahnya tidak mirip tapi mata itu... aku sangat merindukannya.”


“Jangan bahas Elly lagi, kau tidurlah ini sudah malam.”


Ada beberapa hal yang membuat Adam tidak nyaman untuk dibahas atau sekedar mendengar ceritanya. Satu tentang Istri pertama Adam, Dua anak-anak dari istri pertamanya dan selanjutnya adalah tentang Ellyana sahabat Putri.


Tiga hal itu berkaitan dengan seseorang yang membuat Adam sangat dibenci, bahkan dia membantu perusahaan Ennie bukanlah kemauannya sendiri tapi karena tekanan dari seseorang itu.


Setelah Adam keluar dari kamar Putri, wanita itu bergumam sendiri menatap langit-langit kamar. “Elly Aria Elly Aria Elly Aria.. Hmm.. Ahahaha mereka punya vibes yang sama AKU BENCI ITU! AKU SANGAT BENCIIIII,” entah apa yang salah dengan Putri tapi wanita ini seperti memiliki kepribadian ganda, tapi itu tidak benar karena Putri adalah manusia normal yang tidak memiliki masalah mental.




Di waktu yang sama, Aria berbaring mengeloni Izana yang mendadak manja. Keadaannya sudah lebih baik setelah diberi obat sama dokter di rumah sakit tadi siang.



“Awas saja Roni sialan itu akan kubalas pasti akan kubalas,” adunya menyembunyikan wajah di ceruk leher Aria.



“Iya-iya makanya hati-hati sama dia.”



“Tadi pas aku tinggal kamu tidak cerita yang buruk-buruk tentang aku kan ke ayah?”




“Eh? Kalian baru bertemu tapi dia sudah seterbuka itu denganmu?”



“Iyakan banyak juga tipe orang yang kaya begitu.”



“Jadi tragisnya itu seperti apa?”



“Dia diperk\*sa oleh sekumpulan preman yang menghadang saat dia pulang kerja, tidak hanya itu bahkan dia sampai dibunuh digantung di pohon dalam keadaan bug\*l”



Izana terdiam dengan tangan yang bergetar, cerita Aria sama persis seperti kejadian yang menimpa kekasihnya dua tahun lalu, bahkan sampai detik ini dia tidak tahu di mana pacarnya dimakamkan.



“Ada apa Bang? Perut Abang sakit lagi ya?” tanya Aria merasakan tubuh Izana bergetar.



“Siapa nama orang yang mati dengan tragis itu?”



“Siapa ya? Aku sempat baca tadi di nisannya emm.. Ell.. Elida? Elida bukan sih? Ah iya kayaknya.”



Izana membuang napas kecewa, dia pikir itu adalah makam kekasihnya Ellyana atau yang sering dia panggil Ella ternyata bukan karena Aria bilangnamanya Ellida.



Tbc.