
Seperti biasa Aria selalu di ajak ke kantor oleh Izana. Setelah sekian minggu tak nampak akhirnya para pegawai melihat pasangan ke kantor lagi.
Masuk ke dalam ruangan Izana tidak ada siapa siapa di sana, Zin selama ini bekerja di ruangan nya sendiri.
“Bang Zin mana?”
“Bentar lagi paling ke sini”
Yang benar saja Zin datang setelah nya, dia membawa sesuatu di tangan yang entah apa itu.
“Selamat datang kembali pak, kebetulan besok ada pesta ulang tahun perusahaan pak Jakar, kerna anda sudah datang lebih baik anda saja yang pergi, ini undangan nya” Zin menyerahkan undangan kepada Izana.
Pak Jakar adalah ayah Samuel dan Dendy jika kalian lupa.
“Baiklah, semua berjalan lancar kan selama aku tidak ada?”
“Iya Pak”
Aria mendekati Zin. “Zin ini oleh oleh untuk mu”
“Terimakasih nona” Zin tersenyum senang, tapi bukan kerna oleh oleh melainkan melihat kondisi Aria yang sudah membaik. Syukurlah. Batin nya.
Kemudian Zin pamit keluar, ada pekerjaan lain yang menumpuk di ruangan nya.
“Sayang”
“Iya bang”
“Besok malam kamu ikut aku ya ke pasta”
“Ok”
“Mau beli dress baru?”
“Gak usah, di rumah banyak dress baru yang belum di pakai sama sekali”
“Baiklah” Izana kembali ke mejanya, banyak dokumen yang harus dia baca dan tanda tangani.
Aria memperhatikan Izana yang tengah sibuk di sana, dia tampak lebih tampan di saat sedang fokus seperti itu. “Suami ku tampan banget” Kata Aria tiba tiba.
Izana tersenyum salting mendengar pujian Aria. “Sayang jangan menatap ku seperti itu, aku jadi tidak fokus”
“Malu ya? tapi abang memang ganteng banget loh bang, aku beruntung banget”
Seketika kepala Izana menunduk menyentuh meja, walaupun mereka sudah lama menikah tatap saja masih bisa malu.
“Tapi dedek nya pingin liatin papanya aja”
Aria berjalan mendekati Izana lalu kemudian duduk di pangkuan nya tak lupa tangan yang melingkar di leher Izana. “Bang menurut mu anak kita cewe atau cowok?”
“Cowok kali, ingat gak kamu ngidam ngebegal waktu itu”
“Iya dia nurutin kerjaan papanya dulu”
“Anak papa jangan gitu ya sayang gak baik”
“Kalau anak kita perempuan gimana?”
“Tidak apa apa, bagus lagi jadi dia bisa membantu pekerjaan rumah mu”
“Tapi aku pingin nya laki laki”
“Buat lagi lah nanti, kalau memang bisa”
“Bisalah, dulu tu aku gak hamil gara gara abang yang kerjaan nya merampas hak orang, jadi tuhan gak kasih kita kepercayaan kerna nanti anak kita malah makan uang haram juga”
“Heh mulut mu!” Izana mencubit mulut Aria, bisa bisanya Aria mengungkit masa lalu di saat Izana ingin melupakan nya.
...***...
Klara hari ini datang siang untuk bekerja, dia sibuk bersih bersih kostan tadi. Seperti apa yang di katakan Aria dia benar benar mencari tempat tinggal sendiri.
Mulailah dia melakukan pekerjaan nya di rumah majikan. Saat sedang mengelap meja dia mendengar suara bising di luar sana.
“Adik ku kerja di sini, kalian tidak bisa melarang ku!”
“Tapi tuan rumah mengatakan anda tidak boleh datang” Beberapa security menahan Winda yang tadi sempat terlepas. Memang Aria mengatakan untuk menghadang Winda jika dia datang, dia sudah di blacklist.
Klara di sini merasa aman, dia merasa beruntung bekerja dengan majikan seperti Aria. “Nona terimakasih” Gumamnya menangis haru.
“Aku janji suatu hari akan membalas kebaikan mu nona”
Tbc.
...Sebelum Lanjut biasakan Like terlebih dahulu...
...Author sangat berterimakasih jika kalian menyempatkan untuk Vote atau hanya sekedar komentar....