Begal Terpaksa Menikah

Begal Terpaksa Menikah
Part 55


Setelah apa yang dia perbuat Tati mendapat hukuman satu tahun penjara, bersama dengan wanita-wanita yang bermasalah dia semakin tertekan oleh telunjuk yang menjadikannya babu.


Dia tidur bahkan berhadapan langsung dengan WC yang kotor dingin dan bau, setiap hari dia harus memijat wanita yang paling ditakuti di dalam jeruji, mencucikan baju dan juga membersihkan ruangan.


“B*bi! Pelan-pelan kau ingin mengupas kulitku ya?” jeritnya kesakitan saat Tati mengerok punggungnya dengan sangat kencang.


“I-iya maaf.”


“Astaga aku ini manusia bukan ikan, apa kau ingin menggorengku!”


“Tidak Winda, tadi kau meminta sedikit kencang.”


“Sedikit kencang! Bukan sekuat tenaga!” Winda menekan-nekan pipi Tati bahkan kuku panjang itu menyebabkan pipi Tati tergores.


Pada malam harinya di saat semua orang sudah tidur di saat itulah Tati menangis dengan sekujur tubuh terlukis lebam bukti bagaimana dia sangat tertindas. “Bukan salah ku, bukan salah ku Aria tertabrak, dia sendirilah yang menabrakkan diri! Huhuhu~ ibu ayah.. aku mau pulang.”


Bahkan setelah di penjara pun Tati tidak mengakui kesalahannya, dalam benaknya dia sangat membenci Aria.


“Kerna Aria aku seperti ini, iya gara-gara cewek sok cantik itu. Ternyata dia orang jahat ya ku pikir dia baik, memang ya orang sok baik itu berbahaya.”


.


.


Di waktu olahraga pagi, Tati selalu jadi bahan bulian bagi tahanan lain. Mulut tahanan tidak berpendidikan lebih pedas dibandingkan kehidupan luar, mereka yang berada di sini bukanlah orang baik melainkan orang bermasalah yang tidak cocok di kehidupan bermasyarakat.


“Eh eh gempa, tolong gempa!”


“Bukan gempa Winda, tapi ada b*bi hamil sedang lari.”


“Ahahaha” tawa mereka bersamaan.


Langkah Tati kian memelan, dia sangat malu. Apa gendut itu adalah sebuah dosa? Kenapa manusia memandang remeh sebegininya? Tidak ada di dunia ini yang sempurna termasuk mereka yang mengejek.


“Padahal mereka juga jelek, kenapa hanya aku yang ditindas?”


BRUG!


“Ma-maaf, kau tidak apa-apa?” Tati mengulurkan tangan untuk membantu wanita ceking yang terjatuh itu tapi sayangnya tangannya malah ditepis.


“Minggir! Badan besarmu itu mengalangi jalan tahu enggak!?”


Selesai olahraga tahanan dibawa kembali ke jeruji, dibandingkan di lapangan, di ruangan adalah neraka sesungguhnya bagi Tati.


“Aww sakitku mohon jangan Winda.”


Winda sangat keterlaluan, dia membuat Tati bertelanj*ng dan meremas dada gadis itu dengan kuat. Padahal mereka sesama wanita bagaimana Winda bisa berbuat sampai seperti itu?


“Owww kenyal-kenyal, mana air susunya nih? Kok enggak keluar?” geram Winda semakin menekan.


“AHHHHK!”


“Oi Winda dada anak gadis kau begitukan, terjerit tuh dia.”


“Tapi aku penasaran bagaimana rasanya susu babi, ayo babi keluarkan susumu kami ini sudah lama tidak minum susu.”


Pelecehan seksual sesama gender bukanlah hal yang aneh di dalam penjara, jika kau tidak beruntung kau akan bertemu dengan orang yang seperti itu. Mereka terlalu lama di dalam penjara hingga nafsu mengendalikan diri untuk mesum bahkan sesama gender sekalipun.


>>>


Seminggu


Dua minggu


Tiga minggu


Sebulan kemudian...


Hari-hari yang Tati jalani membuat mental gadis ini bermasalah, dia di lecehkan, lubangnya sering dikorek-korek oleh Winda namun gelar babu masih melekat padanya.


“Akan kubunuh, akan kubunuh dia!” gumamnya sendiri di waktu tengah malam.


Tbc.