
Izana yang notabenya memang penasaran dengan rasa yang seperti itu tergiur dengan tawaran gadis itu, biasanya dia hanya bisa menonton lewat ponselnya, bisakah sekarang dia praktik?
“Ehem kau yakin?”
“I-iya tapi kau harus menuruti syaratku, ya.”
“Baiklah aku setuju.”
Hari itu adalah hari di mana Izana pertama kali merasakan rasanya berhubungan badan, mereka melakukannya di semak-semak dalam gelapnya malam. Izana beruntung karena gadis itu masih perawan, itu berarti mereka sama-sama pengalaman pertama.
“Siapa namamu?” tanya Izana sambil memasang celananya.
“Ellyana”
“Ella?”
“Iya itu juga bisa tapi biasanya orang memanggilku Ellya. A-aku harus pulang sekarang paman pasti sedang mencariku.” Walaupun dengan langkah yang mungkin terasa sakit, Ella memaksakan diri untuk pulang. Izana mengikuti gadis itu karena takut gadis itu melapor, namun ternyata gadis itu benar-benar pulang ke bengkel.
Sejak hari itu Izana terus mengawasi Ella, dia belum yakin Ella akan terus diam saja seperti saat ini, Ella sedang mengobrol dengan dua temannya dia menceritakan pengalaman bercintanya.
“Kami berdua sudah jebol, kau masih perawan, Ell?” Bangga Sesil sembari tertawa mengejek bareng Putri.
“Siapa bilang! Aku sudah jebol juga ya,” bantah Ella, dua sahabatnya itu selalu pamer kemesraan dengannya.
“Hah!” kejut mereka serempak tak percaya apa yang dikatakan Ella.
“Kalian sih pamer terus, jadi aku penasaran deh. Waktu aku mau balikan motor ke tempat paman aku ada jumpa cowok ganteng, jadi kusuruh aja dia memperk*saku.”
“Ganteng doang itunya paling kecil,” ejek Sesil.
“Siapa bilang! Besar dan panjang tani. Iniku rasanya mau robek.”
Di balik pohon Izana menahan tawanya, obrolan tiga sekawan itu benar-benar luar biasa, apalagi reaksi Ella yang sangat lucu.
Lama kelamaan terus mengawasi Ella, Izana jadi jatuh cinta pada gadis itu. Hari ini dia memberanikan diri untuk mengatakan cinta. Dengan gentel Izana mendatangi Ella di rumahnya, untunglah Ella menerima Izana.
Tak terasa hubungan mereka sudah tiga bulan, Ella semakin cinta dengan Izana tapi dia tidak bisa membiarkan Izana ditangkap polisi suatu hari nanti.
“Izana.”
“Hmm?”
“Tapi aku tidak bisa membengkel.”
“Paman akan mengajarimu, ayo temui dia.”
Ella berusaha meyakinkan Izana.
Akhirnya Izana bekerja di bengkel sesuai permintaan Ella, dia mendapat pengalaman dalam hal mesin atau sesuatu yang berhubungan dengan itu.
Suatu hari teman-teman Ella mengajak triple kencan namun Sesil tidak ikut karena dia baru saja putus. Di sanalah Putri bertemu Izana remaja untuk pertama kalinya, dia langsung kepincut cinta pandangan pertama.
“Papa aku ingin cowok ini!” rengek Putri pada Adam dengan menunjukkan foto yang sempat diambil secara diam-diam.
“Ini siapa Putri?”
“Namanya Izana, hanya itu yang aku tahu. Tapi dia pacaran dengan temanku, bagaimana dong?”
Nama cowok itu sama kayak nama anaknya, tapi nama bisa sama iyakan? Jadi dia tidak mau berpikir terlalu jauh. “Sesil atau Ellya?”
“Ellya.”
“Ya sudah kamu minta aja sama Ellya, nanti kalau dia tidak mau bilang sama papa,” pujuk Adam, dia selalu berusaha memenuhi keinginan Putri, apa pun itu, karena Putri di mata Adam adalah Zara. Dia ingin menebus kesalahannya melalui perantara Putri anak dari Amik.
Tbc.