
Sebulan berlalu sejak kedatangan Aria dan Izana ke Switzerland. Mereka menetap di desa Lauterbrunnen yang indah dan bersih.
Lauterbrunnen adalah sebuah desa kecil di lembah Lauterbrunnen di Swiss yang masuk ke wilayah kota tua Bern dan berjarak sekitar 70 km dari kota Bern yang adalah ibukota negara Swiss.
Di sana Aria di manjakan dengan ketenangan alam yang membuat nya rileks dari semua beban hidup termasuk kehilangan ibunya. Dia sudah mengikhlaskan kepergian Ennie.
“Sayang kita besok pulang ya” Tawar Izana.
“Bentar lagi ya bang aku masih mau di sini”
“Kasihan Zin sayang, dia mengerjakan semua pekerjaan. Nih dedek bayi gak rindu makanan Indonesia ya?” Tangan Izana mengelus perut Aria yang volume nya yang sedikit naik itu, hanya sedikit.
“Jangan gitu, nanti aku pingin sekarang gimana?”
“Makanya itu, kita pulang besok ya”
“Yaudah deh”
“Ok sebelum kita pergi dari desa ini aku ingin bercinta lagi” Tangan yang tadinya mengelus perut kini naik ke area dada. Sumpah selama di sini Izana mesum banget apalagi seminggu terkahir ini.
...***...
Untuk kembali ke Indonesia terlebih dahulu harus pergi ke kota Bern menggunakan kereta. Di sanalah mereka akan memulai penerbangan. Jangan sampai pulang dengan tengan kosong, setidaknya mereka membawa buah tangan untuk Zin yang telah bekerja keras.
“Bang sekalian kita beli untuk Dika”
“Iya”
Begitulah kegiatan mereka sebelum akhirnya melakukan penerbangan.
Singkat waktu mereka sudah sampai di Indonesia, menggunakan taksi Dika mereka menuju apartemen yang sudah sebulan tidak di injak.
“Terimakasih Dik, ini oleh oleh buat kamu” Kata Aria.
“Uwah terimakasih, beneran di kasih rupanya”
“Hehe kami masuk dulu ya”
“Perlu di angkatkan gak nih koper nya?”
“Gak perlu, cuman satu bang Izana bisa kok”
“Yaudah bye bye”
Dika pergi, tinggallah Izana dan juga Aria. “Sayang kamu masuk duluan, ada yang mau abang beli di depan situ”
“Ok”
\>\>\>
Belum sampai di depan pintu apartemen Aria sudah di sambut dengan pemandangan yang mengerikan di depan sana. Seorang wanita menyiksa wanita lainnya.
Itu adalah Winda yang menarik rambut Klara yang tidak ingin ikut bersamanya. Aria melepas sepatu nya lalu...
**Bugh**!
“Ahhhk!” Winda meringis kesakitan, ada sepatu melayang mengenai kepalanya.
“Lepaskan tangan mu dari rambut pembantu ku!” Bentak Aria.
Winda mendengus kesal melihat wanita cantik di depan sana yang mulai berjalan mendekati.
“Nona~” Sendu Klara dengan tengisan nya.
**Plak**!
Aria yang sedang hamil memang ringan tangan, manampar orang yang beromong kosong tidak masalah kan?.
Winda, mau membalas tapi tangan nya malah di tahan oleh seorang pria. “Kau ingin menampar istri ku?”
“*Oh my god*” Batin Winda menatap kagum Izana.
“Terpesona dengan suami ku? ini orang yang kau bilang om om tadi. Awas kau datang ke sini lagi, Klara ayo masuk” Ajak Aria, Izana yang tidak mengerti apa apa juga ikut masuk meninggalkan Winda di situ.
“Sayang ada apa sebenarnya?”
“Gak tau nih, Ada apa Klara kenapa dia menarik rambut mu tadi?”
Klara menangis. “Huhuhu Selama nona dan tuan tidak ada dia sering datang ke sini, dia menjual ku untuk di gilir hiks”
Aria dan Izana saling tatap tatapan, bukan kah ini terlalu tragis?.
“Ma-maaf aku juga sering menginap di sini kerna di usir ibu kerna gak kasih uang. Tapi aku tidak macam macam kok”
“*Gimana nih bang*?” Bisik Aria.
“\*Terserah kamu sayang, abang tak mau ikut campur”
“Gak kasihan liat dia?”
“Enggak\*” Izana memang minim rasa iba kecuali untuk Aria.
“Ehem Klara”
“Iya nona”
“Lebih baik kau cari kostan, kami tidak bisa menampung di sini”
“Tapi uan-”
“Berhenti memberikan uang pada ibu tiri mu, gunakan uang untuk dirimu sendiri atau kau kami pecat sekalian, aku malas menampung orang yang tidak pandai menyelesaikan masalah seperti mu, yang ada kau hanya akan membuat repot kami”
“Nona aku tidak bis-”
“Menurut atau ku pecat sekarang juga!”
Gadis bodoh seperti ini memang harus di kasih paham, kalau tidak dia akan terus di tindas, Aria begini bukan kerna kejam tapi gadis bodoh seperti ini memang menjengkelkan.
Tbc.
...Sebelum Lanjut biasakan Like terlebih dahulu...
...Author sangat berterimakasih jika kalian menyempatkan untuk Vote atau hanya sekedar komentar....