Anak Genius: Jadilah Ayahku, Tuan Presdir

Anak Genius: Jadilah Ayahku, Tuan Presdir
Bab 65


Dita mengerjapkan matanya, melihat sekeliling ruangan yang terasa asing di matanya. Badannya terasa sangat lemah, di saat ingin menggerakkan kakinya terasa keluh dan mati rasa. Bagai video yang berputar dengan cepat, Dita memegang kepalanya yang terasa sangat sakit, mengingat kejadian saat dia menolong mertuanya.


"Aku ada di mana? kenapa tempat ini sangat sakit? kaki ku seperti mati rasa, " lirih pelan Dita yang berusaha untuk berdiri, semakin dia memaksanya, maka sakit itu bertambah. Dita tak putus asa, memegang salah satu sudut brankar dan menurunkan kedua kakinya dengan sangat perlahan. Hingga kedua kakinya menginjak lantai, di saat melepaskan tangannya, Dita terjatuh dan dengan sigap seseorang memegangi nya dengan cepat.


"Terima kasih, " ucap Dita dan mendongakkan kepalanya, melihat dengan sangat jelas jika orang yang menolongnya adalah Zean.


"Apa yang kamu lakukan? seharusnya kamu berbaring di atas brankar itu," jawab Zean yang sangat khawatir dan menggensong Dita untuk berada di atas brankar.


"Kenapa kamu berada di sini? di mana suamiku?" ujar Dita yang menatap Zean dengan tajam.


"Suamimu ada di hadapanmu saat ini, " sahut Zean dengan santai.


Dita celingukan dan tidak melihat siapa-siapa selain Zean, "kamu berbohong, di sini hanya kita berdua saja." Zean menatap dalam wajah Dita seraya tersenyum dan memegang pipi Dita dengan gemas, "suamimu sekarang adalah aku, setelah sampai di London kita akan meresmikan hubungan ini. "


"Apa maksudmu? apa kamu sudah gila? aku mempunyai seorang suami bernama Nathan Wijaya dan di karuniai 2 orang anak." Penjelasan Dita yang mencoba menyadarkan pria yang ada di hadapannya.


"Jangan katakan namanya lagi, sudah cukup. Sekarang hanya kita yang tersisa di sini," cetus Zean yang menendang sebuah kursi, membuat Dita ketakutan dengan ekspresi Zean yang mudah berubah-ubah.


"Alvin," teriak Zean yang memanggil tangan kanannya. Dengan cepat Alvin menghampiri sang atasan, "iya tuan. "


"Berikan aku surat itu." Alvin menyerahkan sebuah surat kepada Zean, dan Zean menyerahkan nya kepada Dita.


"Cepat tanda tangani surat itu. "


"Surat apa ini?" sahut Dita mengerutkan keningnya.


"Tentu saja surat perceraianmu dengan Nathan sialan itu."


"Tidak, aku tidak mau," tolak Dita dengan keras.


"Suka atau tidak suka, kamu harus menandatangani nya dengan cepat. Itu memudahkan untuk pernikahan kita," seloroh Zean yang memaksa.


****


Di sisi lain, Nathan bertindak dengan cepat. Dengan bantuan dari Bara, Daniel, dan yang pasti twins L. Sebenarnya Nathan tidak menyetujui jika kedua putranya turun langsung, karena kepintaran twins L yang pintar membujuk membuat Nathan mengangguk.


Nathan menyusun rencana, dan ingin mengepung tempat itu secara diam-diam. Mengaktifkan seluruh anggota Mafia miliknya, dan membekali semua orang dengan senjata yang mereka pilih. Al memilih shuriken dan pistol yang melekat di pahanya, sedangkan El lebih tertarik dengan beberapa pisau yang di letakkan di pinggang dan juga di pahanya, tak lupa pula dengan sebuah pistol.


"Ayo, kita harus cepat. Tambah kan laju dari mobil ini, " tegas Nathan. Dengan kecepatan penuh, Bara melajukan mobilnya dan menyalip seluruh kendaraan yang sangat mengganggu.


"Apa kalian siap dengan ini?" tanya Nathan yang berbalik badan menatap semua orang.


"Aku tertantang dengan ini, sudah lama aku tidak melakukan pekerjaan ini," sahut Bara yang tersenyum menyeringai.


"Dan jangan tanyakan kami berdua, senjata yang melekat di tubuh kami sebagai bukti jika kami sangat siap," ucap Al yang di anggukan kepala oleh El.


Nathan segera ke posisi dan menatap lurus ke depan. Mobil berhenti sekitar 200 meter dari lokasi, mereka membagi tim menjadi tiga bagian. Twins L bersama dengan Nathan yang tidak ingin di pisahkan dengan kedua anaknya, sementara Bara dan Daniel membagi tim Mafia milik Nathan menjadi 2 bagian yang akan mengikuti mereka nantinya.


Ketiga pria itu terlihat sangat cekatan, Nathan dan twins L suatu kombinasi yang sangat komplit. Melumpuhkan semua anggota yang berjaga di luar, Hingga mereka bisa masuk dan kembali menyerang anggota Mafia Tiger secara bersembunyi. Di ruangan yang gelap membuat keutungan bagi ketiga pria itu, Rantai besi yang sedari tadi di pegang Nathan mencekik leher lawannya tanpa ampun, Al membidik anggota Tiger dengan shuriken, sementara El membidik dengan lemparan pisau.


Daniel dan Bara kembali bergabung dengan Nathan dan juga twins L, sekitar 60 persen pasukan Tiger telah di lumpuhkan. "Bagaimana dengan pekerjaan kalian?" tanya Nathan yang menatap Daniel dan juga Bara.


"Aku lebih suka menggunakan pistol, hanya tinggal menarik pelatuk tanpa menghabiskan tenaga," keluh Daniel yang mendapat jitakan dari Nathan.


"Jangan mengeluh, lakukan dengan baik dan juga cepat."


"Dan aku sangat menyukai ini. Al dan El, ayo kita bertaruh seberapa banyak lawan yang bisa kita lumpuhkan, " ajak Bara membuat Daniel dan Nathan menggelengkan kepala.


"Deal, jika Papa kalah harus membelikan ponsel terbaru untuk kami, " sahut El yang bersemangat.


"Tidak masalah, let's go!" tutur Bara dan menarik pelatuk pistol di tangannya. Mereka mulai berpencar sambil mencari tempat berlindung yang sekiranya aman. Suara tembakan yang sangat nyaring terdengar oleh Zean dan dengan langkah yang tergesa-gesa, berjalan menuju asal suara.


"Wah.... wah lihatlah, siapa tamu tak di undang ini yang telah berani membuat kekacauan ini, " ucap Zean dengan raut wajah yang datar seraya bertepuk tangan.


Nathan mengepalkan kedua tangannya sambil berjalan mendekati Zean.


"Ck, berani sekali kamu menculik istriku," ketus Nathan.


"Tidak, karena sebentar lagi Tata akan menjadi milikku."


Dita berusaha keras untuk berteriak, sayangnya ruangan itu ada peredam suara. Hingga tidak ada yang bisa mendengarkan teriakannya. Bara melirik twins L, mengerti dengan kode yang di berikan Bara, dengan cepat twins L mencari sang Ibu tanpa ketahuan dari Zean.


"Langkahi dulu aku, baru kamu bisa memiliki Dita," tantang Nathan. Tak perlu waktu lama, mereka saling bertarung satu sama lain, sementara Daniel dan Bara menyerang para anggota Tiger dengan bantuan anggota Black Wolf.


Pencarian twins L selesai, di kala melihat Dita yang berusaha untuk lolos dari ruangan itu. Dengan sigap, mereka menuntun Dita ke kursi roda dan membawa sang ibu ke tempat yang aman.


Zean yang melihat twins L yang berhasil membawa Dita, mengejarnya. Sementara Nathan tak tinggal diam untuk mengalihkan perhatian Zean dengan cara memukulinya hingga babak belur. Nathan yang melihat situasi berada di pihak timnya, dengan cepat mereka mundur dan keluar dari sana.


Dita sangat bersyukur bisa kembali dengan keluarganya, memeluk Al dan El dengan penuh haru. Nathan yang melihat Dita langsung memeluknya dengan sangat mesra. Sementara, Zean begitu marah dengan Nathan yang berhasil membawa Dita.