
"tunggu Ti,sebelum loe lanjut ,loe marah sama kesel bukan gara gara dia selingkuhin loe,tapi gara gara dia lebih milih maulinda perez daripada loe gitu" ucap Nayla bingung
"eh ini antara kita ber tiga aja ya,waktu itu gue nggak bisa ngitung itu selingkuh lah, kita emang udah ditunangin tapi itu kan kemauan keluarga kita,sementara kita kan masih belum kenal,ya belum masuk kategori selingkuh lah" ucap Tiara malah membela Raka
"gue kadang agak aneh sama isi otak loe mak" ucap Neyla santai
"trus mbak" ucap Rindu menahan tawanya
"dia itu bukannya ngehargain usaha gue buat deketin dia,bukannya ngedeketin diri ke gue, malah nyari cewek yang nggak sebanding sama gue" lanjut Tiara
"itu bikin harga diri gue kena tau, dia nyadar nggak sih brapa cowok cowok yang deketin gue waktu itu,dari yang seumuran ama gue ampe yang tuaan, emang nggak ada otak tu cowok dia itu nggak pernah nganggep gimana usaha gue ngejaga hubungan kami" ucap Tiara masih kesel
"titi loe nyadar nggak waktu awal di tunangin bukannya loe masih SD?lah dia liat anak piyik menarik dari sisi mana?,nie kita logikain dikit ya, liat waktu loe sd kelas 6, Dia SMP kelas 3 kan ya,si maulinda SMA,model cantik seksi yang sedang naik daun bandingin sama anak SD yang blom tumbuh, sorry titi, tapi wajar kalo loe kebanting lah ya" ucap Neyla cekikikan
"gue kela 6 ya,udah dikit lagi lulus ya nggak mungkin gue nggak ada tampang ama body lah ya, wajar lah gue kesel itu cinta pertama gue, gue lakuin semua buat narik perhatiannya, tapi semua sia sia, jangankan kegoda noleh pun enggak, gue ngejar dia udah kayak apa, dia nggak ngargain itu banget" ucap Tiara
"PD loe ketinggian ti" ucap Nayla cekikikan
"awal gue kesel,gue juga nyadar waktu itu gue nggak banget,tapi gue berubah,gue belajar trus nyesuaiin diri,tapi tetep aja dia nggak noleh, dia nggak noleh tapi dia nggak nyuruh gue pergi, keluarga gue juga mojokin gue, mereka slalu ngedoktrin gue,bilang gue nggak good enough untuk Raka, umur gue masih brapa waktu itu ney, mental gue down, Rindu kan loe udah disana kan waktu itu"
"puncaknya gara gara Maulinda keciduk,loe bayangin perasaan gue gimana,gue anak remajan tapi harus tanggung jawab ke hal yang bukan salah gue,harga diri gue gimana, dan lucunya dia udah tau salah bukannya nenangin gue,terimakasih dikit kek ke gue,ini dia malah di umpetin ama keluarganya" ucap Tiara kesel
"jadi sekarang tiba tiba Maulinda dateng,gue juga tau itu bukan maunya Tunangan bren*sek gue, bukannya gue nggak tau kalo ini strategi mama raya, dan gue nggak benci maulinda ya, dia kan nggak salah, tunangan gue yang brengs*k, dulu dia ngenalin gue sebagai adiknya ke maulinda, dan inget saat maulinda dateng, gue lagi galau masalah pertemuan di rumah kemarin, belum lagi deg degan gara gara dipaksa nikah,eh ini tunangan gue malah ketemuan sama dia,dan karena kemarin kan gue udah ngasi kesempatan sama hubungan kita, kali ini gue ngitungnya dia selingkuh titik nggak pake koma" ucap Tiara kesel
"dan loe dua nggak usah ketawa nggak jelas, gue nggak bakal balik sebelum kesel gue ilang,bodo amat sama pernikahan,sekarang gue mau mandi trus tidur" ucap tiara sambil masuk ke kamar mandi dan menutup pintu dengan keeas sementara kedua temannya malah tertawa cekikikan.
......
"k..kamu" ucap Tiara bingung
"Malam sayang,Miss Me" Ucap Raka sambil mencium bib*r Tiara c*uman kasar dengan tujuan menghukum kepergian Tiara, yang perlahan menjadi c*uman yang intens dan panas, Raka menc*umnya, menggoda Tiara hingga tiara menjadi terlena, Raka yang senang menerima respon Tiara mulai memperdalam c*uman mereka, menggig*t pelan memaksa b*bir Tiara terbuka, menghis*p dan menjelajah semua yang ada didalamnya, c*uman yang dalam sampai akhirnya mereka hampir kehabisan napas
"Raka.. awas" ucap Tiara terbata bata sambil berusaha melepaskan diri, Raka tanpa menghiraukan kata kata Tiara dan sibuk menggoda tiara, menc*umi leher tiara,dan memberikan tanda kepemilikan di sepanjang leher jenjang itu, Tiara kembali terlena atas semua hal lembut yang dilakukan Raka, tanpa dia sadari tangan Raka mulai masuk ke dalam baju tidur Tiara,mengelus ringan perut Tiara dan membuat pola memutar di perut lembut tiara,dan Tiara hanya bisa mendesah lembut
"sayang....,rasamu sungguh memabukkan" bisik Raka di telinga Tiara lalu menjilatinya lembut
"Raka....lepasin,ini belum boleh,kita belum nikah" ucap Tiara di sela sela des*hannya
"kenapa, nggak ada yang salah kan, aku akan bertanggung jawab pada semua yang kulakukan, kau milikku" ucap Raka sambil melanjutkan aksinya
"Raka jangan gini,kamu mabuk" ucap Tiara yang mencium aroma alkohol di nafas Raka
"aku nggak perlu mabuk untuk ngelakuin semua, Sayang kmu sadar nggak kalo selama ini aku berusaha menahan diri,biar kamu nggak takut Dan nggak terlalu membenciku,aku mau kamu perlahan bisa nerima aku dan kita mulai dari awal" ucap Raka dengan nada dingin lalu menghentikan kegiatannya tapi tetap memposisikan diri diatas Tiara dan mengunci tangan Tiara di atas kepala Tiara
"Raka lepasin,ini sakit"ucap Tiara
"aku akui dulu aku salah mengambil langkah, aku berbuat buruk menghargaimu, tapi saat itu kita masih remaja, tidak ada satupun Remaja pada masa puber akan nerima dijodohin sama anak Kecil dan kamu pergi adalah konsekwensi terberat untuk itu,nggak ada kamu disampingku adalah hal yang sangat menyakitkan" ucap Raka
"dan aku sangat menebus kesalahanku aku sangat bersabar menghadapi tingkahmu yang slalu random"ucap Raka denga nada Dingin yang tiba tiba tersirat
"aku nggak marah saat beberapa kali kamu menyangkal keberadaanku, ngomong jelek di tempat umum,bahkan nggak ada sedikitpun rasa marah ke kamu saat kamu kirim semua mobil ke bengkel, kacauin rumah, pakaian dan isinya, semua bisa kubeli lagi,tapi" ucap Raka Mulai memerlihatkan kemarahannya
"Saat aku kamu lebih memilih kabur dari rumah kita daripada bertengkar denganku, dan setelah ciuman itu, aku tau aku terlalu longgar ke kamu" Ucap Raka sambil menatap Tiara tajam