Terjerat Pertunangan

Terjerat Pertunangan
34.penghianat


"Ti...aku nanya serius ya,selama di jakarta kamu ada di telpon sama om derry nggak"tanyaku serius


"ada sih,sempet ketemu juga,emang kenapa?"tanya tiara


"dia ngomongin apa,trus dia tau kamu tinggal dimana,kamu ketemu dia pake gaya asli atau penyamaranmu?tanyaku lebih dalam


"apaan sih kok kayak aku diintrogasi gitu,aku nggak suka ya,aku bebas mau ketemu ama siapapun yang aku suka"kata tiara membangkang dan membutku kesal


"kamu jawab aja bisa kan"jawabku dingin


"pas ketemu aku pake masker,aku juga nggak bodoh bodoh banget buat nunjuin diri,selain itu aku juga mikirnya om derry juga agak aneh,dia kayak ngeyakinin aku buat ikut masuk ke winata grup,pas aku bilang nggak minat dia bilang dia bisa wakilin aku dan ibu,dia juga sempet ngomongin kalo dia mau nganterin aku untukn mindahin uang dari rekeningku ke rekening baru,uang bagianku dan ibu gitu?alasannya sih biar keluargaku tetep nggak tau aku dimana,tapi karena aku belum butuh ya aku bilang belakangan aja" kata tiara sbil mengingat ingat


"setelah itu kamu ada dihubungin lagi?"tanyaku


"sering,tadi kalo nggak salah pas aku lagi masak,om derry sempet nelpon,tapi karena aku lagi sibuk ya nggak kedengeran jadinya,?"kata tiara lagi


"oh...emang sering nelpon ngomongin apa?"tanyaku mulai kesel


"ngobrol biasa aja sih,sebenernya aku juga agak keganggu,tapi karena dulu dia sering bantu kami,kan nggak enak kalo ditolak telponnya, terakhir dia mau ngenalin anaknya ke aku namanya satria"kata Tiara santai


"Satria sastrawan,Aktor itu?ngapain ngenalin ke kamu,dia nggak inget kalo kamu udah ada tunangan,trus kamu ladenin ti?"tanyaku kesal


"ya nggak lah aku kan sibuk ngurusin kuliah kafe mana sempet kenalan,sebenernya ada pa sih? "jawab tiara sewot


"ti...dengan statusmu, selain aku, Armand,ibu dan 2 temenmu itu,hati hati hatilah sama orang lain, terutama keluarga sastrawan, sementara ini yang bisa aku ceritain ke kamu adalah derry sastrawan tidak sebaik yang kamu kira, dengan surat kuasa yang kamu kasi ke dia dulu,dia beberapa kali narik uang dari rekening dan entah dia pake untuk apa, ada beberapa hal buruk lain yang aku curiga Dia lakuin,tapi karena aku belom ada bukti, aku belum bisa bilang ke kamu, yang jelas waspadalah, kalo perlu nggak usah berhubungan lagi" kataku tenang


"nggak mungkin dia hianatin kami,apa untungnya buat dia,kamu halu ya?, dulu memang aku yang ngasi rekening kami dan surat kuasa, itu karena dialah yang meminjamkan kami uang 30 juta saat kami pergi dari jakarta, dia juga yang memberi alasan ke keluargaku kalo kami di singapura, dan rekening itu juga paling 1 juta per bulan dan setau kami, udah lama keluargaku tidak mengirimkan uang ke rekening itu lagi"kata tiara


"sebanyak inilah uang yang dapat diambilnya dengan kuasa yang kamu berikan" kataku memperlihatkan data penarikan yang dilakukan om Derry di tahun pertama tiara pergi,dan aku hanya bisa tersenyum melihat tiara membelalakkan mata melihat total penarikan dalam setahun hampir senilai 200 juta


"ta...tapi uang sejumlah ini,aku dapat dari mana dan darimana kamu dapet data ini"tanya nya bingung


"tiara kau salah satu penerus winata,kalo disatukan dengan ibu ayu,kalian memiliki 15% saham di winata grup,dan winata grup adalah perusahan besar dan sebagai pemilik saham, setiap bulan kalian akan mendapat keuntungan dari sana dan uang itu akan langsung dikirimkan ke rekening kalian, apa kalian tidak tau itu?" tanyaku bingung


ddrrrr.....ddrr....ddrrtt....


"Raka..eh...kak,ini dia nelpon lagi,aku harus gimana"tanyanya tegang


"angkat aja loudspeaker dan rekam pembicaraan kalian, "kataku tenang


"halo om,maaf tadi aku nggak denger om nelp,ada apa ya?"kata tiara mengangkat telponnya


"gak apa apa ti...om tadi pas baca berita online,ada nama kamu sama Raka disebut sebut,kamu beneran balik sama dia lagi ti...,om bukannya gimana,om udah anggap kamu sebagai anak sendiri,nggak mau kamu kecewa kayak 5 tahun lalu nak, apalagi yang om denger, mbak raya udah ngatur pertunangan Diandra sama Raka, jangan sampe kamu sedih lagi nak" kata om derry


"tadi itu aku ketemu urusan bisnis om,tenang aja, media terlalu membesar besarkan"kata tiara bersikap santai dan melihat tajam ke arahku


"oh syukurlah kalo beritanya salah, ti... hhmmm.. udah kamu pikirin nggak saran om untuk ikut ngurus perusahaan, jangan takut ti... om bisa bimbing kamu kok, kalo perlu om mau kok buat sementara wakilin kamu dan mbak Ayu,sampe kamu ngerti, kamu percaya aja sama om" kata om derry halus,aku yang mendengar kata itu hanya bisa menahan diri untuk tidak merebut hp tiara


"masalah itu nanti deh aku bicarain sama ibu, sekarang aku lagi liburan dan nggak mau mikir ribet dulu"kata Tiara pura pura ceria


"ok gak apa apa nak,nanti om tunggu kabar baik darimu, oh ya sebenernya om mau kirimin kamu uang,di rekeningmu yang masih om bawa ada uang totalnya 10 juta, tapi om perlu surat kuasamu lagi, karena yang dulu udah nggak bisa dipake, kamu bisa kirimin om surat kuasa?" tanya om derry


"oh...iya om besok aku buatkan trus aku kirim ke om,om udah dulu ya aku lagi di jalan"kata tiara dengan wajah pucatnya


"oke sayang jangan keluar sampe malam,salam buat mbak ayu dan kapan kamu ada waktu, satria bener bener pengen kenal sama kamu, coba lah buka hatimu ya?" kata om derry


"nanti sampe jakarta kita bahas lagi ya om,bye...bye.."kata tiara menutup pembicaraan


"jadi sekarang pikiranmu mulai terbuka,dia salah satu orang yang manfaatkan keluguanmu sayang, dia penghianat, bahkan dia membohongimu tentang isi rekeningmu yang sesang dia bawa" kataku sambil memperlihatkan jumlah saldo rekening tiara melalui HPku


"sebentar, jadi kamu dan diandra akan bertunangan, kamu pikir aku apa? kamu mau aku disisi lain kamu akan bertunangan dengan adikku? siasat apa lagi ini? apa kamu bermain di belakangku lagi? apa kamu mencoba menghianatiku lagi?dan apa kamu pikir kali ni


ini aku akan diam saja?"tanya tiara sambil melemparkan hp yang kuberikan padanya bahkan tanpa melihat hp itu.