
"aku nggak takut sama ancamanmu,aku tau kamu nggak akan tega"kata tiara dengan nada santainya
"yakin?aku akan hitung sampai 5,kalo pintu ini belum kamu buka juga, pelayan ini yang pertama harus pergi dari hotel,namamu sisi kan,bersiaplah ke hrd untuk ngambil surat pemutusan kontrakmu "kataku tenang dingin
"tapi salah saya apa tuan?"tangis pelayan itu
"tidak menjalankan tugasnu dengan baik"kataku tenang
"5......."hitungku
"kamu nggak akan brani"kata tiara dengan nada yang mulai panik
"4...."
"Raka...jangan mengancamku"lebih panik lagi
"3....aku nggak pernah main main kalo itu berhubungan denganmu, 2...... dan kamu juga tau kalau hitungan ini selesai aku masih bisa membuka pintu ini dengan kunci cadangannya 1..." kataku dan tiba tiba pintu kamar itu terbuka dan terlihat wajah kesalmu dan wajah takut Neyra
"Neyra bisa tolong tinggalkan kami sebentar,tenang saja aku nggak mungkin berbuat berlebihan"ucapku tenang meyakinkan Neyra
"Nggak usah keluar,disini aja biar loe liat sebenarnya dia ini kayak apa"ucap Tiara menantangku dan membiatbNeyra kembali duduk di sofa kamar
"baiklah jika menjadi tontonan membuatmu puas,jadi kita biarkan saja semua orang melihat gimana aku nanganin pemberontakanmu" kataku membiarkan pintu terbuka lebar, lalu langsung mengangkat tubuh tiara,kemudian duduk di pinggir ranjang dan memangku taira menghadap ke arahku,dia bengong dan terdiam,dari wajahnya sepertinya ada rasa takut dan bingung tentang apa yang akan kulakukan padanya
"sayank kesabaranku pasti ada batasnya,dan tadi kamu sudah hampir membuatku diujung batasan itu,aku tau kamu marah karena sikapku di pantai tadi,tapi semua karena kamu yang memicunya, kamu boleh meragukan aku,boleh menyalahkankunatas semua perbuatanku yang dulu,boleh mencurigaiku,tapi akuilah dari awal adanya kamu,tidak pernah ada wanita lain dihidupku,aku memang bermain tapi akubtau batasanku, dan jika menurutmu itu salah,kemudian hari aku akan lebih menjauhkan diriku dari wanita lain,hanya akan ada kamu,jika aku ingin bermain aku akan bermain denganmu,jika aku ingin menggoda aku akan menggodamu,jika aku ingin mencium aku hanya akan menci*mmu,bahkan saat semua sudah halal aku hanya akan tid*r denganmu, aku pasti akan buktikan aku tidak akan pernah menyakitimu lagi,jadi lihat dan perhatikan langkahku,buka hatimu dan belajarlah memerimaku kembali"kataku sambil megang dagunya dan mengec*p ringan kening,pipi hidung lalu memang*t lembut bibirnya
"jadi sekarang kita makan dulu ya,aku nggak mau kamu sakit, dan aku takut kalo terlalu lama disini bukan makan yang ingin kumakan tapi malah kamu yang aku nikmati'kataku tenang
"jangan pecat dia"pinta tiara pelan
"cium Aku dulu"godaku
"nggak"jawab tiara pelan,
"Let me do it for you?" lalu aku mengangkat dagunya dan kembali mengec*p pelan bi*irnya lalu segera merubah kecupan menjadi pagut*n liar lalu seteah kami hampir kehabisan napas,aku melepas bib*r itu dan mulai menggigit* lehernya
"Raka..."erangan lembut tiara mulai terdengar
"Sayank hentikan suara itu aku sudah sangat berusaha menahan diriku dan semua oranh sedang memandang kita,tenangkan diriku sesikit sayank"kataku sambil menghentikan semua dan memeluknya
"kamu emang gila"kata tiara pelan dan malu
"hhmmm...semua karenamu,jadi jangan terlalu sering ngambek,ayo kita makan,aku nggak mau kamu sakit,karena dari siang tadi kamu hanya diam di kamar dan makan snacks"kataku berdiri sambil menggendongnya didepan dadaku dan menuju meja makan
"diamlah emang kalo ibu liat kenapa,toh kamu tunanganku,aku hanya memangkumu tidak lebih,kalo ibu nanti minta pertanggung jawabanku,aku siap, ya kan bu? dan biarkan kita makan dengan nyaman,jadi suapi aku ya,tanganku terlalu sibuk memelukmu"kataku dan duduk sambil tetap memangkunya,
"ehhmm....bukannya kita mau ganggu yang lagi kasmaran,tapi liat liat tempat juga lah,gue kan mau juga"goda adrian yang diikuti tawa yang lain
"oh ya besok agenda kita apa,tadi gara gara ada yang ngambek kita cuma ke cristal Bay"Kata Neyra
"kali ini naik mobil lah,ibu juga pengen ikut"kata ibu menambahkan
"besok pagi kita akan nyoba watersportnya, lalu kita akan menjelajah nusa penida dengan mobil, banyak objek wisata yang bagus disini,pantai atuh,anggel bilabong,bukit Teletubbies lalu jam 3 sore kita akan naik boat untuk pergi ke nusa lembongan"kataku sambil mengambil makanan di meja
"wah besok bakal jadi hari yang sibuk dan menyenangkan,tiara ibu nggak tau apa yang terjadi pada kalian,tapi tetep pake kepala dingin,kamu tu udah besar,jangan suka ngambek terus"kata ibu dan tiara hanya terdiam
"nggak apa apa bu....aku malah nggak mau dia menahan atau menyembunyikan sifat aslinya,dulu mungkin dia harus menahan diri,tapi sekarang ada aku,aku akan slalu menjaganya"kataku santai
"kalo gue boleh tau kita liburan disini brapa hari ya"kata adrian
"kenapa?loe ada rencana lain ko?"tanya tiara
"gimana ya bilangan,udahlah kalian kan keluargaku semua,sebelum kita ke bali,salah satu temen bilang kalo dia liat istri gue di surabaya gue ragu, trus kemarin temen gue itu ngirimin foto,mirip istri gue,sebenernya gue agak ragu,temen yang udah lama nggak kontak tiba tiba ngabarin gitu, tapi gie nggak mau nyesel walaupun peluangnya cuma 1,% aku harus ke surabaya mastiin kabar itu"kata Adrian
"kok loe baru cerita sekarang sih,kan kita bisa ke surabaya dulu mastiin itu"kata Neyra yang disetujui Tiara
"gue masih ragu,trus tiara jugakarin ada masalah sama usahanya ,nggak mungkinnlah aku ninggalin kalian,tapi sekarang beda lagi udah ada Raka yang jagain kalian,jadi mungkin besok aku ke surabaya dulu"kata Adrian menambahkan
"gue ikut" kata Neyra
"gue juga"kata Tiara nggak kalah
"emang laki loe ngasi"ejek Neyra
"laki apaan sih bahasa loe...dia pasti ngijinin"kata tiara mantap,tanpa melihat ke arahku dan tanpa dia sadari, dia mengakuiku sebagai miliknya,aku sangat senang dengan hal ini
"apa kalian nggak terburru buru,?"tanya ibu
"Kalian nggak usah kesana,Percuma"kataku sambil memakan makanan di piringku
"maksudmu apa,coba jelasin,emang kamu tau istrinya Ko Adrian?"tanya tiara bingung
"Sayank aku sudah pernah bilang kan,walau aku nggak slalu ada disampingmu,bukan brarti aku nggak tau sekelilingmu,Adrian mendapat perintah dari kampus untuk mengurus penjemputan kalian berdua adalah perintahku, Neyra dapat beasiswa dan menjadi akrabmu pun karena akulah penilai siapa pelamar yang berhak mendapat beasiswa,aku sudah mensortir karakter gimana yang cocok menjadi sahabatmu dan dia Neyra,"kataku sambil mengec*p bibir tiara yang melongo mendengar ucapanku
"titi...sesuai prediksi gue,dia sudah memasang jeratannya padamu dengan sangat licik dan pintar" kata neyra terheran heran