Terjerat Pertunangan

Terjerat Pertunangan
16.Hanya Aku


Kata kata Tiara,membuatku pias,aku akui semua salahku, tidak ada hubungan spesial antara aku maulinda perez, dia hanya sosok yang ingin mendekatiku dan kubiarkan saja,bahkan aku tak begitu ingat wajahnya


Setahun setelah perjodohan, saat itu usiaku 17 tahun, dijodohkan dengan anak 14 tahun aku belum menerimanya,aku bahkan tak mengakuinya, bila teman temanku bertanya aku bahkan bilang dia adik sepupuku,bahkan bila ada temanku yang menyukainya aku mendorong mereka untuk jadian.dan aku memang sebajingan itu.


Dia sering mengekoriku,aku sering membentaknya, dia hanya tersenyum, dia sering mengirimiku pesan, menanyakan keadaaanku, membawakan makan untukku bahkan membersihkan kamarku,tapi aku tetap mendiamkannya


tak sekali saat aku bertengkar dengan ayah aku menumpahkan kekesalan dengan memarahinya dan dia hanya tersenyum


dan itu membuatku kesal.Aku pernah bertanya padanya apa yang membuatnya menyukaiku dan tiara hanya menjawab, aku orang yang mudah disukai dan orang tua kami nggak mungkin menjerumuskan kami ke arah yang salah.


saat itu aku tak pernah berpikir pernahkah mereka memaksamu untuk bersamaku,aku memang egois...


aku mencoba memberontak dengan menerima pendekatan dari Maulinda, kami bahkan beberapa kali menunjukkan kedekatan kami di depan tiara,dan dia hanya diam tanpa menunjukkan sikap tidak suka.


hal itu membuatku kesal lalu menuruti kemauan maulinda bahkan saat dia minta hadiah, kuberi saja kredit cardku pada maulinda,aku kira tiara akan marah dengan sikap gegabahku,tapi dia tetap diam.


lalu terjadi peristiwa penangkapan itu,aku teledor dan tak tau harus apa,semua teman dan keluarga menjauhiku,ayah dan ibu malah mengurungku, mereka di cap membiarkan kenakalan remaja,saham perusahaan sedikit turun, mereka marah karenanya, aku tidak tau ternyata kedua keluarga kita memaksamu untuk melaksanakan konfrensi pers,walau dengan wajah tertutup topeng. aku hanya bisa menonton dan saat mendengar pernyataan tegasmu. dan aku bahagia saat tau kau tidak meninggalkanku,saat itu aku tau kalau hatiku sudah berlabuh pada kebaikan hatimu,hanya aku masih gengsi untuk mengakui kesalahanku.


beberapa hari kemudian saat kau bertanya apa kau berarti untukku aku hanya diam,aku hanya malu mengakui rasaku,lalu tiba tiba kau pergi, bodohnya aku kala itu,aku hanya berpikir kau sedikit marah, bahkan percaya kamu ke singapura untuk menemani ibumu. tapi aku sadar kau tidak pernah menghubungiku.tak ada pesan,aku kehilangangadis kecil yang mengekoriku, dan aku sadar karena kebodohanku kau menghilang.


tapi sekarang berbeda Tiara Senja,aku sudah membangun kekuatanku sendiri, kali ini tidak ada yang bisa menekanku, dan tentunya kau tidak akan pernah lolos dariku lagi, jika kau benci padaku akan kurubah benci itu menjadi memuja, jika hatimu beku akan kulelehkan dengan apinyang membara, jika kau lari aku akan menangkapmu dan jika memaksa pergi maka tidak akan ada tempat lain yang bisa kau tuju,karena hanya aku tempatmu berlabuh.


"Kak siapkan kameramu,siapkan foto yang baik,fokuskan ke arahku dulu"kataku sambil melangkah keluar dari kantor tempat memperhatikan mereka


"Sabar Ka...loe cuma bikin dia takut kalo loe kayak gini, bukannya rencananya loe akan ngasi dia waktu satu tahun ini, akan pelan pelan mendekati dia"kata Armand sambil menghentikan langkahku


"tidak ada waktu lagi,pendekatan manis seperti rencana awal tidak akan meluluhkannya,seperti katanya tadi,hatinya sudah mati,jadi ayo kita kejutkan agar hatinya berdetak kembali"kataku ringan


"tapi Ka"kekeh armand


"Lakukan saja perintahku, foto dengan fokus padaku,tampilkan sedikit wajahnya, dan jangan mulai mendikteku" tatapku dingin dan tidak bisa dilawan


"Siap Tuan Muda"kata Armand dengan tenang sambil melepaskan tanganku


"maafkan sikapku kak,aku hanya tak tahan lagi"ucapku sambil berlalu


....


aku hanya diam dan bingung,ada apa?, tiba tiba tanpa kusadari ada tangan yang membalik badanku,merenggut maskerku dan mengecup bibirku dengan singkat,dalam kekagetanku aku hanya diam karena sebesar logika ingin menolak,hati dan tubuhku ternyata tetap mengingat aroma tubuh ini dan aku merindukannya


"Hentikan semua ini Tiara, dari awal aku tau ini kamu,tidak perlu bersembunyi kembalilah padaku dengan baik,pulang ke keluarga Winata atau datang saja ke Mansion ku,aku akan menjagamu tunanganku"kata Raka lembut setelah ciuman berakhir diankembali memasangkan masker dan kaca mataku, dangan wajah yang tetap dekat dengan wajahku dan tangan yang bertumpu pada meja


"pertama jangan pernah menciumku lagi,kedua aku tak akan pernah kembali padamu ketiga jangan nganggu aku,anggap saja kita tak pernah bertemu, yang terakhir jangan pernah berpikir aku Tiara yang dulu,yang harus menuruti maumu,tiara itu sudah mati 5 tahun lalu,kali ini aku akan melawanmu jika kau menggangguku dan aku bukan tunanganmu" kataku dengan tenang,harus tetap tenang tiara jangan sampai dia.mendengar deruan hatimu


"Jadi dulu keluarga kita memaksamu untuk menurutiku ya,apa itu menyakitkan,gimana kalo gini anggap saja dulu aku yang salah,lalu kau salah karena pergi tanpa memberitahuku,dan karena scorenya sudah sama,bagaimana kalau kita kembali"kata Raka


"kayaknya mimpi loe ketinggian ya kakak angkatanku yang egois,dulu mungkin aku akan suka mendengarnya,sekarang nggak ada artinya lagi" kataku remeh


"jadi sekali lagi aku bertanya padamu,kembali dengan baik baik dan tanpa drama atau bagaimana?"tanya raka dengan tenang


"apa yang harus dikembalikan kalau hal itu tidak pernah ada"kataku tenang


"baiklah,kalau itu maumu,ingatlah waktu boleh berjalan segalanya boleh berubah tapi aku belum berubah,segala milikku akan selalu kembali padaku dan tidak usah membayar tagihan kafe ini,karena kafe ini milikmu,siapa tau kau lupa,di kafe ini kau dulu sering menungguku,saat aku sedang berkencan dengan maulinda,jadi setelah peristiwa penangkapan itu,aku membeli kafe ini sebagai permintaan maafku untukmu,"kataku


"buaya, aku tak perlu hadiahmu,kenapa loe nggak tunangan sama model itu aja"kata Tiara tetap dengan sifat tenangnya


"kau tak suka aku lagi tapi masih mengataiku buaya,kau juga tau aku tak bisa pacaran karena sudah ada tunangan,ya walaupun dia sempat menghilang,surat kepemilikan kafe beserta pembukuannya akan aku serahkan kak armand,dan jangan memandangnya seperti idol yang kau idolakan itu, kak armand yang selama ini mengurus kafe atas namamu, sekarang kafe ini terserah mau kau apakan, jalankan atau biar saja pegawainya kehilangan pekerjaan,dan sampai kapan kau memakai topeng riasan aneh itu"kataku dengan tersenyum


"aku pergi,kak armand lanjutkan,aku tunggu di mobil,kepalaku mulai pusing dan Adrian pikir ulang perusahaan tanaya grup dan istrimu sebelum mencoba jadian dengan tunangan seorang wiley "kataku menutup pembicaraan pertama kami


"Ti....dia mengancamku dengan telak lho, sepertinya kita cuma bisa jadi temen deket ya"


"ti....ternyata kak Raka seserem itu ya"sambung Neyra


"Tiara....kenalin aku Armand,asisten Raka,ini pembukuan kafe ini dan perkenalkan asisten sekaligus pengelola kafe ini,namanya rio,loe bisa nanya ke dia gimana ngelola kafe ini,dia bisa dipercaya dan tentunya nggak akan berani macam macam dengan tunangan seorang tuan muda wiley"kata armand mengenalka tiara pada manager kafe ini


"Baiklah sedikit saranku ya,sebaiknya serahkan dirimu baik baik karena dia sangat sulit dilawan,oke aku pergi"kata armand sambil mengedipkan matanya


"Kak...sini kulihat foto tadi"kataku tenang setelah kak armand kembali ke mobil


"hubungi media yang biasa, berikan foto ini padanya untuk dimuat besok pagi,dan minta dia membuat judul yang provokatif serta mengingatkan kejadian 5 tahun lalu,cek beritanya sebelum dia memuatnya,jika dia aneh aneh,beli media itu"kataku tenang


"Siap tuan muda"kata Armand dengan tenang dan langsung menghubungi media yang biasa kami andalkan