Terjerat Pertunangan

Terjerat Pertunangan
37.Akuilah


"ehemm.....Raka sibuk?aku duduk sisini boleh nggak,soalnya ada yang mau aku omongin"kataku memandang Raka di depan kursinya , dia terlihat sibuk dengan laptopnya, minibus yang kami tumpangi lumayan besar,kapasitas 20 orang,sementara kami hanya 10 orang dan raka duduk sendiri hanya dijaga bodyguard didepan dan dibelakang dan Armand diseberangnya


"mau duduk sebelah dalam atau luar" kata Raka sambil membuka kaca mata bacanya dan memandang sekilas padaku


"di dalam aja"kataku lalu Raka pun bangun dan memberiku ruang untuk masuk


setelah itu kami malah sibuk dengan kesibukan masing masing tanpa suara


"Raka,kamu sibuk banget ya?tanyaku membuka pembicaraan


"lumayan, ada sedikit laporan yang harus aku cek,jadi ada apa?" tanya Raka datar dan tetap belum mengalihkan pandangannya padaku dan serius itu membuatku kesal


"kalo emang sibuk aku balik ke temen temenku aja"kataku ketus dan berdiri


"duduklah disini sebentar,aku harus menyelesaikan ini,kita bisa bicara setelahnya, hari juga masih pagi sekali, lanjutkan tidurmu sedikit,masih ada 1 jam untuk melanjutkan tidurmu"kata Raka memintaku duduk


"nyebelin"kataku pelan, mendengar kata itu Raka hanya melirik sedikit lalu tersenyum dan menepuk ringan kepalaku


"titi...bangun,kita sudah nyampe di sanur"kata Raka membangunkanku,ternyata aku tertidur dengan pulas


"maaf aku ketiduran,jadi kita sudah sampai, mana yang lain,ayo turun"kataku sambil merentangkan tanganku dan bersiap turun


"kamu malah belum sarapan,mau sarapan dulu sebelum naik ke boat? dan tadi apa yang mau kamu bicarakan" tanya Raka tenang


"Kenapa kamu cuekin aku dari tadi? "tanyaku cepat


"maksudnya?tanya Raka balik sambil memperlihatkan senyum kecilnya


"ya sikapmu ke aku itu yang bikin bingung kemarin nggak apa apa hari ini tiba tiba mendung,besok apa lagi?tanyaku kesal dan Raka masih dengan senyumannya tersenyum


"sayank kadang sifatmu ini yang buat bingung, bukannya kemarin kamu nggak suka ada drama dalam hidupmu? kamu nggak mau aku terlalu memperhatikanmu, kamu mau kebebasanmu, jadi saat aku memberi ruang padamu,kenapa malah marah?"tanya Raka sambil mengelus rambutku


"Maksudku bukan gitu..."kataku ingin menjelaskan hal yang bahkan aku nggak tau mau bilang apa


"sayank aku hanya ingin kamu terbiasa dengan kehadiranku,walaupun aku harus diam dalam keberadaanku aku akan menerimanya dan aku juga ingin kamu mulai tau dan jujur ke perasaanku kalau kamu itu bingung kalo aku diemin kan?"kata raka menjelaskan


"jadi kamu lagi ngetes aku gitu?"kataku mulai kesal


"bukannya kamu yang lagi ngetes aku?bersikap arogant ke pegawai hotel,belanja seenaknya, seolah aku akan marah padamu untuk hal sekecil itu? dan sayank alasan kedua aku tidak menemuimu tadi,karena aku yakin kamu akan keluar dengan penyamaranmu kan,tidak baik jika kita bersama dengan tampilanmu itu di satu sisi aku akan terlihat menjilat kalimatku sendiri dengan berhubungan dengan wanita lain di sisi lain kamu akan dibenci karena dianggap sebagai orang ketiga,aku tak mau ada pemberitaan seperti itu"Kata Raka


"baiklah aku mengerti,ya udah ayo keluar, mereka pasti menunggu kita"jawabku sambil meminta untuk keluar


"apa kamu marah saat aku tak menjemputmu tadi pagi?"katanya sambil mencium* leherku dan aku hanya bisa tereng*h tanpa bisa menjawabnya


"aku suka saat kamu marah dan menginginkan perhatianku, jadi akuilah kalo kamu memang menginginkanku sebesar aku menginginkanmu sweaty,"lanjut Raka


"sayank rasamu ini sungguh membuatku gila, tenanglah perhatianku hanya untukmu, tadi aku hanya menyelesaikan sedikit pekerjaan sebelum menemanimu berlibur, jadi ayo turun dan pakai kaca dan topi ini,supaya tidak terlalu panas"kata raka sambil menghentikan kegiatan kami


"dan hai wajahmu memerah sayank"goda Raka


aku hanya terdiam dan menunduk mendengar Raka yang membimbingku keluar dari bus.dan parahnya aku pikir semua perkataannya benar.


"kamu mau sarapan dulu?.atau makan roti dan teh di boat?kita masih bisa memundurkan keberangkatan kita setengah jam lagi"kata Raka saat kami turun dan langsung dihampiri oleh bodyguard kami


"maunya sih makan,lidahku lokal dan aku nggak pernah kenyang kalo sarapan roti,ya kan Ney?"kataku sambil menyapa Neyra yabg senyam senyum nggak jelas


"hhmmm....disekitar sini kayaknya blom ada resto yang buka,kecuali McDon*ld's atau K*C,jaraknya agak jauh juga"jawab Armand


"loh...itu kan jauh,itu lihat ada yang jual nasi bungkus kan plus kopi lagi,kayaknya tempatnya lumayan digemari,rame malah, tempatnya kayaknya juga bersih,kalo aku,ibu,neyra dan koko sih biasa makan di tempat gitu, kalo kamu nggak apa apa kan kita makan di warung aja" kataku melihat ke Raka dan menunjuk warung yang nggak jauh dari sana,kasian...mana mau orang kaya makan di emperan,suruh siapa dia menci*mku tanpa ijin


"kita bisa memulai hal baru,ayo kesana dan kak armand pastikan kita aman ya"kata Raka ke kak Armand


"loe beneran mau makan itu,loe kan nggak biasanya sarapan nasi Ka"kata Armand berbisik dan Raka hanya tersenyum ringan


"loe kejam Ti....anak Sultan loe suruh ngemper,trus tu leher abis digigit apa?kelelawar"bisik Adrian


"ti...si kulkas jalan itu aka Raka hot juga ya,tu leher apa nggak sakit di gigitin gitu,tutupin dikit napa,bikir orang mupeng aja,nggak malu loe sama ibu,dan loe lupa gue jomlo Nur"kata Neyra menambahkan,


"katanya nggak perduli ternyata..."kata adrian dengan senyum mengejeknya dandiiringi oleh tawa kecil neyra,mendengar hal itu akupun refleks menutup leherku,tapi itu pun susah kulakukan karena aku menggunakan baju boat neck top aku hanya bisa tertunduk malu


"Raka....dia bener bener kebangetan" kataku sambil berjalan mendekatinya


"Raka,akubmau ngomong"panggilku kesal


"ita Tiara , aku sudah pesankan sarapan untuk kalian,dan karena aku belum terbiasa sarapan dengan nasi,aku minum sereal aja"kata Raka sambil memintaku duduk di sampingnya


"bukan itu tapi ini"kataku sambil menunjukkan cap di leherku dan duduk di sampingnya


"siapa suruh kamu pake baju model gitu dan celana pendekmu itu,gimana kalo aku buatkan satu tanda di pahamu juga?"kata raka berbisik