Terjerat Pertunangan

Terjerat Pertunangan
85.kelinci percobaan


"Raka...demi hubungan kita bisa ngga kamu memikirkan menikahi Diandra,dia lebih cocok"kata om Tama


"om apa Tiara bukan anak kandung om"tanyaku sekenanya


"jangan ngawur Raka"jawab om Tama


"lalu kenapa om perlakukan dia seperti itu?" tanyaku halus


"Raka,justru karena om sayang sama Tiara, makanya om lebih setuju kamu sama Diandra, Tiara anak yang polos,penurut,tapi....yang jelas dia kurang nyaman bersamamu, makanya dia lebih memilih mendampingi ayu berobat ke luar negeri.dulu kamu juga menolak keberadaannya kan,coba liat Diandra dia pribadi yang kuat, supel pergaulannya juga bagus,cocok untukmu, om cuma nggak mau kalian salah langkah lalu menyesal setelah menikah om juga nggak mau pernikahan ini cuma kamu jadikan kedok, dirumah ada istri di luar ada kekasih, ingat yang dulu terjadi kamu menolaknya Raka" kata om tama pelan


"apa ?"kataku nggak percaya


"Om...pernah nggak om terpikir kalau Tiara anak yang polos kenapa dia bisa menghadapi ku padahal dulu aku sering gak perduli padanya?,trus masalah menemani ibu ayu,om apa om yakin alasan kepergiannya adalah menemani ibu ayu? bukan karena dia muak dengan kita? atau ada orang yang memprokasinya untuk pergi? dia kuat om,dan kapan aku pernah menolaknya? sejak kami bertunangan apa aku pernah tidak mengantar atau menjemputnya sekolah, pernah tidak mengajaknya di setiap keseharianku? pernah tidak memperkenalkan dia sebagai tunanganku? dia selalu bersamaku kecuali malam datang, satu lagi yang kalian tidak tau dan takut untuk menyebutkan,aku tidak pernah berpaling darinya termasuk dengan maulinda perez,saat itu dia hanya pion untuk menebak perasaan Tiara padaku,aku hanya ingin tau Tiara suka aku karena aku atau paksaan kalian, jadi cukup lupakan misi om atau keluarga untuk menukar Tiara dan Diandra,nantinya Diandra akan menjadi saudaraku juga,jadi om pertanyaanku bisa om menikahkan kami atau kami akan tetap menikah tanpa ada om?toh surat ijin nikahnya sudah selesai"kataku lagi dan itu membuat om tama tercengang dan diam


"pak Raka bagaimana dengan foto ketiga"Tanya Armand memanas manasi keadaan


"Cukup...aku akan menikahkan kalian seminggu lagi ,tapi seperti kesepakatan awal,bisakah kalian rahasiakan dulu dan aku ingin memastikan sesuatu dengan ibu dan istriku " kata om Tama


"baiklah,lalu tentang kebun teh itu bagaimana" kataku tenang memancingnya


"Tiara belum siap menerima gal sebesar itu,pastikan saja semua menjadi milik winata grup,Raka selain membicarakan pernikahan, om ingin tau apa maksudmu memiliki menguasai 35% saham di winata grup,bisa kamu jual kembali padaku saham itu?aku akan membelinya dengan harga pantas" kata om Tama


"Tidak,tenang saja om, tidak akan ada masalah tentang saham itu,aku hanya ingin sedikit menyelidiki kemana uang tiara,kenapa dia tidsk pernah jatuh ke tangan tiara dan ibu ayu,serta aku akan memastikan setiap sen uang itu kembali ke tiara "kataku santai dan perkataanku membuat om tama melongo


"Aku benar benar tidak mengerti maksudmu, kamu seolah olah mengatakan kalo aku ayah yang tidak tau apa yang terjadi pada anak dan istriku,membiarkan mereka hidup kekurangan? Come on Raka,aku slalu memastikan semua masuk ke rekening"kata om Tama


"tapi apa om pernah memastikan rekening itu dibawa oleh pemiliknya?apa om pernah memastikan kalau tiara ada di luar negeri?passpornya?di luar negeri mana?"tanyaku santai


"hentikan semua doktrinmu Raka,aku bukan orang bodoh dan apapun itu,aku tetap calon mertuamu"kata om Tama


"coba lihat sekelilingmu om kita semua bersalah pada Tiara,dan kalo om bukan calon mertuaku,klo winata bukan nama belakang Tiara, apa om kira om bisa duduk setenang ini di depanku? apa winata grup masih bisa berdiri sebaik itu ,aku bukan orang baik om"kataku tenang dan kejam


"Raka tenang"kata Kak Armand mengingatkanku


"biarkan aku bicara dengan Tiara,sepintar pintarnya kau menyembunyikannya,aku akan berhasil menemui anakku sendiri"kata om Tama dan aku akan membuktikan semua ucapanmu salah,tiara mungkin bisa membohongimu tapi aku ayahnya,aku tau sifatnya" kata Om Tama Yakin


"oh...astaga aku nggak tahan lagi"erangku kesal


"siapa kamu"kata Om Tama


"Astaga dia bahkan tidak bisa mengenali anaknya sendiri"kataku lemah lebih kepada diriku sendiri


"aku Tiara pah, beginilah aku menampilkan diriku selama ini,antara takut dan berharap papah akan menemukanku,akan menyeretku pulang,akan memaksaku menikah,akan menanyakan keadaanku,tapi bodohnya aku, papah bahkan tidak tau aku pergi,bahkan ingin mengganti aku dengan diandra,lalu kenapa dulu papah paksa aku untuk bertunangan?apa aku hanya kelinci percobaan setelah tau sifat Raka dariku lalu melatih Diandra untuk menjadi sempurna untuk Raka?tapi tenang saja pah,aku pastikan akulah yang akan menikahinya"kata Tiara lalu masuk kembali ke ruangan Kak Armand dan menutup pintu dengan keras


"Tiara bukan itu maksud papah"kata om Tama langsung bangkit dan berlari ke pintu penghubung


"hentikan...biarkan dia tenang dulu om,dan jangan buat aku menyesali keputusanku untuk membiarkam winata grup tetap utuh"kataku


"kak Armand tolong antarkan om tama"kataku lagi yang hanya dihadiahi tatapan pucat om tama


"baiklah...aku akan memastikan semua tuduhanmu dan bisakah kamu dan tiara datang besok untuk makan malam di rumahku,Aku ingin memastikan sesuatu"kata Om Tama seperti sedang merencanakan sesuatu


"aku nggak visa janji om"kataku lagi sambil mengantarkan om tama keluar ruanganku


.....


Tiara POV


ternyata semua yang kulakukan nggak ada artinya bagi papah,buat apa mengasingkan diri,papah justru menggantikanku drngan diandra,apa aku memang harus slalu seperti ini...


"Sayang..."kata Kak Raka


"aku nggak apa apa kok.."kataku berusaha menahan tangisku,semua sudah cukup


"walau semua hal membuatmu kecewa dan marah,aku bakal ada disini buat kamu"kata Raka sambil memelukku


"Raka....aku bingung sama semua hal,salahku dimana?dulu aku memilih untuk mengikuti mau papah,mengenu,bertunangan denganmu,mengikuti semua mau ayah,tapi ternyata begini,dia tanpa tau kebenarannya malah menufuhku seperti itu"kataku sedih


"tenang sayang,demua salahku dan ayahmu, ayahmu yang salah karena memaksakan perjodohan,aku yang salah karena tidak menunjukkan perasaanku ke kamu,dan kamu yang akhirnya kecapean dan memilih pergi,semua terjadi,kita tidak bisa memutarnya kembali,hanya bisa belajar supaya yidak terulang"kata Raka menenangkanku


"Tapi...aku merasa persembunyianku sia sia,sikap duamki disalah artikan,aku malah dituduh berbuat tidak baik,tinggal bersama pacar di liar negeri, kali ini aku akan melawan mereka,aku akan cari tau siapa dan apa maksud semua ini" kataku menguatkan diri


"baiklah,aku akan mendukungmu,dan sebagai langkah awal besok kita dapat undangan makan malam di rumahmu,mau pergi denganku"kata Raka dengan santainya