Terjerat Pertunangan

Terjerat Pertunangan
101.Ayah Sakit


"sayang...sarapannya udah,sorry agak lama, aku masih ada meeting" ucap Raka yang baru datang dan mencium kening Tiara lalu mencari temat duduk di kursi yang awalnya diduduki Margo


"udah....kamu mau sarapan apa,kayaknya kamu sibuk ya, kamu kaa balik, gimana kalo biar kami nggak ganggu kamu, kami keluar duluan,kita mau jalan jalan di malioboro,ya kan guys" kata Tiara santai


"hold on sayang,pelan pelan, jangan bilang kamu lupa kesepakatan kita semalam, kalo kmu nggak bakal pergi pergi kalo nggak sama aku kan" ucap Raka santai


"lah tadi kan kmu bilang kamu lagi sibuk, lagian aku cuma jalan jalan bentar" jawab tiara asal


"really, ah...rombonganmu nambah satu, adik ipar rupanya kamu udah bergabung sama tim ini ya, kudengar ibumu mempending semua privilegemu, sungguh brani, gimana kalo sementara kamu pake ini dulu dan tinggalah di mantion kami" kata Raka sambil memberi satu kartu pada Andrew yang langsung menerimanya


"makasi kakak ipar" ucap Andrew


"nggak usah,uangku masih cukup" ucap Tiara berusaha mengembalikan kartu itu


"kamu yakin akunmu nggak di tangguhin lagi" ejek Raka


"kamu blokir atmnya lagi"tanya Tiara ragu


"tenang aku nggak sekejam itu, aku hanya mengirangi batas pemakaian perharinya, 5 juta per hari selama ada di luar daerah"ucap Raka santai


"apa..." ucap Tiara ngeri sambil menghitung pengeluaran mereka dari kemarin


"dan untuk kalian bertiga, terutama kamu Ratna, aku sangat memuji loyalitas kalian pada tunanganku,itu brarti aku mendidik klian dengan baik dan aku memang menugaskan kalian untuk slalu menjaganya aman, tapi itu bukan untuk membantunya lari dariku,kalian tetap harus ingat siapa tuan kalian" ucap Raka dingin pada Margo,Tristan dan Ratna,mereka langsung terdiam dan menunduk sambil mengambil Kopi yang sudah disiapkan Armand


"Raka ini salahku,aku yang memaksa mereka" ucap Tiara membela teman temannya


"tentu,hanya kamu yang bisa dan boleh bikin hidupku jungkir balik,dan ingat sayang,jangan coba batas kesabaranku lagi, hentikan semuanya okey" Ucap Raka


"jadi sambil menunggu kepulangan kita ke jakarta, sekarang kita pergi kemana dulu" tanya Raka


"tapi aku masih mau disini 1-2 hari ini" ujar Tiara


"Sayang pernikahan kita 4 hari lagi,bukannya seharusnya kamu udah harus dipingit?" tanya Raka lembut


"Nikah Siapa? yang bener aja kak kok aku nggak tau,bakal ada pernikahan" ucap Andrew Kaget


"ya jelas nggak tau kan bokap loe belum ngasi ijin" ucap Nayla tiba tiba lalu langsung menutup mulutnya dan menunduk takut


"sok tau loe, ijin nikahnya udah beres dari dulu, masalahnya si Winata tua yang sok bijak dan mata duitan plus serakah itu blom mau jadi wali nikahnya kalo syarat syaratnya blom diikutin" ucap Tristan nyeplos


"eh loe jangan jelek jelekin bapak Gue ya"ucap Andrew marah dan menggebrak meja


"lah yang jelek jelekin siapa, cob otak loe pake dikit ya, kalo ada orang tua yang lebih memilih namanya sebagai pemilik lahan kebun teh bukan menjadi mas kawin anaknya dan dia juga ngancam dia hanya akan menjadi wali nikah setelah namanya tertera di sertifikat lahan, kalo bukan serakah namanya apa?meres" ejek Tristan lagi


"Tristan " Ucap Raka memperingatinya untuk diam


"kemarin ayahku mau menukar posisiku sama diandra, kali ini ayah nukar aku pake kebun teh" ucap Tiara kecewa dengan air mata yang mulai terlihat


"Tiara tenang,aku nggak bakal biarin apa yang harusny jadi punyamu hilang" ucap Raka lembut, posisi duduknya yang jauh agak menghalanginya untuk menjangkau Tiara


"Diapain? Astaga Tiara kebun nya doang nilainya fantastis non, blom lagi kalo loe tau kebun itu suport untuk usaha teh apa aja, loe langsung masuk jajaran orang kaya muda di negara ini" ucap Tristan geli melihat Tiara yang ternganga dan langsung terdiam melihat pandangan Kejam Raka


"aku nggak pernah minta, dan aku nggak ngerti itu harus diapain" ucap Tiara lagi


"tapi aku memberinya sebagai kompensasi usaha usahamu yang kututup di bali, sekaligus kompensasi kesalahanku dulu,dan jangan bingung soal masalah harus diapain, selama ini tristanlah yang mengurusnya dan akan tetap begitu" ucap Raka lembut


"itu terlalu besar" ucap Tiara mengelak


"Tiara itu cuma sebagian kecil, loe itu bakal jadi istri seorang Raka aiden Wiley pemilik Aiden Grup dan Pewaris Wiley corp,yang kekayaannya nggak usah ditanyain lagi" Ucap Armand yang menyela mereka


"Sorry tapi loe ada telpon pribadi dan kayaknya penting dan sepertinya kita harus segera kembali ke jakarta" ucap Armand sambil menyerahkan hp ke Raka


"Tiara...." ucap Raka lembut


"kita harus kembali,ayahmu masuk rumah sakit, stroke ringan" kata Raka sambil berdiri dan memeluk tiara yang masih kebingungan


.....


Jakarta


"Andrew,Tiara kalian kemana aja,kami udah kayak orang gila ngubungin kalian susah banget,Ayah kak" Ucap Diandra sambil berlari memeluk kedua saudaranya


"Dede...Sabar jangan nangis dulu loe cerita kejadiannya gimana" ucap Andrew


"trus ayah gimana,kenapa kamu nunggu di luar" ucap Tiara Panik


"ayah lagi diperiksa di dalem makanya aku diluar, mamah sama nenek ya g di dalem, dan syukurnya kondisinya mulai membaik,tapi dia belum sadar kak" Tangis Diandra


"Kejadiannya gimana de,kemarin pas aku tinggal ayah baik baik aja,ini pasti salahku aku buat dia kaget trus dia stroke" Ucap Andrew lemah


"And6 loe nggak boleh nyalahin diri loe,kemarin abis kalian bertengkar ayah baik baik aja,malamnya malah ayah ada meeting,semua baik baik aja,tadi pagi pas aku ke kampus juga baik baik aja,aku juga nggak tau kejadiannya gimana,mamah nelpon aku bilang ayah udah disini,ayah jg nggak bangun dari tadi" ucap Diandra bingung


"kita harus gimana" ucap Diandra dan menangis dalam pelukan kakaknya


"kalian udah disini semua" Ucap mama raya


"sayang tenang ya,kondisi ayah membaik, masih belum sadar tapi kondisinya berangsur membaik, kita ambil hikmah baikknya aja ya, kita lupain semua perdebatan kita, ayah kalian pasti seneng kalo kita baik baik aja" ucap mama raya tulus


"sayang" ucapnya sambil memeluk Tiara


"sayang demi ayah, demi kesehatan ayah, maafin mama kemarin ya,buat yang dulu dulu juga, semua salah mamah, mamah yang egois kita mulai dari awal ya sayang"ucap mama Raya


"aku juga salah mah" ucap Tiara sambil memeluk Mama Raya


"Kak Armand kenapa aku sedikit curiga sama kondisi ini,cepet cek kebenarannya sebelum semua usahaku sia sia" Bisik Raka


"Tante apa yang bisa kubantu"ucap Raka sambil mendekati mereka