
nggak tau apa kalimat yang baik untuk menjabarkan rasa yang ada,sekarang aku benar benar mengerti kenapa tiara sampak pergi, keluarganya bersikap buruk,orang yang disukainya dicelakai bahkan orang yang dijodohkan dengannya pun brengsek.ya tuhan akau akan kesulitan untuk mendapatkan hatinya kembali,tapi akan lebih sengsara jika dia pergi lagi...
"Raka...raka...woii"kata kak armand mengagetkanku
"bang...kasian itu pak raka kaget"kata tristan dan menyadarkanku kalau kami hanya tinggal ber 4 di ruangan ini
"bos...semangat dikit lah kami ada dibelakangmu dan siap untuk menerima perintah apapun itu"kata margo dan aku hanya diam
"Raka...listen besok pagi,dion sudah menjadwalkan pertemuanmu dengan pak winata,jadi apa rencana loe"tanya armand
"kak loe inget salah satu kebun teh kita di jawa barat?bawa profilenya besok,tawarkan padanya sebagai ganti kehadirannya sebagai wali pernikahanku dan untuk tutup mulut"kataku santai
"loe gila Ka..kebun itu salah satu aset terbesar aiden grup,gue tau masih ada aset aiden grup atau willey grup yang laen,tapi apa loe nggak sayang,ini buat pak winata,bukan buat Tiara loe gila kali"kata Armand kesal
"Tenang bang kita denger dulu...si bos pasti ada rencana lain,si bos memang bukan orang pelit,tapi gue tau dia nggak bodoh"kata Margo tenang
"tapi margo gue setuju sama bang maman,kebun teh itu terlalu besar, dan inget kuga masyarakat kita termasuk gue kalo makan yang paling sering dicari untuk minum itu teh,agian kita masih banyak ada yang lain,klo perlu mall gue atau hotel loe juga bisa kan"kata tristan yang disetujui Margo
"bang maman pale loe,ato perumahan yang kemarin loe akuisisi juga bisa kan ka,jangan kebun teh ya"kata Armand lagi dan itu membuatku tertawa kecil
"sebagai pengusaha kawakan,pak winata tentu tau mana aset yang berharga tapi aku tidak akan membagikan asetku pada orang yang tidak berarti,hanya Tiara dan kalian lah yang pantas menerima dan mengolahnya,jadi siapkan saja semuanya"kataku menutup pembicaraan kami.
.....
winata grup
"jadi ada hal khusus apa sampai seorang Raka aiden willey meminta waktu dan berkunjung ke tempat kami"kata om Tama winata dengan nada menyindir mempersilahkan kami duduk, seperti biasa Kak armand slalu bersamaku, sementara beberapa bodyguard menjaga kami di luar.
"om gimana kabarmu,apa semua baik baik saja"kataku santai sambil duduk di sofa sementara om tama winata duduk di kursi kerjanya
"aku mendengar tentang perjumpaanmu yang tidak begitu baik dengan istri dan ibuku, santoso bahkan pulang dalam keadaan sedikit babak belur, jadi katakan saja apa maumu,ingat aku tetap calon mertuamu, orangtuamu pasti mengajarkan cara bersikap yang baik"kata om tama winata dengan dinginnya,sabar....
"om sudahlah,itu hanya kesalah pahaman yang tidak berarti,sementara masalah santoso,aku hanya tidak suka ada pria lain menyentuh tunanganku" jawabku santai
"dia belum tentu tunanganmu,semua masih terserah aku,jadi katakan apa maumu"kata om Tama winata mulai terlihat kesal
"baiklah,dalam 3 hari ini aku akan menikahi tiara,jadi bisakah om datang dan menikahkan kami,karena kami masih muda, kami ingin pernikahan yang tertutup,dipihakku hanya orang tua,kakakku dan beberapa orangku dan tiara,sementara dari keluarga winata, aku hanya ingin ayah dan ibu ayu saja"kataku menjelaskan
"kenapa kau yakin sekali aku akan menikahkan kalian,sementara keluargaku ingin kamu menikahi diandra, Raka please hubungan keluarga kita baik baik saja jangan merusaknya,Tiara tidak cocok untukmu, Diandra jauh lebih dari dia,kenapa kamu tidak belajar menyukainya saja"rayu om Tama winata
"Awalnya aku berpikir dia cocok untukmu,tapi lihat dia kabur ke luar negeri,berpacaran bahkan tinggal bersama dengan laki laki lain, hanya membuat malu keluarga,jika media sampai tau,kita akan malu lalu gimana dengan perusahaan,akan kacau semua,aku kira tidak akan susah bagimu untuk menyukai diandra dia anak yang pintar dan cantik,mungkin agak keras kepala tapi berlalunya waktu kita bisa mengubahnya,ibuku dan istriku akan mendidiknya"kata om tama winata
"seperti om mendidik Tiara"kata kak arman tiba tiba dengan nada marahnya
"siapa kamu,asisten? brani menyela omongan kami"kata tama winata merendahkan
"tenang"kataku sambil menepuk tangan kak armand menenangkan
"om...dia bukan hanya asistenku,dia adalah wakil direkturku,dia adalah orang yang menjaga operasional aiden grup,om bisa cari tau siapa dia,dan om akan terkejut,dan tentang kelakuan tiara apa om yakin tentang semua hal itu?"kataku dengan nada dingin dan om tama hanya terdiam
"mungkin tiara itu sebenarnya anak tirinya, kasian dia" dumel Armand
"lalu kalau aku mau bertunangan dengan diandra,apa yang om lakukan pada tiara"kataku
"hhmm....aku akan memikirkan beberapa hal lain untuknya,mamanya akan mengurusnya" kata tama winata dengan yakin
"seperti mencambuknya?atau mengungnya di gudang?"tanyaku
"dia anakku aku tidak mungkin sekejam itu"kata tama Winata bingung
"om...dia tunanganku,aku slalu tau dia dimana dan apa yang terjadi padanya,yang jelas dia tidak pernah di luar negeri, dia milikku aku slalu memberinya penjagaan dengan ketat dan tentang tinggal bersama pria lain dan membuat malu nama keluargamu,aku akan tunjukkan suatu hal pada om,kak armand"kataku meminta berkas yang pertama
"ini adalah tiara dan ibu ayu saat mengasingkan diri" kataku sambil menunjukkan foto tiara dalam penyamarannya sedang membantu ibunya di kantin sekolah sementara ibu ayu tersenyum pada tiara dengan suasana yang sangat sederhana dan ekspresi om tama sangat terkejut
"dan ini.. adalah bukti bahwa dia masih sangat murni,pemeriksaan ini kutambahkan saat dia tes kesehatan saat menerima beasiswa kuliahnya, tiara bahkan tidak tau aku memberinya pemeriksaan ini"kataku sambil memberikan bukti pemeriksaan dokter
"beasiswa?,penyamaran?ini tidak benar,raya dan neneknya mengatakan dia di singapura,oh tuhan apa yang terjadi"kata Tama winata lebih bingung
"luar negeri?untuk makan aja dia susah"celoteh armand yang kuhadiahi tatapan memperingatkan
"om,apa om sadar,om,keluarga om dan aku sudah berlaku tidak adil padanya dan ibu ayu,kini dia membenci kita,terutama aku,lima tahun ini aku berusaha menjeratnya agar kembali padaku,jadi jikanom memintaku mengganti posisinya dengan diandra,dia tidak akan perduli,sementara aku,lebih baik aku mati daripada hal itu terjadi
"ini tidak benar...kamu menipuku,dia tidak mungkin hidup susah,lalu Ayu gimana"kata om tama bingung
.......