Terjerat Pertunangan

Terjerat Pertunangan
11.Kampus Baru


"diinformasikan bagi mahasiswa baru diharapkan segera ke aula kampus,karena acara penerimaan mahasiswa baru akan segera dimulai'


"gila nay buruan...ntar telat malah jadi tontonan kita"kataku sambil menarik nayla yang masih asik tebar pesona dengan kakak tingkatan


"santai dikit ti....nie baru mau nanya aulanya dimana"kata nayla dengan santainya


"hai kalian...sini ikut gue kalo mau ke aula,gue salah satu panitia penerimaan Maba,salut juga ke kalian ya hari pertama brani kesiangan, kemarin pasti kalian jalan jalan ampe malem ya,kenapa nggak ngajain gue sih" seloroh adrian


"ya maaf kita keasikan liat jakarta sih"kataku menimpali,kami pun masuk aula.


...


"duduk sini aja nay,nggak usah di depan,dari sini kita bisa leluasa ngeliatin cogan"ujarku


"ngapain cari cogan,emangnya aku kurang ganteng?tiara,nayla kalian uda sepakat belum siapa yang bakal jadi pacar gue,tentuin dulu dari awal biar ntar kalian nggak tengkaran gara gara gue"kata adrian sambil cengengesan


"dihh...baper banget jadi orang,sapa yang mau pacaran ama elo"kata nayla yang kuiyakan sambil ketawa


"loe ngapain masih disini sih,katanya panitia,sono noh"kataku sambil ngusirin adrian


"gue seksi konsumsi,jadi kerjanya ntar,eh.. tiara kayaknya loe lebih cocok deh jadi cewek gue,gue suka cewek yang nggak terlalu suka dandan,jadi loe mau jadi pacar gu.....aduh"tiba tiba adrian terdorong ke samping


"loe bisa nggak di jalan nggak,berisik"


deg...deg...deg...suara itu seperti suara yang sangat kukenali dan aku hanya bisa menatapnya sosoknya dari belakang mirip sekali


"maaf kak nggak sengaja"kata adrian lalu menarik aku dan nayla untuk duduk


"siapa mereka adrian"tanya neyla


"denger ya adik angkatanku yang manis,kalian boleh baperin atau naksir cogan yang mana aja di kampus ini,terutama gue, tapi sebagai temen ya gue saranin kalian nggak naksir cowok tadi,takutnya kalian sakit hati,gue yang cowok ngakuin klo dia ganteng,pinter,dari keluarga yang berpengaruh, kaya buanget malah tapi sikapnya dingin,nggak perdulian,cuek dan auranya itu nggak bisa di ganggu"ucap adrian


"wow...udah ada pawangnya nggak"tanya neyla


"selama gue disini, belum pernah denger dan liat sih, dia digosipin deket sama siapa,yang biasa gue denger sih sering nolak bunga kampus kita dan nolaknya itu jleb banget,jadi nggak usah dia deh,mending sama aku aja,ya kan tiara?"ucap adrian tengil


"gue nggak percaya deh, masa cowok cakep,tajir nggak ada gandengannya,biasanya ya cowok kayak gitu kalo nggak pacarnya lebih dari 1,uda punya tunangan yang di kasi orang tuanya, pilihan terakhir ya jangan jangan....,klo gue kayaknya nggak brani deh naksir ti,takut ada drama si kaya dan si miskin,mending nikmatin hidup yang biasa aja,eh itu yang disebelahnya siapa yan"ujar neyla


"itu temen baiknya namanya armand,kakak tingkat lgb1 tahun sih sama dia kebalikan sama temennya armand itu buaya darat,suka tebar pesona ceweknya banyak lebih membumi lah klo dibandiring temennya,loe mau no hpnya?"tanya adrian


"ti...loe kok bengong,gue masi nunggu jawaban loe nie,jangan jangan loe naksir kak raka ya?jangan deh ya,ntar loe malah sakit hati"ucap adrian


"Raka aiden wiley,kok loe jadi pucet gtu ra,loe kenal,patah hati deh gue"kata adrian


ibu,ternyata ibu salah,jakarta nggak Seluas yang kita kira,aku bertemu dengan orang yang kubenci di hari pertama aku membuka lembaran baru di kota ini,dan hatiku tetap sakit melihatnya jadi sekarang apa yang harus aku lakukan bu,apa aku pulang saja,tapi...kayaknya kak raka tidak mengenaliku, tiara yang sekarang berbeda dengan 5 tahun lalu,aku bukan sosok tuan putri yang lemah lembut dan penurut,sosok itu sudah mati,tiara sekarang adalah tiara yang ceria,bukan putri sosokku pun sudah kurubah,rambut pendek,berkaca mata bahkan warna kulitku pun sudah kusamarkan satu kesamaan kami adalah kami bukan pengecut, jadi lebih baik kuhadapi dulu situasi ini,sayang juga kalo beasiswa harus dibuangbkarena masalah ini,yang penting tidak menarik perhatiannya dan aku tidak yakin dia ingat padaku..


"ti....ti...loe bengong terus acara uda selesai tau,yuk kita ke BEM sebagai penerima beasiswa kita harus melapor,nanti disana kita di kasintau apa aja aturan bagi kita"


"kuy lah"ucapku ringan sambil menutupi kegugupanku


....


"kak armand,apa kau lihat dia,apa dia mengenaliku,bagaimana ekspresinya?"tanyaku sambil berbisik


"Raka tenang,jangan sampe loe kehilangan wajah dingin loe itu ya,ntar fans loe kabur semua"kata arman sambil tersenyum samar


"kak..."kataku dengan tajam


"Dia kaget ka dan itu keliatan,tapi kayaknya dia pinter nyembunyiin ekspresinya,dia langsung bisa mengendalikan dirinya dan terlihat sama tenangnya denganmu,dan Ka loe liat nggak dia menyembunyikan dirinya dengan baik ya kayak bunglon,tampilannya berubah,dan aku sekilas melihat pandangan benci,benci tapi rindu,dan sepwrrinya dia nggak bisa fokus sama acara ini"kata armand sambil tertawa pelan


"ni loe cek aja di CCTV yang sudah gue stel di hp,pandangin aja dia sampe loe puas"kata armand sambil menyerahkan hp yang telah terhubung ke cctv aula


"pinter, nggak sia sia kita beli kampus ini ya kak"kataku sambil mengamati wajahmu


"tepatnya loe yang beli,tapi gue yang ngewakilin saat transaksi sampe orang orang taunya kampus ini punya gue,dan loe biarin kayak gitu"


"mungkin karena suatu hari,kampus ini bakal gue serahkan ke elo ya"kataku tenang


"dimana ada loe adikku,kakakmu akan disitu,itulah syaratku"ujar armand


tiara setelah hanya bisa memantaumu dari kejauhan kali ini aku hisa melihatmu secara langsung,banyak yang berubah,wajah ceriamu pun sudah berubah menjadi getir,tampilan aslimu pun sudah kau ubah,tetap cantik apapun tampilanmu,dan aku menyukai kedua sisimu,


apa benar ada rasa benci untukku ara?salahku dulu tidak menganggapmu,tapi waktu itu kita masih anak anak dan aku belum menyadari apa yang terjadi dengan perasaan kita, tapi tenanglah, aku berjanji akan mengembalikan keceriaanmu tunanganku,kau hanya perlu menyerahkan semua hal padaku dan aku akan mengembalikan semua milikmu,nberhentilah bersembunyi dan datanglah padaku seperti seharusnya, karena milikku akan selalu menjadi miliku dan rodak ada yang bisa merubahnya


"kak...yang disampingnya siapa?tadi saat kita lewat aku mendengar dia nembak tiara"tanyaku tidak suka


"oh...namanya adrian tanaya,anak sulung keluarga tanaya,aalnya dari surabaya"kata armand


"Selidiki dia kak,aku nggak mau ada kotoran yang menempel di badan tunanganku"ujarku cepat