
"suatu kali saat kami makan pelayan itu memberinya gelas yang ujungnya retak dan itu melukai bibir tiara, mereka malah cekikikan,lalu ada juga saat tiara tiba tiba terkunci di kamarnya, jatuh ke kolam renang, terserempet salah satu mobil yang dikendarai supir kami sendiri, bukannya dibela ayahnya malah berkata dia ceroboh, ibu tidak kuat melihatnya terluka dan terhina, lalu saat ibu mengajaknya pergi dia menyetujuinya"
"saat itu ibu juga bingung,kemana dan uang dari mana,untungnya ada adik tante raya yang dari awal baik pada kami,dia slalu membantu kami meminjamkan uang,mengantarkan tiara sekolah dan banyak hal lain,saat ibu meminta bantuannya untuk membawa kami pergi,dia menyanggupinya,malah meminjamkan uang untuk ibu,tiara bahkan hanya bisa memberi rekening kosongnya dan surat kuasa untuk pengganti uang yang kami pakai,ya kami biasanya mendapat uang dari perusahaan"kata ibu
"apa om derry tau keberadaan kalian ibu" tanyaku akhirnya masalah rekening terbuka,ular itu menyamar menjadi orang baik dan menjebak mereka
"tidak,dia hanya tau kami di bali karena dialah yang membelikan kami tiketnya, saat ibu ingin meninggalkan semua,ibu juga berpikir menyimpan lokasi keberadaan kami sendiri supaya tidak menjadi beban untuknya" kata bu ayu
"apa kalian pernah berhubungan lagi"tanyaku
"pernah satu kali melalui telpon,saat om derry ingin mewakili keberadaan kami si perusahaan, tapi ibu bilang tidak perlu biar perusahaan berjalan tanpa kami, oh ya beberapa hari lalu Derry pernah menelpon untuk menanyakan kebenaran tiara di jakarta, ya ibu bilang saja memang benar,dan memberi alamat tiara, mungkin mereka ingin bertemu dan ngobrol" kata ibu ayu
"bu,apa ibu percaya padaku? jangan terlalu percaya dia,dia memanfaatkan kalian,dia menarik tabungan tiara dan ingin mengambil saham kalian di winata grup"terangku
"itu tak mungkin dia sangat baik"tolak ibu ayu
"tapi aku ada buktinya,dan dari telpon itulah aku bisa melacak keberadaan kalian, aku juga langsung memblokir rekening tiara sehingga uang itu tak bisa ditariknya"terangku dan ibu ayu hanya melongo terkejut
"aku bahkan curiga dia beberapa kali ingin mencelakai Tiara,demi memuluskan diandra menjadi tunanganku,itulah kenapa aku slalu memberi pengamanan pada kalian,beberapa tetangga,guru,teman dan pegawai disekitaran kalian adalah orang orangku bu."kataku
"ya ampun itu benar benar di luar pemikiran ibu nak,ibu malah memberi alamat tiara"kata tante ayu mulai menangis
"ibu percayakan semua padaku,ikutlahbke jakarta, tinggallah denganku aku akan menjamin kenyamanan dan keamanan kalian dengan nyawaku, karena tanpa Tiara aku tak bisa menjalani hidupku,dia kelemahan dan kekuatanku bu,percaya aku ya dan aku juga tau kondisi ibu sedikit menurun,ibu menderita kangker getah bening kan,ayo kita berobat bu"rayuku pelan
"kalau kami tinggal denganmu,apa tanggapan keluargamu tentang kami,dan jangan beritau tiara dulu nak, nanti dia sedih,ibu sudah pasrah pada hidup ibu,ibu hanya ingin saat meninggalkan dunia ini, tiara berada di tempat yang nyaman dan terlindungi, jadi jaga dia dan ibu akan ikut kemanapun dia pergi,karena hanya dia satu satunya kebahagiaan ibu"
"aku tinggal sendiri,orang tuaku akan slalu mendukung apapun keputusanku,aku bukan raka yang dulu yang hanya bisa menerima, sekarang akulah yang mengontrol seluruh wiley grup keputusanku mutlak. jadi ibu tenang saja dan tolong yakinkan dia untuk bersamaku bu,restuin aku "kataku tenang
"baiklah karena ibu tau tiara masih suka kamu dan ibu berusaha untuk mempercayaimu, ibu mencoba merestuimu,tapi kamu tidak boleh terlalu memaksakan cepat cepat menikah,tiara akan sangat keras padamu,dia terluka nak"kata ibu ayu
"aku tau bu,tidak apa apa kali ini ibu akan melihat bagaimana aku mengejarnya dan memperlakukannya dengan baik,aku akan mengembalikan posisi kalian di keluarga winata,aku akan menghukum siapapun yang pernah menyakitinya, sama seperti aku menghukum diriku untuk tidak melihatnya 5 tahun ini.ibu hanya perlu fokus pada pengobatan ibu di jakarta" terangku
"Raka...lima menit lagi mereka datang"sela Armand
....
"ti...aku capek,kita tidur bentar ya baru siap siap ke villa,eh ada si suga disini"keluh Neyra didepan rumah
"kalo ada dia tuannya pasti di dalam,coba tuannya kayak loe dikit ya,seger liatnya"kata tiara dan aku hanya tersenyum mendengarnya karena aku yakin di hatimu hanya ada aku
"bu..kami datang"kata tiara lalu memeluk ibunya
"nak salim dulu sama tunanganmu,dia sudah dari tadi disini,dan ibu ikut bahagia,kalian sudah menyelesaikan masalah kalian dan memutuskan bersama lagi" kata tante ayu pada tiara
"iya titi berbaikan karena cara dia yang sangat manis,benar kan kak"kataku dengan nada mengejek dan langsung duduk di sebelah ibu
"jadi apa kamu sudah selesai belanja,mana belanjaanmu sayang?apa kamu senang?dan aku bukan kakakmu jadi jangan memanggilku kak,aku juga tidak pernah memanggilmu dik kan?"kataku dengan lembut sambil mengelus rambut halusnya
"seneng sekali,udah lama aku nggak shoping,mungkin jadi agak kebablasan dikit sih, btw Bie,debit cardmu udah nggak bisa kugesek lagi,nie kukembalikan"kata tiara sambil mengembalikan atmnya padaku dan menunggu ekspresiku
"Yank bukan nggak bisa digesek lagi,tapi kamu belanjanya melebihi batas hariannya,ya udah kamu pake debit yang biasa aku pake aja, batasnya gedean kok,aku nggak mau kamu malu pas belanja eh malah nggak bisa bayar"kataku sambil menukar debit cardnya utama milikku, aku berusaha menahan tawaku saat melihat ekspresi bingungnya,
"emang nggak apa apa kalo aku pake ini,nanti aku abisin lho,nanti keluargamu marah,trus dikurung lagi deh"kata Tiara santai tapi menusuk otomatis Neyra , Adrian dan orang yang ada diruangan tertawa tertahan mendengarnya
"Tiara, ibu nggak pernah ngajarin kamu nggak sopan gitu"kata tante ayu mengingatkan
"aku kan cuma nanya bu,kalo Raka marah ya maaf,aku nggak ada nyinggung dia"kata tiara dengan sok polosnya
"nggak apa apa bu,kenapa harus marah,dulu mungkin mereka bisa mengurungku dan membuatmu kesulitan ya sayang tapi sekarang beda, sekarang akulah yang memiliki kekuatan untuk mengurung siapapun yang ingin 'kukurung'" kataku santai
"masalah uang,kamu jangan khawatir,udah lama ,aku belum pernah menggunakan uang keluargaku, uang itu masih tersimpan utuh dan bahkan bertambah banyak hingga kamu bisa lelah jika ingin menghitungnya, mungkin aku akan mulai menggunakan uang itu lagi saat aku resmi menjadi CEO, setelah pernikahan kita nanti. semua uang yang kupakai sekarang kuhasilkan sendiri jadi pakai saja sebanyak yang kamu mau, tidak akan ada yang brani melarangnya,oh ya jumlah uang yang kamu pakai tadi sudah kuganti dan kukirimkan langsung ke debit yang tadi, jadi kamu mau atm yang ini atau ini " kataku sambil memberinya pilihan dan dia hanya melongo mendengar perkataanku dan itu sangat imut
"kalo jiwa matre loe lagi keluar sis,jangan ajak gue,gue susah liat loe jadi cewek matre,susah ngabisin duitnya,gue istirahat dulu ya,bu..aku tidur bentar aja"kata Neyra sambil berlalu dan masuk ke kamar kami
"gue juga istirahat bentar ya,bu saya pamit ke kamar dulu"kata Adrian menambahkan