Terjerat Pertunangan

Terjerat Pertunangan
35.Terdiam


"tiara, aku bukannya nggak suka ngeliat hpku jadi hancur gitu,hp bisa dibeli lagi tapi kita lagi di mobil,kamu bisa luka kena pentalan pecahan hp itu,dan sejak kapan kamu jadi tempramen gini,"kataku heran


"aku memang kayak gini,kalo nggak suka ya aku bilang nggak suka,kamu nggak terima ya udah, aku cuma nanya maumu apa?"kata tiara sengit


"mauku apa gimana,disini jelas jelas kita lagi ngebahas om derry, masalah hubunganku sama diandra ya,emang kenapa? bukannya kamu nggak perduli aku?jadi kenapa mau tau hubungan aku dan dia?" kataku memancingnya, aku hanya ingin tau semarah apa dia,


"nggak mau gue ikut campur?eh loe denger ya loe baru tadi ngajak kita mulai lagi,sekarang elo ternyata ada hubungan sama adik gue,loe mikir dikit...."


"sayang,aku juga punya batas kesabaran,dan dari awal aku dah bilang aku nggak suka bahasa loe gue dan bahasa yang kasar keluar dari bibir manismu ini, karena bibir manis ini " kata kataku terputus karena aku langsung mencium bibirnya dengan keras


"kamu tu emang nggak bisa liat tempat ya"kata tiara dengan terengah engah setelah ciuman itu


"ti lihat aku"kataku sambil memegang dagunya


"saat ini ada 2 wanita yang sangat berharga dalam hidupku, ibuku, dan kamu dan jika wanita itu bertambah dia adalah anak dan cucu kita kelak, jadi buang jauh jauh pikiranmu tentang aku akan dan atau memiliki wanita lain, aku tidak bermain dibelakang atau didepanmu, dan dari dulupun aku tidak pernah menghianatimu, om derry hanya memancingmu agar mendapat kepercayaanmu sekaligus surat kuasa atas rekening atau saham di perusahan winata" kataku tenang


"kenapa aku harus percaya kamu,kamu juga bisa punya motif yang sama kayak om derry kan?tanya tiara dingin


"pertama karena aku penerus utama Wiley grup dan perusahaanku jauh lebih besar dari winata grup bahkan usaha yang kurintis sendiripun hampir sebanding dengan perusahaan keluargamu itu, kedua tanpa kalian sadari, aku sudah memiliki 25% saham winata grup, jadi secara perorangan aku pemilik saham tertinggi disana, ketiga aku sudah pernah tau rasanya kehilanganmu dan menurutku aku sudah menghukum diriku sendiri ataa kebodohan itu,terakhir yang tak kalah pentingnya coba tanya pada hatimu aku sudah melangkah sejauh ini,apa itu tak ada artinya untukmu"kataku dan kamu hanya terdiam dan menundukkan kepala


"Raka,tiara...kita sudah sampe di beachwalk mall"kata Armand memotong pembicaraan kami


"ayo turun dan tersenyumlah,aku capek seharian adu argumen denganmu"kataku dan mengajaknya turun


"maafkan aku"kata tiara pelan tapi aku tetap mendengarnya


"it's okey,lain kali kontrol emosimu,pastikan di hari lain kalo mau ngamuk,hanya ngamuk didepanku saja,aku nggak mau kamu luka dan belajarlah untuk percaya padaku lagi"kataku pelan sambil mengecup keningnya


"mana ibu dan yang lainnya?tanya tiara


"mereka langsung ke hotel,nanti kita akan bertemu disana,sekarang temenin aku nyari perlengkapanku,lalu membeli sunblok untukmu serta membeli hp baru"kataku santai dan menggiringnya mulai belanja


"baiklah"kata TiAra menurut


"oh ya biar aku nggak lupa,hal lain yang membuatku nggak mungkin ada hubungan dengan diandra,selain dia adikmu,lihatlah didepanmu,dia lah pawangnya Diandra,tepatnya diandra pawangnya sementara dia sandranya"kataku pelan sambil menunjuk ke arah kak Armand


"Raka aku mendengar kalian,dan jangan sampe adegan ki*s di mobil tadi kukirimkan ke media ya" kata Armand santai dan berlalu untuk mengatur penjagaan buat kami


"kamu serius"tanya tiara


"diandra hampir sama denganmu,ketika pertama kali melihat kak armand di a langsung suka,bedanya kalo kamu dulu sangat penurut,dia langsung ingin membeli Armand dariku,nanti akan kuceritakan ke kamu saat kita libur ya"kataku membisikinya dan Tiara hanya terbengong mendengar ceritaku.


....


"astaga...biie"kataku sesal sambil menghentakkan kakiku


"nah..gitu manggilnya kan enak,ini semua nggak untuk di nusa penida aja,aku sekalian beli perlengkapan supaya kamu gampang pindahan ke jakarta nanti,koper,box apa lagi ya,oh ya kamu nggak mau beli pakaian dalam"ledek raka padaku


"apaan sih"kataku malu


"ya udah gimana kalo kita nonton dulu"tanya raka


"lain kali aja deh,aku capek"kataku


"oke kalo gitu kita balik ke Hotel aja,lain kali kita bisa nonton di jakarta"kataku santai


"nggak jadi beli hp,nanti kamu nggak ada hp" kataku sambil menundukkan wajahku


"sayang santai tadi aku sudah minta kak Armand untuk menyiapkan 1 untukku,aku nggak mau waktu kita terganggu kalo haris beli hp dan menunggu semua instalnnya,paling besok pagi sudah selesai"kata raka dengan tenang


"nanti kalo ada yang penting gimana"tanyaku


"ada kamu atau kak armand,ayo kita pergi"kata Raka sambil membimbingku pergi


"bie aku nanya ya,kamu kalo kemana mana itu slalu harus ditemenin sama bodyguard?bali kan aman,ribet banget "kataku serius bertanya


"sayang bali memang aman,tapi dengan statusku aku tetap harus jaga jaga,karena kadang gangguannitu bisa datang dari mana aja,coba kamu liat kenarah jam 2 lalu tersenyumlah"dan ketika aku tersenyum ke arah itu terlihat seorang dengan penampilan biasa yang mengarahkan hpnya ke arah kami


"lalu sekitar 5 menit darisekarang, coba liat IG atau medsos lain yang sedang digemari, percayalah wajah kita akan ada disana akan ada orang yang,jangan takut,lama kelamaan kamu akan terbiasa dengan media,kamu hanya perlu menjaga sikapmu tetap baik"kata Raka lalu mencium keningku


"nah yang itu hadiah karena sudah memberi gambar yang baik bagi media,jadi ayo kita kembali ke hotel"kata raka santai dan aku hanya bisa terdiam dan mengikutinya


"bie.." panggilku ketika kamu sudah di mobil


"kenapa?kamu mau mobil ini?jangan ya, kalo yang ini biar sia di bali aja,jadi saat kita kesininlagi nggak susah, nanti aku belikan 1 kalo kita sudah di jakarta"goda raka padaku


"bukan itu ihh apaan coba...aku cuma mau nanya masalah rekeningku,aku bingung kok bisa om derry narik uang sebanyak itu,emangnya rekening itu bisi berapa?"tanyaku


"tadi kamu keburu cemburu sih,tadi aku mau liatin isi saldo rekening mu,tunggu sebentar,kak Armand bisa buka akses ke rekening tiara"kata raka pada kak Armand


"oke tunggu sebentar"kata kak Armand lalu menyerahkan hpnya yang sudah terhubung dengan mobile banking rekeningku


"What sebanyak ini"kataku ketika melihat isi rekening yang jumlahnya hampir 1M