Terjerat Pertunangan

Terjerat Pertunangan
31.Tiara Terluka


"tante,apa tante citra atau Tiara bilang kalo saya sore ini akan datang"tanyaku


"citra sempet bicara tentangmu,kalo Tiara belum pulang,tapi tante belum percaya kamulah orang yang dimaksud citra, sejak kapan kamu menemukan kami,dan apa maumu?" tanya tante ayu langsung


"tante,apa tante ada waktu untuk kita bicara serius,maafkan aku apa kondisi tante baik baik saja"kataku langsung


"aku sudah baik baik saja,jadi katakan saja apa maksud kedatanganmu kemari"kata tante ayu


"Armand tolong beritahu kalo tiara kembali,dan atur supaya dia agak lama sampainya, aku ingin berbicara serius dengan tante ayu"kata ku pada Kak armand yang langsung ditanggapinya


"jadi kata tante ayu,kenapa, kapan dan apa tujuan kau menemukan kami?"tanya tante ayu dengan tenang


"tante aku akan berterus terang saja,soalnya aku perlu dukunganmu tante,aku sudah tau kalian di bali sejak 4 tahun lalu,kenapa aku mencari karena Tiara tunanganku, satu tahun kalian menghilang sudah cukup bagiku, aku nggak mungkin membiarkan dia terlalu jauh dariku, dia hidupku"kataku jujur


"tapi dia belum tentu tunanganmu, kamu pasti tau isi perjanjian itu,dan setau tante kamu malah tidak pernah menghiraukan keberadaannya, jadi bagaimana bisa dia adalah hidupmu?"tanya tante ayu lugas


"tante keluarga kalian kurang jeli dalam membaca perjanjian itu, isi perjanjian adalah salah satu putri winata dan yang usianya paling dekat denganku,dan jika perjanjian itu tidak menyebutkan klausal kedua,aku tetap akan pastikan tunanganku tetap tiara" kataku mantap


"lalu sejak kapan aku menerimanya,tante pasti tau susahnya menjadi penerus,sejak kecil aku harus menjadi anak terbaik, walaupun dalam mencapai kata terbaik banyak hal buruk, siksaan dan perlawanan tapi aku harus menjadi terbaik,dan tentu saja takdirku tidak boleh memiliki cintaku sendiri" ceritaku


"aku akui tante,di awal aku membencinya,aku masih ingin menikmati masa remaja seperti remaja lain, dia aku jadikan sasaran kebencian terhadap semua yang kualami, karena dia begitu menerima perjodohan itu,dia dengan senyumannya slalu mengekoriku,menemaniku apapun perbuatan dan perkataan kasar yang kukeluarkan dia tetap tersenyum"kenangku


"setahun berlalu tanpa kusadari aku terbiasa dengannya, lalu kasus maulinda terjadi,tidak ada apa apa antara kami,itu hanya keegoisanku untuk mengetahui bagaimana perasaan asli tiara padaku, dan saat semua berujung kesalahan, jiwaku sakit hanya bisa melihat tiara melakukan wawancara bodoh itu demi nama baikku. aku terlalu bodoh, beberapa hari setelahnya, saat dia bertanya perasaanku aku hanya diam karena aku malu untuk mengatakannya. saat akhirnya dia hilang, aku malah percaya dia hanya sedikit ngambek, aku nggak tau kalo dia benar benar pergi tanpa menoleh lagi"ceritaku pada tante ayu


"jadi kamu benar benar menyukainya? lalu saat kamu tau kami disini,kenapa nggak langsung mencarinya?"tanya tante ayu


"kenapa tante harus percaya?"tanyanya


"karena dalam 5 tahun ini, sedikitpun aku tidak berpaling darinya,"kataku yakin


"tante sedikit curiga 4 tahun lalu tiba tiba semua usaha yang tante buat menghasilkan dan kami tidak kekurangan uang,termasuk beasiswa tiara, awalnya tante kira Ayahnya yang menyokong kami, sekarang tante nggak yakin tentang hal itu lagi,apa kamu orangnya?" tanyanya lembut dan kujawab dengan anggukan kepala


"terima kasih Raka,sekarang apa yang kamu inginkan?"tanya tante ayu


"aku ingin membawa kalian pulang ke jakarta tapi sebelumnya ada satu hal yang masih mengganjal dan belum kutemukan jawabannya, tante masalah pertengkaran di keluarga winata aku sudah paham,tapi kenapa tante pergi tanpa membawa apa apa dan kenapa keluarga winata sangat yakin kalian disingapura dan hidup berkecukupan,bisa tolong tante jelaskan padaku" kataku dengan nada memohon


"apa kamu bisa jamin kenyamanan Tiara?"tanya tante ayu bingung


"tante,Tiara milikku jadi kenyamanan dan keselamatan nya tentu menjadi tanggung jawab ku, tolong percaya aku tante"kataku mantap


"baiklah...tante akan ceritakan sedikit,saat tante tau kalian dijodohkan,tante sedikit tidak terima karena itu tanggung jawab yang besar bagi anak yang masih kecil,tapi tiara melihatmu dia langsung setuju, dia sangat menyukaimu,rasa suka tentu tidak cukup, sejak dia menjadi tunanganmu, dia dididik dengan keras untuk menjadi seorang yang pantas untukmu, dan itu sulit karena otomatis dia kehilangan waktu bermainnya, tapi dia bersikeras mau, dia tinggalkan seliruh dunianya untukmu,harus slalu mengutamakanmu, tak boleh mengeluh atas semua hal yang tidak disukainya tentangmu, terkadang tante melihatnya di tampar karena berkata buruk tentang sifatmu, dan saat salah menerima pelajaran untuk menjadi istribyang baik,dia berubah menjadi lebih diam,lebih anggun dan jarang tersenyum lagi.tante sedih tentang itu, tapi karena rasanya padamu dia bertahan, tante ingat betul saat tante bertanya apa dia tidak lelah dia menjawab kamu pasti mendapat tekanan yang lebih besar,jadi dia bertahan untuk menjadi pantas untukmu" cerita tante ayu dan membuat hatiku sesak


"lalu setelah semua Raya,ibu tiri tiara malah menginginkanmu menjadi tunangan Diandra, dia berkata ayah mereka harus adil karena diandra punya kesempatan juga, bukannya ibu mau egois dan melarang tapi itu tidak adil bagi setelah semua perjuangannya tiara,kenapa tidak dari awal saja bilang klo tunanganmu bisa Tiara atau Diandra,tentu ibu menolak hal itu,dan itulah awal pertengkaran di keluarga kami"lanjut ibu


"Raka walaupun ibu adalah istri pertama fisik ibu lemah, itu memjadikan semua urusan rumah tangga ibu serahkan pada tante Raya, dan ternyata hal itu menjadi bumerang bagi ibu, setelah pertengkaran ibu,kami malah dikucilkan oleh semu orang termasuk pelayan,bahkan tidak jarang kami tidak bisa makan karena tidak dipanggil ke meja makan, tidak ada uang untuk sekolah tiara karena uang bulanan tante dihambat.Tiara sangat sedih karena itu dan karena dia sayang diandra,tapi adik adiknya malah mendiamkannya tapi dia tetap bertahan padamu "keluh tante ayu


"kemudian terjadilah skandalmu,semua orang di rumah malam menyalahkan Tiara,ayahnya bahkan meminta maaf pada ayahmu karena tiara tidak bisa membuatmu menyukainya,tante bingung dimana salah tiara,tapi begitulah saat kekayaan menggelapkan mata apapun bisa dilakukan.Tidak itu aja Tiara dihina di rumahnya sendiri,bahkan pelayan pun ikut mencemoohnya,semua berkata kalau tunanganmu Diandra,tidak akan ada skandal itu,dan Tiara terluka"cerita ibu