
"udah dong stop nangisnya,kita jadi makan dimana"kataku lembut menenangkan Tiara
"ni semua gara gara kamu,ngapain coba tadi pake deket deket di kampus,janjinya kan kita nggak kenal di kampus,trus ngapain nggak ngeleraiin pas Andrew dipukulin,emang kamu nggak kasian?"kata tiara sambil seseguan
"lho kan kamu duluan yang narik aku,ya aku kira kesepakatan kita berubah,dan aku cuma duduk di sampingmu itu kan hal biasa,tapi tadi pas narik tadi kamu mau bilang apa?"kataku menggodanya
"udah ah males ngomong ma kamu"balas tiara
"kalo masalah Andrew,bukannya aku diem,aku bingung mesti gimana,sayank bisa nggak kamu udahin aja samar menyamar ini?aku bakal pastiin kamu aman,mau dikira selingkuhanku,itu lebih ngerugiin kamu lho, nyaman kayak gitu terus?" tanyaku
"makanya kalo di kampus jangan sok kenal" kata tiara galak
"sayang...perlu aku ulang lagi siapa yang narik duluan tadi?kenapa nggak bilang aja kalo kamu tu cemburu ngeliat aku ngobrol sama cewek lain dan lagi aku cuma mau deket sama kamu" godaku lagi
"udah ah aku laper"kata tiara berkelit dengan wajah yang merona dan aku hanya bisa tersenyum
"ya udah... hari ini kita mau makan dimana,atau mau langsung ke kantorku?"tanyaku santai
"lho...ngapain ke kantormu?hari ini aku mau jalan jalan sama Neyra Dan Rindu,mau beli baju buat magang besok, oh ya Kak mereka mana kenapa pisah mobil gini kan masih muat"tanya Tiara sambil menunjuk ke mobil bmw x5 yang kami tumpangi
"mereka di mobil belakang,skali skali jalan sama aku gapapa kan"kataku agak kesel
"kak kenapa mesti pisah magangnya sama Neyra?trus sejak kapan aku mesti diikutin kalo lagi kuliah"kata Tiara sewot
"sayang...kamu nggak lupa aku siapa kan,kamu juga belum lupa masalah om Derry kan,sepinter pinternya kamu nyamar,om derry juga orang pinter sayang,dan aku nggak mau kamu kenapa napa,jadi pengamananmu tetep harus dijaga. Dan lagi mereka seumuran denganmu,jadi nggak masalah kan" kataku sambil membelai rambut Tiara,ya...tuhan ekspresinya itu,dia bener bener imut
"kamu nemu mereka dimana sih?,kok percaya banget sama mereka"tanya tiara
"Dion, Margo,Tristan dan Fira mereka adalah anak asuhku, dulu saat kamu lari tanpa sengaja kak armand dan aku menemukan mereka ingin mencuri barang di mobilku.di siang bolong, umur mereka 15 atau 16 tahun dan yang mereka curi adalah barang berharga di dalam mobil, bukan hal gampang seperti spion mobil,mereka mengecoh pengawalku, mereka mematikan alarm mobil, membongkar mobilku,melarikan laptop,hp,isi dompet lalu lari,kami mengejarnya dengan susah payah, saat fira tertangkap dan Dion, Tristan dan Margo menyerahkan diri, cara mereka mencuri itu pintar, bukan hanya dengan otot dan mengandalkan rasa simpati,saat kami tangkap, aku kira mereka bakal nangis atau bagaimana tapi mereka diam dan mengakuinya.poin awal yang kulihat pintar, kuat, mampu bertahan hidup sendiri,setia kawan dan bertanggung jawab,lalu saat aku minta kak armand menyelidiki mereka,ternyata mereka anak yatim piatu,hidup di kolong jembatan.saat itu aku lepaskan mereka, aku beri mereka kartu namaku dan aku bilang kalo mereka ingin merubah nasib cari aku,5 bulan kemudian, mereka mencariku, beberapa kali aku tes mereka, kuberi kepercayaan, kuhancurkan, berulang terus sampe aku tau apa asli mereka dan ya sampai hari ini disinilah mereka,tetap menjadi anak anakku "kataku bangga
"lalu siapa fira"kata Tiara ketus
"sayang...fira itu istri margo,oh ya inget anak perusahaanku PH yang pernah keceritakan?fira yang menanganinya,aku akan segera memanggilnya dan bertemu denganmu"kataku santai
"maksudmu Fira gunawan?Pemilik PH yang sedang naik daun itu?,dia sangat cantik dan pintar "kata Tiara terkejut
"maksudmu"kata Tiara curiga
"kita sudah punya 5 orang anak ,fira di dunia entertainment, Dion di winata grup,Tristan calon jaksa atau hakim,dia juga aku siapkan untuk menjadi kuasa hukum aiden grup, Margo akan menangani di hotel dan villa,kita belum punya anak dokter dan aktris dan diatas semuanya kak Armand akan menghandle mereka" kataku santai
"diehh...kenapa jadi kita yang atur mereka"kata Tiara nggak terima
"karena mereka semua anak anak kita dan kita hanya perlu mengurus mereka sesekali jadi kita punya banyak waktu untuk berdua,eh aku hampir lupa, ada Neyra yang bakal jadi artis sekaligus ngurus kafemu,ada Andrew di dunia teknologi,dan Diandra....aku nggak brani nyaranin yang berat,dia bakal jadi kakak iparku, jadi hari ini kita makan atau nonton atau kemana? " kataku santai sambil melirik ke arah kak Armand
"nggak tau malu...,Tristan kenapa nggak diijinin jaga aku juga,"kata Tiara
"gampang,tapi janjiin 2 hal dulu ke aku,lepas penyamaranmu dan jangan pernah tertarik walau dia mirip idola KPopmu"kataku tenang.
...........
"jadi alasan mu nggak milih tristan cuma gara gara itu"kataku mengejeknya
"sayang...aku belum lupa pada kebiasaanmu yang seneng liatin cowok cakep,apalagi yang orientation look,mulai dari wallpaper Hp, laptop, stiker stiker kecil,dan apalah itu and the fact is look at me,i dont even have that face kan?"kata Raka kesal dan itu membuatku tersenyum,dulu aku memang slalu mengalihkan perhatianku ke kpop dan drakor karena Raka nggak pernah memandangku...
"salah sendiri sibuk lirik trus jalan sama cewek lain"sindirku pedas
"oke that's enough,jadi kamu mau kita kemana dulu?"potong Raka
"makan mie ayam di tempat yang dibilang Neyra tadi,trus kenapa neyra nggak magang di tempatmu,"tanyaku santai
"karena dia tetep harus punya dunia lain selain kamu,dia harus tumbuh dan berkembang,dia punya talenta dan kamu nggak boleh ngekang dia untik maju,toh kalian sorenya bisa ketwmu di rumah kan?jadi besok kamu mau magang dengan tampilan aslimu kan?"kata Raka berharap
"nggak diawal juga kayaknya...aku mau tau gimana sikap pegawemu ke aku,jadi nggak"kataku santai
"nggak masalah,bilang aja kamu mau nyelidikin gimana aku di kantor kan?nggak apa apa selama kamu nyaman"jawab Raka Santai lalu menarikku ke pangk*annya
"ngomong ngomong sayang...pertanyaanku tadi belum kamu jawab,tadi kamu cemburu atau gimana?" kata Raka sambil meniupkan napasnya di leh*rku