
Raka PoV
"Diandra jaga tingkahmu? jangan buat masalah" kata nenek
"lho...aku slalu jaga kok nek,memangnya aku salah?Armand santosa,vice president aiden grup, owner beberapa hotel juga,ganteng,kaya dan meyakinkan,jadi sekalian aja aku umumin ya,cowok itu milik Diandra winata,ada yang brani melawanku?"kata Diandra dengan tenang
"cukup main mainnya sayang..."kata om Tama yang tiba tiba datang untuk meredakan ketegangan dan segera duduk
"tapi yah...aku nggak main main,tekadku bulat, kak armand akan jadi jodohku"lanjutnya santai
"kau seorang Winata,semua harus dipikirkan, siapa dia,siapa keluarganya"kata ibu raya dengan dinginnya
"ibu tenang saja....pilihanku nggak bakal salah" kata Diandra dengan beraninya
"maaf semua..tapi karena yang kalian bicarakan itu kakakku?,kenapa kalian nggak nanyain pendapatnya"jawabku dengan santainya
"Kak Raka..maaf tapi dia pasti dan akan setuju, aku orang yang mirip dengan kak Tiara,kami sama sama berjuang untuk mendapatkan yang kami mau,dan liat buktikya kak Raka aja luluh kan,nggak bisa gerak lagi kan,nggak bisa jauh jauh dari kak Tiara kan, aku akan mengejarnya sampai dia nggak sadar kalo dia sudah ada dalam jeratanku"kata Diandra
"Diandra cukup,dia hanya seorang asisten,dia tidak pantas berdampingan dengan keluarga kita"kata ibu Raya dingin
"ibu,Aku tau aku juga seorang winata,jadi aku tidak pernah menurunkan standarku sama sekali,dia menjadi asisten seorang Raka Aiden willey bukan karena dia miskin,tapi karena kesetiaannya pada orang yang dia anggap sebagai adiknya,pintar,setia dan yang terpenting sukses karena diri sendiri,jadi selain kak Raka,apa ada orang lain yang bisa dibandingkan dengannya?kata tiara dengan santai
"ehemm...maaf nona,aku tersanjung dengan pujian yang kamu berikan,tapi aku tidak ada keinginan untuk mempunyai pasangan dalam waktu dekat ini"kata Armand
"Really...?"tanya Diandra dengan sikap yang menggoda secara terang terangan dan aku melihat wajah kak Armand yang tiba tiba merona
"Sayang...mau nggak mau kamu nggak akan lolos dariku,jadi kembalilah ke mejamu dulu dan lihat di pertemuan keluarga berikutnya kamu pasti duduk di meja utama ini sebagai suamiku,karena aku nggak sesabar mbak Tiara yang mau lama lama dalam status Tunangan " kata diandra sambil duduk di kursinya
"wow calon kakak ipar,benar kata dia,dia itu nggak selembut mbak tiara,dia itu singa,jadi saranku jangan memancingnya"kata Andrew tiba tiba dan duduk di samping Diandra
"kakak beradik ini berpikir semudah itu menjeratku"bisik kak Armand dengan nada kesalnya
"mereka akan berhasil"jawabku pelan sambil membimbing tiara untuk duduk disebelahku
ya...posisi duduk ini sungguh seperti lingkaran maut, om dan tante winata ada tepat di depanku,tiara dan Nenek winata ada di sebelah kiri sementara Diandra dan Andrew ada di sisi kanan,sungguh....
"mbak...gimana kabarmu,apa mbak udah mau ngomong sama kita?"tanya Diandra dengan tenang dan Tiara hanya diam
"klo mbak belum mau ketemu aku dan Andrew,kami bisa kok keluar dari acara ini,asal mbak bisa agak santai"lanjutnya lagi
"mbak ini rumahmu,jangan tegang gitu,kami ini adik adikmu,apa kamu lupa?"kata Andrew agak keras
"ya ampun....udahlah mah...apa kita nggak capek sama drama keluarga harmonis ini?,semua orang juga tau mah ada apa sama kita"lanjut Diandra muak
"Jaga sikapmu diandra ini acara ulang tahun pernikahan kedua orang tuamu,jangan bikin masalah"kata Nenek
"kamu juga...anak paling besar,gimana adik adikmu bisa bersikap baik kalaukamu tifak bisa memberi contoh baik"kata nenek mulai menyerang Tiara
"Nek.....jangan aneh aneh deh...kami tidak bersikap baik itu bukan karena nggak dicontohin mbak tiara,gimana dia bisa nyonyohin bersikap baik ke kami,dia kan lama nggak di jakarta,sikap kami ini mungkin nyontoh keluarga yang sering kami liat kali ya dee"jawab Andrew sekenanya
"Andrew...ayah peringatkan ya ..."kata Om Tama lagi
"Raka selamat datang di keluarga winata,maaf atas segala kerepotan ini,nanti saja kita bicarakan permasalahan ini'
"para undangan semua trimakasih sudah menyempatkan hadir di acara sederhana kami,hari ini saya dan istri mengadakan ulang tahun pernikahan kami sekalian kami juga merayakan kepulangan anak kami yang sudah lama memilih tinggal di luar negeri dan smoga semua undangan mau mendoakan semua hal baik untuk keluarga ini,dan karena semua sudah disiapkan,ayo kita mulai makan malamnya saja"kata Om Tama membuka acara makan malam dan makanan pun disanilqn ke masing masing meja termasuk meja kami
"tunggu..."kataku ketika Tiara mulai memindahkan makanan ke piringnya dan Tiara melihatku dengan nada bertanya
"tidakah kamu belajar untuk mendahulukan tunanganmu,seharusnya kamu ambilkan makanan untuk dia dulu baru ke piringmu"kata nenek winata sinis dan agak keras
"anakku ibu sudah sering memintamu untuk itu"tambah ibu raya sambil mengisi piring om Tama
"maafkan aku ibu,tapi aku memang akan mengambilkan makanan ini untuk Raka, Dan aku belajar Banyak hal darimu tentang bagaimana menyenangkan hati pria sampai kadang Raka Melupakan semuanya demi aku"sindir Tiara sambil melanjutkan pekerjaan tadi lalu memukarkan piringnya yang sudah terisi dengan piringku lalu mengisi piring yang kosong untuk dirinya
"Sayang bukan itu maksudku"kataku lembut sambil memanggil salah satu bodyguard ku,tiara terlihat kebingungan.bodyguard datang dengan sigap dengan membawa perlengkapan makan yang baru dan menyiapkan di depan tiara,lalu memeriksa makanan dan minuman dengan jarum perak dan bagusnya semua orang terlihat memperhatikan kami
"semua bersih Tuan,Nyonya,maaf atas ketidak nyamanannya nyonya winata,tugas kami harus memeriksa dan mengganti semua sesuai standar keluarga willey, memastikan semua beres untuk nyonya muda"kata bodyguardku lalu pergi
"apa maksudnya ini?nyonya muda?apa kamu yang meminta ini semua Tiara,kalian belum menikah,apa itu tidak berlebihan"kata tante Raya keras dengan nada tidak sukanya
"mah...udahlah semua rumah tangga ada aturannya,gitu kok repot"balas Andrew santai
"jawab mama Tiara,atau apa kamu pikir aku akan meracunimu?anakku sendiri"kata ibu Raya masih dengan nada Berangnya
"mah...nggak usah terlalu ribet ah,kayak mamah emang ngisiin racun aja"kata Tiara dengan santainya dan mulai menyantap makanannya
"jaga kata katamu tiara"kata om tama memperingati
"kampungan"kata nenek winata pelan dan sinis
"maafkan saya semua, sebenernya Tiara tidak bisa disalahkan disini,semua adalah perintahku,sempat ada kesalahan internal di mansionku kemarin"kataku santai