Terjerat Pertunangan

Terjerat Pertunangan
61.Cemburu


"untuk penjaga kita ada banyak,masalahnya orang yang benar benar kamu percaya itu yang sulit dicari Ka,gimana dengan Margo?tanya kak Armand


"Margo?kenapa bukan Tristan? mereka sama sama pintar otak dan otot " tanyaku bingung,setiap tahun kami memang slalu mencari orang yang "tepat" untuk perusahaan dan dari beberapa orang aku akan memilih 1 atau 2 orang yang bisa benar benar aku percaya


"Tristan, Margo,Dion dan Adrian,adalah beberapa orang yang kamu pilih dari sekian penerima beasiswamu, mereka sama sama duduk di semester 5,semua merupakan anak penerima beasiswa yang sudah kita selidiki latar belakangnya adalah dan sudah berjanji setia,semua pintar,baik,dan bela dirinya juga baik,Dion dan Adrian sudah tau tentang Tiara,nah untuk Margo atau Tristan,aku yakin mereka akan menuruti perintahmu untuk slalu mengawal Tiara,Margo sudah memiliki Fira sementara Tristan selain jomlo dan playboy, dia memiliki wajah oriental,gaya kpop dan..."kata Armand dengan nada mengejeknya


"Cukup...baiklah Margo saja dan kak kenapa kita tidak memulai merekrut pegawai wanita" kataku cepat dan kak Armand hanya tertawa mendengarnya


"Apa kamu yakin?kita punya beberapa penerima beasiswa wanita yang pastinya akan slalu mencari perhatianmu dan aku jadi sedikit teringat bagaimana tanggapan Tiara Tentang Erni" kata Armand dengan senyuman khasnya


"lupain aja,sekarang gimana kalo kita ke kampus dan menjemput Tiara,aku lelah memikirkan itu" kataku santai


"emang dia mau disamperin? dia kan lagi nyamar? bukannya kamu udah janji nggak bakal nyari dia kalo dia lagi tampil kayak gitu, cari perkara aja" tanya Kak Armand


"Kita bisa mengamatinya dari jauh kan,atau kita bisa duduk di kelasnya,anggap aja aku ngulang kelas" kataku mencari alasan


"seorang Raka Aiden Wiley mengulang? siapa yang akan percaya? gimana kalo pake kamu sedang mencari bahan untuk skripsimu?itu lebih masuk akal" tawar kak Armand


"kak armand dimana dia?"tanyaku ketika kami sampai di kampus


"menurut Dion sih mereka ada di kantin, Raka itu Andrew dan Diandra,tahun ini juga masuk ke kampus ini,itu mereka,apa kita sapa mereka?" kata Armand dengan sedikit hati hati


"hai..." kata Diandra tiba tiba


"jaga sedikit jarakmu denganku adik kecil,gosip kita diluar sudah banyak sekali"kataku santai


"Maaf ya kak Raka,aku nyapa calon pacarku bukan kakak,dan gosip diluar aku nggak perduli,ini liat caraku ngilangin gosip itu"kata Diandra tiba tiba mengalungkan tangannya di tangan kak Armand


"kamu apa apaan "kata kak Armand sambil berusaha melepaskan tangan Diandra


"kalo kamu lepas,aku pegang kak Raka aja ya,biar orang tambah liatin kita"ancam Diandra dengan pintarnya dan kak Armand hanya bisa diam


"jadi dari sekian banyak kampus yang ada di jakarta ngapain kamu kuliah disini" tanyaku lembut


"nggak cuma kamu yang jago nyariin orang,aku dan Andrew tau kakak kami disini,jadi bilang dia dimana?"kata Diandra dengan senyuman liciknya


"yupp...betul, dimana kakakku,kami akan dekatin dia perlahan" kata Andrew tiba tiba


melihat mereka berdua aku sangat senang,mereka memang adik yang manis dan tanpa sengaja tanganku mulai mengelus kepala Diandra


"kamu ngapain ngelus kepala orang kayak gitu,tanganmu mulai gatel?,atau dia mainan barumu lagi"tiba tiba terdengar suara Tiara dengan dingin di belakangku, Astaga Tiara lupa kami dimana ,qpa dia cemburu? dan aku terpaksa melihatnya dengan dingin.


"eh..loe siapa,larang larang kakak gue"kata Diandra sengit dan memandang ke arah Tiara dengan tidak suka.


..........


"loe sadar Nur,loe itu lagi nggak ada hak buat ngelabrak orang sekarang,loe lupa tampilan loe lagi gimana"Kata Neyra Pelan dan masih berusaha menarikku pergi


"kak titi?"teriak Andrew sambil mengejar kami


"loe juga kenapa manggil nama gue,kok gue nggak sadar kalo itu diandra,waduh...ayo cepetan jalannya"kataku sambil berjalan cepat sementara Andrewasih berusaha menyamai pangkah kami


"Mbak Titi lewat sini aja biar kami yang selesaikan sisanya"Kata Dion yang tiba tiba muncul dan menyembunyikan kami,sementara salah satu temannya mengalihkan perhatian Andrew


"Loe gila ya ti?loe lupa tampilan loe lagi kayak apa?tanya Neyra kesel


"ya gimana...gue reflek aja pas liat Raka lagi mesra sama cewek,ya kali aja kali ini gue bisa buat dia ninggalin gue"kataku mulai berbohong


"alaahhhh gayamu Nur,bilang aja loe cemburu, lagian cewek tadi adik tiri loe kan,dan yang dipeluk itu bukan Raka, tapi Armand"kata Neyra mengejekku


"tapi dia ngelus kepala Diandra,dan tadinya gue nggak tau kalo itu diandra"kataku ngeyel


"selihatku emang dia ngelus kepala Cewek itu,tapi itu juga setelah dia ngelus kepala adik cowok loe juga,loe itu terlalu curigaan deh"ejek Neyra dan membuatku diam


"ehem...mbak Tiara kelas yang kedua dedah mau dimulai,oh ya....kenalkan ini Margo dan yang baru saja tiba setelah mengelabuhi adik anda Tristan "kata Dion sambil mengenalkan 2 temannya


"hai"kataku pada Margo yang hanya membalas dengan dingin dan ketika aku ingin menyapa Tristan aku langsung terpana akan tampilannya


"oppa..."kata Neyra mewakili pemikiranku,ya dia Tristan memiliki wajah korea,mirip dengan lee dong wook


"njirr...opa?loe kira gue setua itu,Dion loe nggak salah ngenalin orang,masa ini pacarnya Big Bos"kata Tristan Heran


"braaaaakkkk"tiba tiba tristan terbanting ke lantai


"loe kalo ngomong mulut di jaga ya jangan asal geplak"kata Rindu yang tiba tiba datang dan membanting tristan yang hanya bisa terbengong bengong


"Rindu...jangan gitu ah kamu kok disini,kuliahmu udah selesai?,Tristan maaf ya,"kataku menengahi


"hari ini saya nggak masuk kelas mbak,saya ngurus transfer jurusan mbak dari hukum ke kedokteran,jadi hari ini rencananya saya mau nyusup ke kelas mbak titi dan mbak neyra"kata Rindu dengan riangnya


"pinter"kataku memujinya dan mengelus kepalanya ringan


"noh...kalo loe megang kepala orang itu karena loe sayang sebagai adik kan,coba bayangin ssi Raka yadi sikapnya sama kan kayak loe,asal sruduk qja,hampir bahayain samaran sendiri" kata Neyra mengingatkan


"mbak Tiara maaf motong dikit,tadi saya dapet perintah dari pak Armand,mulai besok Margo yang akan awasi dsn temenin mbak Tiara,karena saya harus ke Winata grup"potong Dion sambil mendorong Margo maju


"mbak.."kata Margo memperkenalkan dirinya


"lho kok bukan gue,maaf mbak Tiara tadi saya hanya bercanda"kata Tristan dengan pandangan yang tetap tertuju pada Rindu