
Raka POV
Aiden grup
"kak kok ke aiden grup,tadi bukannya bilang ke Willey grup ya"kata tiara bingung
"apa bedanya toh sama sama kantorku"ucapku tenang sambil menarik tangannya lembut
lihatlah dia dengan celana mini dan baju hoddie nya belum lagi topi di kepalanya,aku seperti sugar dady yang mengajak seorang abg,astaga mungkin kak armand benar selama ini gayaku terlalu tua...
"Kak semua orang melihat kita"rengek Tiara pelan sambil tetap menundukkan kepalanya
"So...?"kataku sambil menghentikan langkahku dan tiara yang tidak siap pun menabrak pelan punggungku
"honey kita di kantorku,tidak ada satu orangpun yang berani menanyakan siapa yang kuajak" kataku lembut sambil membawanya ke pelukanku
"ehhmm...maaf saya mengganggu,tapi Tuan Raka kita tepat di central aiden grup dan anda terlihat seperti seorang daddy yang membawa sugar baby nya"kata Armand pelan dengan nada menahan tawanya
"tuh...kan aku dah bilang gayaku nggak cocok kesini"kata Tiara yang tanpa dia sadari nadanya mulai merengek dan itu sangat imut
"Jadi..Apa salahku kalo tunanganku terlihat imut dan jauh lebih muda dari umur aslinya?"kataku dengan nada keras dan menggoda yang tentunya terdengar oleh pegawai lain dan tiara hanya bisa mendongakkan kepalanya dengan ekspresi heran dan ngeri
"kamu...."kata kata tiara terputus karena dengan cepat membuka topinya dan menci*m bibirnya dengan mesra
"Jadi untuk kalian tau,wanita ini adalah tunanganku,mungkin dia terlihat sangat muda tapi percayalah dia tidak semuda itu dan bagi para pria yang sedari tadi melirik tunanganku,harap kalian menjaga mata tetap di lantai atau serahkan surat pengunduran dirimu ke bagian personalia"kataku santai dan menarik pelan tiara ke ruanganku
"dasar Bucin"kata Kak Armand di kejauhan
"tunggulah saat Deeandra datang dan lemparkan pernyataan itu kepada dirimu sendiri"kekehku pada kak armand
"apaan sih...malu tau"kata tiara sambil duduk di sofa ruanganku
"Erni...tolong bawakan jus avocado, mineral water, french fries ah..satu lagi Basreng"kataku pada sekretaris ku melalui telephone
"yupp...beberapa hari ini aku melihatmu sedang memesan makanan itu,tapi kenapa nggak minta pada pelayan dirumah saja untuk membuatkannya lebih sehat"kataku sambil duduk dan mulai membaca berkas di atas mejaku
"tunggu...kamu ngecek hpku?"kata tiara mulai kesal
"sayang...jangankan hpmu,semua tentangmu memang selalu kuawasi"jawabku santai
"psyko..."jawab tiara kesal dan membuatku tertawa
"sayang lanjut nanti saja ya,pekerjaanku harus kuselesaikan dulu supaya aku bisa membelikan segepok berlian,jadi cari posisi yang nyaman dan lakukan apa saja yang kau suka,kalau ngantuk kamu bisa istirahat di kamar yang ada dibelakangku"kataku sambil melihat berkas
"di ruang kerjamu ada kamar?"tanya Tiara
"hentikan pemikiran anehmu,nggak semua yang ada di novel itu nyata"kekehku pelan
"tok...tok...tok..."
"masuk"kataku
"tuan ini pesanan anda?"kata erni dengan kaku
"hai...lagi"kata Tiara
"erni letakkan semua di meja,dan sayang berhentilah mengganggunya dia hanya sekretarisku"kataku tanpa melihat kearah mereka
"Dan aku bisa memecatmu dengan mudah jika kau berani bersikap kasar padaku lagi"canda tiara pada erni dan mrmbuat erni langsung terdiam
"maafkan sikap saya kemarin mbak"katanya lalu cepat cepet pergi
............