
"sayank,ayo ke ruang kerjaku,kita ngobrol sebentar,berdua saja,yang lain bisa ke kamarnya"kataku sambil membimbing tiara dan memberi kode pada kak Armand untuk mengikuti kami
"bisa besok nggak,aku capek dan ngantuk"tolak tiara sambil tetap mengikutiku
"nggak lama"lanjutku
"ini kenapa kita ke kamarmu?jangan aneh aneh ya"kata tiara dingin sambil menghentikan langkahnya tepat didepan kamarku
"maaf aku lupa bilang,ruang kerjaku terhubung langsung dengan kamarku, tenang aku masih bisa mengontrol tindakanku, dan kak armand juga akan menjaga di dalam kamar saat kita ngobrol di ruang kerjaku"kataku sambil mengajak Tiara masuk
"duduklah"lanjutku ketika kami sampai diruangan kerjaku dan kami pun duduk berhadapan
"aku akan menjadi wakilmu di Winata grup,apa kamu keberatan?"tanyaku pangsung
"untuk apa?kekayaanmu jauh diatas nilai sahamku bahkan lebih besar dari nilai winata grup,apa itu kurang?"ejek Tiara
"Tiara aku nggak main main ya,perlakuan mereka ke kamu itu terlalu, aku hanya ingin mengembalikan semua yang menjadi hakmu, kamu tau itu kan"kataku tetap berusaha tenang
"trus gimana?balas dendam?hancurin winata grup?atau bikin aku jadi penguasa winata grup?kayak sinetron yang episodenya panjang gitu?what for? it's annoying tau nggak?nggak ada gunanya,males"kata tiara dengan malas
"Tiara aku serius,kamu nggak mau ngebales semua perlakuan mereka ke kamu?"kataku mulai marah
"kak raka jadi gini ya,sekarang aku ceritanya ada kekuatan buat hukum mereka,trus mereka susun lagi kekuatan buat bales aku,bolak balik lagi,trus sampe kapan?capek"kata tiara
"kenapa nggak biarin aja sesuai jalannya,aku nggak nyenggol mereka,mereka nggak nyenggol aku, biarin aja case close" lanjut Tiara
"tiara kamu nggak bisa biarin orang lain manfaatin kami terus,kamu perjuangin hak kamu dikit lah" kataku tenang
"nggak masalah,aku kuliah,abis itu kerja,aku punya puang di rekeningku,ada cafe juga kan yang bakal ngasilin,semua itu cukup untuk aku,ibu neyra dan Rindu,aku cuma mau hidup yang tenang jauh dari semua drama,apa itu salah"jawab tiara
"segitu aja,cukup buat kamu,kamu sebut semua orang,lalu aku gimana?"tanyaku tenang
"lebih dari cukup,aku cuma pengen tenang,kalo masalah kamu ya,kamu aja yang mutusin,aku ngikut aja,males kalo dibuat ribet" jawab tiara santai dan itu membuatku marah
"jadi setelah liburan kemarin,kedekatan kita itu cuma khayalanku aja ya,kita mundur lagi?" kataku kesal
"mundur apa? kemajuan apa? nggak ngerti lagi deh aku sama cara pikirmu,semua ini kan maumu,memang kapan aku diposisi bisa memilih?"kata tiara mulai marah
"Tiara aku nggak pernah nyangka kamu sepengecut ini,ada masalah lari, sembunyi, nyamar,apa ini yang diajarin sama ibu ayu? tiara coba kamu jujur sama diri kamu, nggak capek lari terus?" pancingku lagi
..........
"itu kan kenyataan,hampir 5 tahun sembunyi di bali ternyata malah bikin sikapmu berubah,dulu kalo ada masalah kamu pasti nyari Cara nyelesaiin, bukan sembunyi kayak gini, Tiara yang aku kenal itu orangnya kuat, tegar,nggak kayak gini"kata raka dengan nada mengejeknya
"yang sembunyi siapa?emang apa salahnya kalo kami memutuskan ngelanjutin hidup dengan tenang?nggak usah sok nyuruh jujur?emang kamu tau rasanya jadi aku? harusnya kamu itu ngaca,masalah keluarga winata itu asalnya dari kamu?" kataku marah
"nggak usah sok kenal aku ya,dan nggak usah sok tau rasanya jadi aku, kalo dari awal nggak ada perjodohan ini,nggak bakal gini jadinya,kalo dulu aku nggak gobl*k sampe naruh hati ke kamu,ibu nggak bakal ngeliat gimana aku berjuang buat dapetin perhatianmu,ibuku pasti akan langsung nerima saat ibu raya minta diandra yang gantiin aku,ibu raya juga nggak bakal ngasut orang serumah buat ngebully kami,nggak bakal ngancurin harga diri ibu aku,nggak bakal ngacauin pengobatan ibu,satu lagi kalo aja dulu kamu sedikit aja punya hati,punya rasa kasian ke aku,sedikit aja nunjuin kalo kamu itu nerima aku,ibu raya nggak akan ngerasa kalo aku bakal buat malu keluarga winata,dan ayahku juga nggak akan setuju sama ibu raya,dan mereka nggak akan ngeremih aku,jadi sekarang kamu mikit ya, sebenernya ini salah siapa?"kataku sambil menangis dan berdiri,aku benar benar harus pergi dari sini,capek
"sayang..sudah..semua memang salahku"kata Raka tiba tiba memelukku dan memaksaku untuk tetap tinggal
"lepasin aku mau tidur aku capek"isakku
"Sayang Tenang, sekarang ada aku,semua akan membaik,kalo kamu nggak ingin berurusan dengan keluarga winata,ya sudah kita biarkan saja,semua akan sesuai keinginanmu saja,asal kamu tetap disampingku,kita akan baik baik saja,mulai sekarang aku yang akan menjagamu, jangan nangis lagi "kata raka menenangkanku, dia menarikku dan memangkuku,biar saja, capek buat ngelawan
"aku nggak mau lagi ketemu mereka dan kenapa kamu nggak biarin semuanya berlalu,lepasin aja aku" kataku masih menangis dan raka hanya diam dan menenangkanku
"sayang...kamu bisa minta apa aja ke aku,tapi jangan minta aku lepasin kamu,kamu bakal tetep sama aku terus"kata Raka
"kenapa?jangan bilang kalo kamu cinta aku ya,basi"kataku sambil menaruh wajahku di dada Raka,nyaman...
"sayang...."
...........
"sayang,dari dulu aku memang sudah mencintaimu dan dulu aku memang terlalu bod*h untuk mengaku "kataku lantang,aku hanya ingin hubungan kami membaik,tapi ternyata tidak bisa, Tiara tertidur dan sama sekali tidak mendengar penjelasanku
"nggak papa sayang akan banyak waktu untukku menunjukkan rasaku padamu"kataku sambil menggendong Tiara ke kamarku.
"sudah selesai?loe harus lebih sabar ka"Kata kan Armand yang tetap menunggu kami di dalan kamarku
"ia dia surah sangat terlika atas semua ini,tadi gue cuma mancingin dia supaya gue tau apa sebenarnya yang dia rasa"kataku sambil menidurkan tiara di kasurku
"ka,dia tidur disini?"tanya kak Armand
"malam ini biar dia disini dulu,gue yanginep dinkamar loe aja kak,"jawabku santai
"trus masalah winata gimana?bener mau loe relain aja"tanya armand
"nggak akan,mereka harus bayar apa yang mereka buat ke Tiara,Segera siapkan surat kuasa tadi kak,gue bakal buat Tiara tanda tanganin itu,walaupun dia nggak tau apa yang do tanda tanganinya,Raya Winata harus ngerasain sakit yang dia buat ke Tiara"kataku mantap