
"Raka... Maafkan sikap tante dan Om selama ini ya, kami nggak akan menghalangi hubungan klian,tante cuma mau om sadar" Ucap Raya Winata sedih
"tante nggak ada yang harus dimaafin, kita keluarga, yang penting Om Tama segera membaik" Jawab Raka
"Sayang, tolong telp mbk ayu ya, sebaiknya kita berkumpul bersama " ucap raya pada Tiara yang sedang menangis sesegukan
"iya mah" ucap Tiara sambil mengambil hpnya
"Sayang...sini" panggil Raka halus dan tiara pun mendatanginya lalu Raka menarik Tiara lembut dan duduk di pangkuannya, Tiara pun kembali menangis sambil memeluk leher Raka
"Sayang tenang,masalah ibu biar kak Armand yang urus, kamu jangan panik dulu ya" ucap Raka menenangkan Tiara
"Sayang...bukannya ibu ngelarang tapi ini di rumah sakit" ucap Raya Winata dan tiara pun duduk di samping Raka, sambil tetap memeluknya
"kamu laper nggak,perjalanan kita tadi lumayan jauh,mau makan atau minum" tanya Raka
"nggak" ucap Tiara lemah
"sayang ibu masuk ke kamar dulu ya" ucap Raya Winata
"mah,aku mau liat ayah" ucap Tiara
"baiklah, sini ikut mamah tapi kita bergiliran ya" Jawab Raya Winata
.....
"Raka... feeling mu pas banget" ucap Armand sambil memperlihatkan sebuah foto Tama winata beserta istri dan ibunya yang baik baik saja berjalan masuk ke Rumah sakit
"ini foto tadi pagi, sayangnya dia lupa setengah kepemilikan rumah sakit ini adalah milik aiden grup,jadi aku sedikit mengancam direksinya dan holla lihatlah 2 hasil tes kesehatan ini" ucap Armand sambil memperlihatkan foto hasil lab Tama winata
"yang satu dia hanya menderita stroke parah dan tidak sadarkan diri dan ini adalah hasil orang lain ya, sementara yang sedikit kelelahan dia hnya tidur dan mendengar sekitarnya" ucap Armand sambil bersiul
"ah dan aku sudah menebak kemana larinya cerita ini, Kak coba kita cari dokternya,aku mau sedikit bertanya" ucap Raka santai
"Tapi tunggu sebentar kali ini kita perlu kerjasama dari orang dalam" ucap Raka menangguhkan langkahnya
"Andrew aku ingin bicara, tolong kesini sebentar" panggil Raka
"iya kak gimana" tanya Andrew dan Raka lanhsung memberikan hpnya pada Andrew, sontak raut wajah Andraw yang awalnya sedih menjadi tegang dan kecewa
"aku sungguh nggak nyangka akan sekeji ini" ucapnya
"aku yakin kamu tau apa yang akan terjadi kan, jadi kalo kamu emang bener mau yang terbaik untuk kakakmu, aku perlu dukunganmu dan aku perlu kerjasamamu" ucap Raka sambil menceritakan rencananya
"ini hal yang sangat besar, aku pasti akan dibuang dari keluargaku,tapi gak apa apa asal Kak Raka janji ke aku kalo kak Raka bakal jagain kakakku,nggak akan nyusahin,jahat atau nyelakain dia" ucap Andrew sambil menatap mata Raka tajam
"Dia itu hidupku,jadi aku pasti menjaganya dengan ketat. Dan kalau kamu sampai dibuang dari keluargamu, sebagai kakak aku akan mengurusmu dengan baik, merawatmu dengan baik dan tentunya membuat semua kembali ke kamu" ucap Raka ringan
"oke aku setuju, tapi hanya kalo mamah nyinggung hal ini ya" ucap Andrew lebih ke meyakinkan dirinya
"oke makasi,sekarang kamu tunggu disini dulu, aku harus bertemu orang si*lan yang bermimpi bisa menggangguku" Ucap Raka Dingin dan berlalu
.....
"Sayang apa semua membaik" ucap Raka memanggil Tiara saat dia masuk ke ruang perawatan Tama Winata diikuti dokter yang datang untuk memeriksa
"Slamat siang, permisi saya mau ngecek kondisi pak Winata" ucap dokter itu sambil memulai pemeriksaan
"Dok... Gimana kondisi suami saya,kapan dia sadar" tanya Raya Winata sedih
"Apa Ayah saya akan normal lagi dok" tanya Tiara
"untuk hal itu harus kit pastikan setelah pasien bangun" jawab dokter
"Dok tolong segera bangunkan suami saya,anak sulung kami akan menikah, suami saya sangat ingin menjadi wali nikah mereka" ucap Raya sedih
"mah...kita jangan ngomongin itu dulu,pernikahan kami masih bisa diundur,nunggu ayah bangun dulu" ucap Tiara sedih
"kamu nggak keberatan kan sayang? Ibu dan ayah nggak mau merusaknkebahagiaanmu,ayahmu pasti sedih,semalam dia sudah membicarakan persiapan pernikahan kalian" ucap Raya Winata
"Tante kita fokus ke om dulu aja,benar kata Tiara pernikahan kami bisa kami tunda" ucap Raka santai
"Raka makasih" ucap Tiara
"anything Honey " ucap Raka
"tapi ayah pasti nggak pengen Kak Tiara nunda pernikahannya" ucap Andrew tiba tiba
"Ayah pasti pengen mereka tetep nikah mah" Dukung Diandra
"gimana klo kalian nikah disini aja, ayah memang sedang sakit, tapi aku bisa jadi wali ngegantiin ayah kan, ayah pasti bahagia dan segera sembuh" ucap Andrew
"sayang jangan aneh aneh,ayahmu lagi sakit, coba klo semua segampang yang kamu mau, ayah pasti seneng, tapi pernikahan nggak bisa dibuat secepat itu" ucap Raya Winata sedikit tegang
"setauku ijin nikah dari ayah udah ada bu,sementara persiapan pernikahan mereka pasti udah sip kan,tinggal panggil orang yang akan menikahkan , kebetulan aku punya teman yang kerja disana,aku akan telpon mereka sebentar" ucap Andrew
"iya Andrew aku setuju" dukung Diandra
"tapi..." ucap Raya
"mamah tenang serahin semua ke kita,aku yakin ayah pasti seneng dan akan sembuh dengan cepat,kalian siap nggak" tanya Andrew pada Raka
"Sayang kalian nggak bisa maksa nak Raka, dia pasti ingin pernikahannya sempurna,apa kata orang tuanya nanti" ucap Raya Winata
"tante saya nggak akan permasalahkan besar atau kecil pernikahan kami,asal itu bisa buat om tama sehat,apapun aku siap asal Tiara juga siap,masalah orang tuaku,mereka akan mengerti" ucap Raka santai
"Tiara,demi ayahmu apa kamu siap" tanya Raka
"demi Ayah, aku siap, tapi apa bisa nikah secepat itu" tanya Tiara sangsi
"nikah secara agama bisa kak,ada saksi, keluarga dan yang menikahkan juga siap" ucap Andrew sambil menutup hpnya
"pernikahan secara Negara pun bisa kita proses setelah pernikahan ini,aku akan minta kak Armand untuk mengurusnya" ucap Raka
"jadi gimana mah" tanya Andrew
"tapi.... Apa nggak keburu buru" ucap Raya panik
"Selama ayah bisa seneng, nggak masalah kalo sedikit terburu buru" ucap Andrew meyakinkan
"tapi..." ucap Raya Winata
"tenang mah,biar aku yang ngurus semua masalah kakakku, mamah fokus ke ayah aja, dan pernikahannya akan kita lakukan 2 jam lagi" ucap Andrew memotong pembicaraan ibunya
"Dede...gimana kalo kamu dan Armand antar kak Tiara dan Kak Raka siapin diri dulu, gimanapun mereka harus sedikit berbenah diri,biar aku sedikit beresin ruangan ini jadi tempat yang sedikit nyaman untuk pernikahan" ucap Andrew tidak bisa ditolak