Terjerat Pertunangan

Terjerat Pertunangan
50.Kejutan


"Titi kenapa"tanya Neyra kaget


"Neyra,sorry gue nggak maksud bentak loe,tapi orang dulu bilang sebelum duduk di tempat baru, loe mesti sapuin dikit tempat duduknya, takutnya ntar ada deb atau apalah gitu yang nggak kasat mata, tapi karena kita dijaman moderen, nyapunya pake ini aja ya" kata tiara sambil mengeluarkan suatu benda bundar dari tasnya,dan aku nggak tau itu apa dan apa yang sebenarnya terjadi


"ka...bini loe percaya yang gituan ya,nggak nyangka gue"bisik Armand


"gue juga nggak ngerti kak,trus itu benda apa ya?kita liat aja kak"jawabku masih nggak mengerti


"Neyra inget nggak dulu gue pernah bilang ke Elo,kadang indah itu Nggak seaman yang terlihat, see...kalo loe tadi langsung duduk aja,nggak akan parah sih ,tapi perih juga kalo jarum pentul gini nusuk pantat atau tangan loe kan" kata tiara tenang pada Neyra yang hanya bisa ngelongo dengan maksud tersiratnya sambil menunjukkan lima jarum pentul yang melekat benda tadi.itu magnet, apa yang sebenarnya terjadi dan darimana datangnya magnet itu..


"Kak...panggil semua staf dirumah,dan seingatku kita nggak ada staf baru kan?dan semua pekerja sudah dicek datanya ya"kataku marah


"jangan,biarin dulu,biar dia kira kali ini dia bisa kayak dulu,sebelum malam berganti pasti akan ada show yang bagus untuk kalian lihat"kata Tiara


"Tiara kurirnya datang dan sudah di bawah,sudah diperiksa security juga kok Ka, clear, lalu aku juga sudah perintahkan security melarang semua pekerja keluar rumah dan Tiara maaf ya kayaknya aku kurang teliti memeriksa keamananmu,"potong armand kesal


"tolong minta kesini kak,nggak papa juga sih,kan kita baru dari bali,nggak mungkin bisa kontrol semua kan"kata Tiara santai


.......


"mbak Tiara,Saya dony dan temen saya toto,kami dari perusahaan jasa pembersih yang mbak panggil,ini kartu pengenal kami, seperti yang mbak minta kerahasiaan sangat terjaga"kata dua kurir itu,dan membuatku lebih bingung lagi


"baiklah tolong bersihkan ruangan ini,lalu loundry semua pakaian yang ada dilemari pakaian,semua sepray selimut termasuk gorden semua,kecuali pakaian dalam,lakukan tanpa banyak suara"kata tiara


"baik mbk,pakaian yang dilaundry akan kami bawa kemari dua hari lagi,sekarang kami akan lakukan pembersihannya"kata petugas itu


"kak Raka,kak armand,tolong jagain ya,Ney capek nggak?baju kita kan bakal di loundry ulang semua,gimana kalo kita sedikit shoping hari ini"kata tiara ke Neyra


"Kuy...gue bingung ngadepin ini,dan elo wajib jelasin ya tentang ini"kata Neyra


"Pastilah...,Kak Raka pinjem kamarmu untuk ganti ya,dan sekalian aku ijin keluar dan akan menghabiskan banyak uangmu bentar ya, sebelum makan malam kami akan datang" Kata Tiara


"Boleh beberapa staf kepercayaan akan ikut,untuk uang pakailah sebanyak yang kamu mau"kataku santai


"oke tapi dalam jarak aman,karena aku akan keluar dengan samaranku,ayo Ney kita benerin riasanku dulu,kak Raka antar kami ke kamarmu ya"kata Tiara santai


"titi....kamarnya bagus banget,aromanya maskulin"kata Neyra ketika kami hanya berdua di kamar Raka


"sementara ini kamar yang paling aman,karena pelayannya nggak mungkin bahayain bossnya kan,Neyra lain kali loe jangan ceroboh kayak tadi ya,gue nggak mau loe luka"kataku serius


"ntar pas makan malem loe pasti tau,yang jelas sekarang loe bantu gue nyamar dulu,jadi kita bisa shoping dengan nyaman,trus kita nyalon dikit,spa dikit biar capeknya ilang dan tentu aja tanpa ada yang liat liat ke kita dan loe nggak usah pake masker terus"kataku santai


.....


Ruang Kerja Raka


"kak,coba jelasin dikit apa yang terjadi di rumah ini?"kataku tenang


"hasil pembersihan tadi ada sabun yang wanginya tercampur, tisu toilet yang tidak terpasang benar, beberapa helai rambut,jepit rambut,hue juga dapat alasan kenapa tiara minta semua pakaian di laundry ulang,semua baju berbau kamper,semua hal itu nggakbahaya tapi buat nggak nyaman, gue juga bingung ka,semua pegawai datanya baik,dan anehnya lagi Tiara seperti tau atau sudah pengalaman sama hal begini"Terang Armand


"lalu sekarang mereka kemana?"tanyaku masih tenang


"bersenang senang,membeli pakaian,ke salon,makan siang dan sekarang sedang nonton,benar benar seperti tidak terjadi apa apa"jawab Armand


"Tebakan gue kak ada pelayan kita yang sedang bermain main,dan ada benerapa tebakan lain,jangan cari dia dulu,gue pengen liat gimana tiara nyelesaiin ini"kataku tenang.


18.30


"akhirnya sampe rumah juga,gue capek banget gila...nemenin loe belanja"kata Neyra ketika pintu rumah dibuka


"tapi seneng kan,sekarang gimana kalo kita ke ke kamar dulu"kataku mengajak Neyra langsung ke kamar


"oh...Astaga...gue ke kamar kita dulu deh,nggak kuat liatnya"kata neyra ketika aku membuka pintu kamar Raka sementara Aku hanya bisa memandang tertegun sosok Raka hanya dalam balutan box*rnya,bukannya malu dia malah tersenyum ke arahku dan itu semakin membuat pipiku panas


"Kenapa nggak pake baju"kataku berusaha tenang


"sayank udah selesai belanjanya?aku habis mandi,dan kamu juga tau kan dari dulu kalo emang nggak ada kegiatan dan lagi di dalam kamar,aku lebih nyaman gini,dan sorry aku lupa kita sedang berbagi kamar,suka yang kau lihat?"kata raka menggodaku dan entah sejak kapan aku sudah ada di dalam kamar dan duduk di sofa kamar ini,


"itukan dulu saat kita sama sama masih kecil,ini beda harusnya...."kata kataku terputus,tiba tiba raka menci*m lembut bibirku berusaha membuka mulutku dan memag*t lembut bib*rku dan lama kelamaan menjadi semakin liar sehingga kami hampir kehabisan napas


"sayang aku sangat merindukan aromamu, sayank kasihanilah jiwaku, jangan menggodaku, hentikan usapan usapan ini, jangan memandangku seperti itu sayang, karena aku nggak brani melihat apa yang sedang kau minta dariku,ya ampun...kenapa nikahnya nggak besok saja" kata Raka terengah engah di telingaku sambil memegangi tanganku, dan ini apa,kanapa aku bisa dipangkuannya, aku bahkan nggak tau kapan tanganku mulai membuat pola pola kecil di per*t Raka,malu sekali...


"jangan malu karena kehilangan kontrol akan dirimu sendiri karena aku juga slalu mengalaminya jika kita sudah dalam kondisi ini sayang,daeisini kita sama sama tau kalau aku milikmu dan kau pun milikku"kata Raka sambil mengec*p dan menghisap ringan leherku


"Raka jangan"Rengekku tertahan


"tenang,aku masih bisa mengontrolnya semua baik baik saja, sekarang mandilah sebentar agar segar ,aku akan menunggumu di meja makan"kata raka sambil menggendongku ke kamar mandi dan meninggalku disana.